Jika melihat kondisi internal GMKI saat ini, baik itu di kancah nasional dan maupun cabang, kita diperhadapkan dengan keadaan yang gejolak kepentingan di Pengurus Pusat yang belum juga diselesaikan hingga saat ini.
Dengan kondisi ini, nilai dan prinsip menjadi satu hal urgen yang harus didalami agar hal-hal yang merujuk pada kepentingan struktur bukan semata-mata menjadi kesempatan berkuasa.
Yang perlu kita tanamkan adalah bagaimana kader GMKI mampu memahami prinsip dan nilai GMKI dan diterapkan dalam diri masing-masing. Jika setiap orang GMKI telah matang secara karakter dan proses kaderisasi maka seharusnya konflik berkepanjangan seperti yang sementara terjadi antara kubu Ketum dan Sekum tidak terjadi.
Pada kesimpulannya, baik itu prinsip dan nilai maupun konstitusi GMKI yang telah dibangun oleh para Founding Fathers seperti Johannes Leimena perlu dijawantahkan dalam kehidupan organisasi, kita tidak boleh mengambil sebuah asumsi liar diluar aturan organisasi untuk memuluskan kepentingan diri sendiri.
Namun di atas segalanya, kita harus menerapkan kepemimpinan ala Sang Kepala Gerakan yakni Yesus Kristus yang mana kepemimpinan kasih menjadi fondasi pelayanan-Nya di tengah-tengah dunia.
Demikian sambutan singkat tentang Dies Natalis GMKI ke-73, mohon maaf jika penyampaian saya menyinggung dan menyakiti hati Bung dan Usi sekalian. Teriring salam dan doa tulus, Ut Omnes Unum Sint.***
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H