Mohon tunggu...
Defano Tanur
Defano Tanur Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Aktif Universitas Negeri Jakarta

Saya Defano Tanur, mahasiswa aktif Universitas Negeri Jakarta prodi Pendidikan Sosiologi.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Hubungan Pendidikan dalam Membentuk Karakter yang Beradab

22 Maret 2023   22:56 Diperbarui: 22 Maret 2023   23:11 333
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Pendidikan dan Keadaban merupakan dua aspek yang sangat penting dalam sebuah kehidupan manusia. Pendidikan ini memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan dan karakter yang dimiliki individu-individu, sementara keadaban lebih mengacu pada kualitas suatu etika dan moral yang dimiliki oleh individu dalam masyarakat. 

Tentunya kedua aspek tersebut tidak dapat dipisahkan karena saling mempengaruhi, sehingga sangat penting untuk membahas dua aspek ini secara bersamaan agar memiliki pengertian dan penjelasan yang konkrit.

Mengingat pendidikan merupakan hal yang penting dalam kehidupan setaip individu-individu manusia. Pendidikan selain utnuk meningkatkan kemampuan akademik individu, pendidikan juga berperan penting dalam membentuk karakter setiap individu. Pembentukan karakter ini sangat diperlukan, dikarenakan karakter individu yang baik dapat mempengaruhi setiap individu lain disekitarnya.

Maka, mari teman simak bersama-sama mengenai pentingnya hubungan pendidikan dalam membentuk karakter yang beradab, serta bagaimana kita mencapai kehidupan yang lebih baik dalam meningkatkan pendidikan dan keadaban setiap individu-individu di masyarakat.

DEFINISI PENDIDIKAN DAN KARAKTER

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Menurut Ki Hajar Dewantara, Pendidikan adalah suatu upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti dalam setiap individu-individu.

Ki Hajar Dewantara juga mengatakan, "Hakikat pendidikan ialah sebagai usaha untuk menginternalisasikan nilai-nilai budaya kedalam diri anak, sehingga anak menjadi manusia yang utuh baik jiwa dan rohaninnya"

Keadaban adalah salah satu konsep moral yang berkaitan dengan perilaku yang dimiliki oleh individu, perilaku ini yang dianggap baik dalam suatu masyarakat. Keadaban ini melingkupi etika yang meliputi dari kejujuran, kebaikan hari dan tanggung jawab sosial. Keadaban juga dapat diartikan sebagai norma-norman dan nilai yang berada di dalam masyarakat

Sedangkan karakter adalah sifat-sifat kejiwaan yang dimiliki setiap individu-individu, sifat kejiwaan ini meliputi akhlak atau budi pekerti, perilaku dan watak setiap individu. Menurut Imam Al-Ghazali karakter yaitu spontanitas manusia dalam bersikap, atau melakukan perbuatan yang telah menyatu dalam diri manusia sehingga ketika muncul tidak perlu dipikirkan kembali. Sedangkan menurut Ki hajar Dewantara (Wibowo, 2013:34) memandang bahwa karakter itu sebagai watak atau budi pekerti setiap individu.

PENTINGNYA PENDIDIKAN KARAKTER

Pendidikan karakter ini sangat penting dalam membentuk suatu kepribadian dan watak yang dimiliki oleh individu-individu. Pendidikan karakter ini mampu membantu membentuk kepribadian yang baik dan kuat. Tidak hanya untuk individu itu sendiri saja melainkan mampu membangun kesadaran sosial, dimana dengan kesadaran sosial individu dapat memahami adanya perbedaan budaya dan nilai, serta mampu menghargai keragaman yang ada dalam masyarakat. Banyak sekali hal positif yang akan di dapat ketika mendapatkan yang namanya pendidikan karakter, mulai dari sikap positif di dalam individu, rasa percaya diri, hingga memiliki rasa kerja keras.

Lickona (1992) menjelaskan beberapa alasan pentingnya pendidikan karakter dalam setiap individu, yaitu:

  • Banyaknya generasi muda saling melukai karena lemahnya kesadaran pada nilai-nilai moral
  • Memberikan nilai-nilai moral pada generasi muda merupakan salah satu fungsi peradaban yang paling utama
  • Peran sekolah sebagai pendidik karakter menjadi semakin penting ketika banyak anak-anak memperoleh sedikit pengajaran moral dari orang tua, masyarakat, atau lembaga keagamaan
  • Masih adanya nilai-nilai moral yang secara universal masih diterima seperti perhatian, rasa hormat dan tanggung jawab
  • Pendidikan karakter yang efektif membuat sekolah dan individu lebih beradab, peduli pada masyarakat.

STRATEGI MENINGKATKAN PENDIDIKAN DALAM MEMBENTUK KARAKTER YANG BERADAB

Tentunya dalam meningkatkan sesuatu perlu adanya strategi untuk mampu mencapai tujuannya. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat dilakukan:

Yang pertama yaitu menerapkan metode pembelajaran yang interaktif dan inovatif, dengan menggunakan metode pembelajaran yang aktif mampu meningkatkan kemampuan sosial mereka. Metode ini bisa menggunakan pembelajaran berupa bermain games dan diskusi kelompok untuk menumbuhkan rasa percaya diri.

Yang kedua, yaitu melibatkan orang tua dalam membentuk karakter. Pihak sekolah atau pengajar harus melibatkan orang tua dikarenakan orang tua memiliki peranan yang sangat penting dalam menumbuhkan karakter yang beradab, yang dimana orang tua mampu mengontrol tingkah laku anak dan sifat yang dimiliki oleh anak.

Yang ketiga, mengoptimalkan peran guru. Mengingat peran guru ini sangat penting dalam menanamkan dan membentuk karakter yang beradab, guru harus mampu mengembangkan metode pembelajaran dan memberikan teladan yang baik agar murid akan mampu mengoptimalkan pembentukan karakter yang beradab.

KESIMPULAN

Dapat disimpulkan bahwa pendidikan ini memiliki peranan dalam membentuk karakter dalam setiap individu yang beradab. Ketika pendidikan yang baik maka akan menghasilkan individu-individu yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang baik, serta memiliki nilai moral dan etika yang sangat baik dalam bermasyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

Ani, N. A. (2014). Pendidikan Karakter untuk Siswa SD dalam Perspektif Islam. Mimbar Sekolah Dasar, 1(1), 50--58.

Dirgantoro, A. (2016). Peran Pendidikan Dalam Membentuk Karakter Bangsa Menghadapi Era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Jurnal Rontal Keilmuan PPKN, 02(01), 01--07

Lickona (1992) Lickona, Thomas, Educating for Character: How our Schools Can

Pristian, D., & Hambali, M. (2019). Strategi Guru Madrasah Meningkatkan Mutu Pembelajaran Era Disrupsi Di Kediri. J-PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 5(2), 113--124. https://doi.org/10.18860/jpai.v5i2.7172

Rahman, A., Munandar, S. A., Fitriani, A., Karlina, Y., & Yumriani. (2022). Pengertian Pendidikan, Ilmu Pendidikan dan Unsur-Unsur Pendidikan. Al Urwatul Wutsqa: Kajian Pendidikan Islam, 2(1), 1--8.

Suparlan, H. (2016). Filsafat Pendidikan Ki Hadjar Dewantara Dan Sumbangannya BSuparlan, H. (2016). Filsafat Pendidikan Ki Hadjar Dewantara Dan Sumbangannya Bagi Pendidikan Indonesia. Jurnal Filsafat, 25(1), 56.

Wibowo, A. (2013). Pendidikan Karakter di Perguruan Tinggi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun