Jadi itulah ringkasan dari White House. Bagaimana dengan China? apa yang dikatakan Xi Jinping kepada Joe Biden?
Hari selasa (15/11) Â pihak China merilis ringkasan pembicaraan Xi jinping dengan Biden. Pihak China menggambarkan pembicaraan itu sebagai pembicaraan yang "jujur dan konstruktif".Â
Tetapi sekali lagi, Taiwan tampaknya menjadi poin penting yang jelas menggambarkan perbedaan. Â Dalam topik Taiwan, Xi Jinping mengeluarkan peringatan yang jelas kepada Joe Biden.Â
Dirinya mengatakan kepada presiden Amerika bahwa "Taiwan adalah garis merah yang tidak boleh dilanggar dalam hubungan Amerika dan China".
Berikut kata Xi Jinping kepada Biden yang saya kutip dari NYTimes. "Kami berharap dan selalu berusaha untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan. Tetapi Kemerdekaan Taiwan tidak sesuai dengan perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, seperti api dan air."
Juru bicara Negara China mengeluarkan lebih banyak detail tentang pembicaraan kedua negara. China Daily keluarkan headline "Para pemimpin China dan AS perlu menetapkan tujuan yang tepat untuk hubungan bilateral, kata Xi".
Biden tampaknya juga setuju dengan Xi Jinping. Dalam konferensi pers, beliau mengatakan tidak perlu ada perang dingin baru dengan China.Â
Begini tepatnya kata Biden, "Saya percaya bahwa tidak perlu ada perang dingin baru dengan China. Saya tidak berpikir ada upaya segera dari pihak China untuk menyerang Taiwan."
Jadi begitulah ringkasan dialog antara AS dan China di Bali, yang mungkin telah membuka jalan menuju kemajuan perdamaian.Â
Katakanlah, pembicaraan kedua pemimpin di Bali telah membentuk kerangka kerja baru bagi rivalitas kedua superpower.Â
Sekretaris Negara AS Anthony Blinken dikabarkan akan mengadakan pertemuan dengan rekan-rekan China mereka untuk membahas perbedaan-perbedaan kedua negara. Tugasnya kali ini adalah untuk mencegah perbedaan meningkat menjadi konflik.