Tanda-tanda bahwa Indonesia masih punya kelemahan kemudian terlihat saat melawan Denmark. Salah satunya adalah kesulitan untuk mendominasi lawan.
Itu sudah terlihat saat pertandingan pembuka mempertemukan Marcus Gideon/Kevin Sukamuljo dengan Mads Pieler Kolding/Frederik Sogaard. Di atas kertas, The Minions diprediksi dapat menang, tetapi di lapangan keduanya masih dipersulit oleh lawan.
Pada gim pertama, Marcus/Kevin unggul tipis 21-19. Namun, di gim kedua, Marcus/Kevin cenderung lebih baik dengan keunggulan 21-15, sekaligus menang 2-0 (straight game) atas Kolding/Sogaard.
Dengan begitu, lewat sektor ganda putra, Indonesia berhasil mendulang skor 1-0. Ini adalah modal bagus untuk berharap pada pertandingan kedua, Indonesia makin percaya diri.
Putri Kusuma Wardani kemudian menjalani tugasnya dalam memperebutkan skor lewat sektor tunggal putri. Dia berhadapan dengan Mia Blichfeldt yang merupakan salah seorang tunggal putri andalan Denmark.
Sayangnya, pada gim pertama Putri KW seperti tampil tertekan dari Mia. Dia pun harus mengakui keunggulan Mia dengan skor 11-21.
Pada gim kedua, Putri KW terlihat bangkit. Kemenangan 21-16 menjadi sangat penting di gim ini, untuk mempertahankan asa Indonesia bisa kembali menaklukkan wakil Denmark.
Namun, di gim ketiga, Putri KW kembali terlihat terkunci oleh permainan yang diusung Mia. Bahkan, Mia kembali unggul jauh dari Putri yang membuat skor akhir di gim ketiga menjadi 14-21.
Sedikit lebih baik dari gim pertama, tetapi itu belum cukup untuk mencegah Denmark menyamakan kedudukan tim menjadi 1-1.
Laga ketiga kemudian menyajikan pertarungan antara Anthony Sinisuka Ginting vs Anders Antonsen. Walaupun tanpa Viktor Axelsen, Antonsen juga bukan lawan mudah bagi Anthony.