Dalam Film the Iron Lady ini mengisahkan tentang seorang wanita pertama di Inggris yang bernama Tatcher dan masa jabatannya adalah bulan Mei 1979 hingga November 1990 dan ia sukses selama 11 tahun dalam menjabat sebagai Perdana Menteri dengan kebijakan yang sangat bertolak belakang dengan serikat buruh yang menentang Negara Unisoviet.Â
Tatcher sangat tertarik dengan pidato orang tuanya yaitu Ayah yang sangat di sayanginya yang ketika itu menjabat sebagai anggota Dewan kota dan Ia pun terinspirasi untuk terjun pula di dunia berpolitikan dimana melalui partai konservatif dan berlomba untuk mndapatkan di kursi duduk parlemen.Â
Di dalam dunia politik parlemen banyak di dominasi oleh laki – laki sehingga Thatcher sering di anggap remeh karena Ia adalah seorang wanita yang di dalam pemerintahan untuk mendapat jabatan dikursi parlemen tapi Ia sangat tegas untuk melawan sikap dengan dukungan suaminya pula Margaret pun sukses dalam dunia politik dan menjadi Perdana Menteri.Â
Dalam pemerintahannya Thatcher akhirnya mendapat tantangan besar sehingga menguji keberanian dan ketegasannya sebagai seorang pemimpin.Â
Banyak kebijakan – kebijakan yang di buat olehnya. Dengan tingkat pengangguran dan anggaran yang ketat nyatanya membawa kerusuhan pada Brixton di tahun 1981, demokrasi selama 1 tahun dari tahun 1984, Falklands 1982 hingga pengeboman Grand Hotel di Brighton.Â
Pada pemerintahan negara Inggris ini banyak berbagai masalah sosial yang muncul. Kebijakan ekonomi tersebut dapat dinilai lamban pada dua tahun pertama masa jabatannya.Â
Rencana ekonomi berbau konservatif dengan ide deregulasi terhadap bisnis, pemotongan pajak, dan privatisasi. Inflasi juga tinggi tahun itu. Kemudian di mulai adanya kerusuhan-kerusuhan di Brighton 1981 yang menewaskan banyak orang.Â
Perekonomian terasa membaik pada tahun 1982. Negara Inggris dalam Perang Falkland pada tahun 1982. Perang ini berawal dari invasi Argentina terhadap Kepulauan Falklands.Â
Selama perang, negara ini banyak menolak rencana perjanjian damai yang dicetuskan oleh negara-negara Amerika lainnya. Inggris berhasil merebut kembali Falklands dan Inggris memenangkan perang, dan membangkitkan kembali rasa nasionalisme rakyat Inggris yang sudah pudar dalam beberapa tahun karena masalah ekonomi dan sosial.Â
Dengan modal kemenangan di Falklands dan ekonomi yang membaik, pemimpin negara yakni thatcher menang pada tahun 1983 untuk masa jabatan kedua.Â
Pada masa jabatan keduanya, pemerintahan Thatcher melanjutkan kembali deregulasi ekonomi dan privatisasi yaitu British Telecom yang dijual kepada publik, meningkatkan jumlah pemilik saham di seluruh Inggris dan mendapatkan keuntungan.Â
Sejak itu Perdana Menteri pertama yang memenangkan tiga pemilihan umum berturut-turut. Thatcher tegas namun tetap berhubungan dengan Mikhail Gorbachev sebagai bukti dukungan Inggris dalam reformasi di Uni Soviet.Â
Pada tahun 1989, ada pajak yang di nilai kontroversial yaitu Poll Tax yang dimana pajak ini terlalu berlebihan dan dinilai banyak pihak tidak adil.Â
Pajak ini mengharuskan semua orang membayar pajak dengan jumlah yang sama tanpa melihat kekayaannya dan kemampuan untuk membayar.Â
Banyak yang merasa bahwa ini adalah tindakan sembrono dan terlalu proteksionis meskipun banyak juga yang memuji pemimpin tersebut karena keinginannya untuk menjaga integritas dan menjaga kedaulatan Inggris.Â
Meskipun demikian, secara politik ini adalah kesalahan dan mengakibatkan kejatuhan kabinetnya dan pemerintahan memuncak saat kepemimpinan Thatcher yang semaunya sendiri, memaksakan kehendak dan membahayakan negaranya untuk kedepannya.Â
Dalam film tersebut berarti dalam sistem pemerintahan Negara Inggris awal sebelum memerintah ia sangat gigih untuk adalah menjaga kedaulatan Negara Inggris. Tetapi kegigihan pemimpin tatcher tersebut muncul permasalahan – permasalahan dari beberapa kebijakan yang telah Ia buat.Â
Pada pemerintahan Inggris dari sudut organisasi politik, negara tersebut merupakan integrasi dari kekuasaan politik dan berprinsip pada sistem autokrasi. kemudian pemimpin Thatcher pernah bertindak kekuasaan yang otoriter yang pernah di jalankan untuk memerintah negaranya dan akan semakin banyak mengalami hambatan untuk penyelenggaraan suatu kepentingan.Â
Diketahui dari jalannya cerita, negara tersebut menganut sistem parlementer tapi jalan dari pemerintahan ketika saat thatcher menang dan terpilih menjadi semi monarki dalam bentuk kekuasaan monarki absolut karena dalam masa pemerintahan Thatcher ini hanya seorang saja yang memegang kekuasaannya dalam arti kata adalah bahwa ia memutuskan kekuasaannya sendiri tanpa mempertimbangkan keputusan yang lain dan bahkan tidak menganggapi suatu kabinet maknanya dalam arti hal ini telah membatasi dan mengatur kekuasaan yang di rasa sudah cukup memberi jaminan bahwa pemerintahan dapat berjalan.Â
Karena di tunjuk jadi perdana menteri kabinet di bentuk lazim yang di maksud seperti kabinet parlementer karena dalam cerita tersebut ketua partai politik yang menguasai kabinet.Â
Pemimpin Thatcher bagaukan manusia super yang mampu berbuat apa saja tanpa menghiraukan keputusan pada rencana jalannya pemerintahan di negara tersebut.Â
Walaupun dalam permasalahan yang sedemikian rupa karena Thatcher penuh percaya diri dan arogansi tetap tatcher hadapi karena dalam argumen Tatcher dan tetap pada pendiriannya, jadi negara-negara sistem pemerintahannya menjadi lebih baik karena negara dengan sistem atau cara yang Thatcer lakukan untuk menebus permasalahan awal pemerintahan menjadi sejahtera dan lebih stabil.Â
Meskipun demikian, banyak kritik yang mengatakan bahwa pandangan semacam itu kuno dan mengkhawatirkan di era ketika negara-negara demokrasi di seluruh dunia nampaknya terancam.
Watched by https://youtu.be/ODfWZzGdeYI
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI