Gambaran ini semakin diperjelas ketika Romelu Lukaku (Inter) dan Chris Smalling (AS Roma) menjadi andalan di klubnya masing-masing pasca menjadi bulan-bulanan fans di klub yang sama; Manchester United. Begitu pula dengan kembalinya Patrick Cutrone yang terlihat gagal beradaptasi dengan Wolves di Premier League, padahal sebelumnya dianggap buas di kotak penalti lawan saat ber-jersey AC Milan.
Inilah yang membuat penulis menanyakan tentang keputusan Eriksen pergi ke Serie A, meski disisi lain, penulis juga menyetujui keputusannya. Mengapa?

Sehingga, merapatnya Eriksen ke Internazionale bisa dijadikan sinyal waspada kepada Juventus, bahwa Inter sedang sangat serius untuk menghentikan dominasi Leonardo Bonucci dkk di Serie A. Namun, apakah misi itu akan berhasil?
Â
Hm.., rasanya patut untuk dinantikan laju Il Biscionne hingga akhir musim nanti bersama para pemain "alumni Premier League" tersebut.
Malang, 29 Januari 2020
Deddy Husein S.
Berita terkait:Â Goal.com (peresmian Eriksen), Okezone.com (menerka posisi bermain Eriksen), Bola.net (efek kehadiran Eriksen pada Alexis Sanchez).
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI