Desa Panduman-- Tim PPK Ormawa UKKM Universitas Jember berkesempatan untuk mengikuti sosialisasi pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang diselenggarakan oleh mahasiswa dan beberapa dosen Politeknik Negeri Jember yaitu : Ir, Suwardi, M.P., Dr. Ir. Nurul Sjamsijah, M.P., Ir. Tri Rini Kusparwanti, M.P., Dr. Ir. Rahmat Ali Sya'ban, M.P., dan Eva Rosdiana, S.P., M.P. dan juga bekerja sama dengan perwakilan PPL Desa Panduman. Sosialisasi ini dihadiri oleh para petani dari Desa Panduman yang tergabung dari 8 kelompok tani. Kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan dan pelatihan mengenai cara pencegahan virus gemini dan hama thrips dengan menggunakan pestisida nabati yang bahan utamanya yaitu daun sirsak.
Daun sirsak memiliki skala yang luas dalam pengendalian hama pada tanaman, salah satunya yaitu hama thrips. Penggunakan pestisida nabati daun sirsak memiliki keuntungan dalam pengendalian hama thrips yaitu mudah terurai sehingga ramah lingkungan dan aman untuk kesehatan manusia, serta bahan yang digunakan mudah didapat dan tentunya lebih murah dibanding biaya untuk pembelian pestisida sintetik (BPTP Kalteng, 2011).
Pestisida nabati yang berasal dari bahan utama daun sirsak dengan komposisi 10 lembar daun sirsak bisa digunakan untuk 16 liter air. Alat dan bahan yang digunakan untuk membuat pestisida nabati yaitu 10 lembar daun sirsak, air, saringan, kain, ember, blender, pengaduk, dan sabun cuci piring (sebagai perata). Beberapa langkah dalam pembuatan pestisida nabati yaitu :
1. Menghaluskan 10 lembar daun sirsak dengan cara ditumbuk
2. Kemudian dicampur dengan 3 sdm sabun cuci piring dan 5 liter air
3. Diamkan selama 24 jam
4. Menyaring larutan pestisida nabati tersebut
5. 1 liter hasil larutan pestisida nabati tersebut bisa dicampur dengan 5 liter air ketika akan di aplikasikan ke tanaman
Untuk pengaplikasian pestisida nabati bisa dilakukan 1 minggu sekali di waktu sore hari, namun apabila sudah parah bisa diaplikasikan 2 kali seminggu.
Kegiatan sosialisasi diawali dengan penjelasan mengenai definisi, manfaat, cara membuat dan cara aplikasi pestisida nabati daun sirsak. Kegiatan sosialisasi berlangsung secara dua arah. Dimana selain narasumber menjelaskan materi, petani diberi kesempatan untuk berdiskusi mengenai pestisida nabati daun sirsak dan melakukan praktik dalam pengaplikasian pestisida nabati tersebut.Â
Pengetahuan dan keterampilan petani akan pestisida nabati meningkat. kemudian melakukan pembuatan pestisida nabati daun sirsak yang dilakukan dengan metode demonstrasi cara pembuatan beserta pengaplikasiannya, serta terakhir pestisida nabati tersebut akan diberikan pada petani. harapannya dengan adanya pembuatan pestisida nabati ini, dapat membantu petani cabai Desa Panduman untuk menanggulangi hama penyakit dan dapat menekan biaya pembudidayaan cabai.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI