Baca juga: Membedakan Suka Liga dengan Suka Tim Nasional
Keempat, pemenang turnamen adalah tim tamu. Copa America 2021 menjadi panggung bagi Argentina di hadapan suporter tuan rumah. Begitu pula dengan Italia yang merayakan gelar juara Euro 2020 di hadapan suporter Inggris yang tentu jumlahnya lebih banyak dari total suporter di tribun Maracana.
Baca juga: Penyebab Brasil Menyerah dari Argentina
Kelima, antiklimaks bagi tim tuan rumah dan tim yang punya banyak ekspektasi. Sekalipun Euro 2020 tidak sepenuhnya digelar di Inggris, tetapi final turnamennya di Inggris. Kita bisa menganggap Inggris punya ekspektasi yang serupa dengan Brasil, yaitu merayakan gelar juara mumpung finalnya di negeri sendiri.
Memang, keduanya melaju ke final dengan cara yang berbeda. Brasil menunjukkan dirinya sebagai tim yang terlihat menakutkan bagi lini belakang lawan, sedangkan Inggris seperti ingin menunjukkan dirinya sebagai tim yang berupaya tampil efektif dalam meraih kemenangan.
Tetapi, mereka punya kesamaan, yaitu ekspektasi besar saat turnamen ini terlihat seperti "memberikan jalan" untuk mereka menuju ke final. Tentu, ada jalan kalau tidak ada usaha untuk berjalan melaluinya, akan nihil dan sia-sia.
Itulah kenapa, kedua tim berupaya keras untuk dapat melaju ke final. Apalagi, kalau mereka dapat didukung langsung oleh masyarakat di negerinya sendiri.
Hanya saja, mereka lupa bahwa ekspektasi yang terlampau besar terkadang melupakan detail tertentu yang sangat penting dalam upaya meraih hasil akhir. Brasil seperti melupakan kelebihan Argentina, dan Inggris terlihat seperti menganggap dominasi permainan Italia bisa digulingkan seperti saat mengalahkan Jerman.
Pada kenyataannya, Inggris gagal menaklukkan Italia. Begitu juga dengan Brasil yang sulit mengembangkan permainannya ketika harus ditekan dengan gaya bermain kompak dan kompleks dari Argentina.
Itulah kenapa, ekspektasi yang berlebih tanpa mempertimbangkan seperti apa lawannya, juga bisa menimbulkan permasalahan dan kegagalan. Tim yang terlalu fokus dengan kelebihannya, juga bisa terpeleset, karena kurang memperhatikan lawannya.