Mohon tunggu...
DAVIN EZAR RAYHAN
DAVIN EZAR RAYHAN Mohon Tunggu... Mahasiswa - mahasiswa teknik kelautan ftk its

mahasiswa aktif di teknik kelautan ftk its

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno

Penyelesaian Permasalahan Pantai Kenjeran Surabaya

15 Oktober 2024   00:15 Diperbarui: 15 Oktober 2024   00:18 146
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Alam dan Teknologi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Anthony

solusi pada nomer 1

  • Pengelolaan Sampah: Peningkatan jumlah tempat sampah yang memadai, pemisahan sampah organik dan non-organik, serta peningkatan frekuensi pengangkutan sampah.
  • Program Edukasi dan Kesadaran Masyarakat: Kampanye sadar lingkungan melalui pendidikan formal dan non-formal untuk mengajak masyarakat dan pengunjung agar lebih peduli pada kebersihan pantai.
  • Kerjasama dengan Komunitas dan LSM: Melibatkan komunitas lokal dan organisasi non-pemerintah dalam aksi bersih pantai secara berkala, misalnya melalui kegiatan gotong royong membersihkan pantai atau kegiatan "Beach Clean Up Day."
  • Pengawasan yang Ketat: Pemerintah setempat perlu memberlakukan aturan yang tegas terkait pembuangan sampah sembarangan dengan memberikan sanksi bagi pelanggar.

solusi pada nomer 2

  • Pembangunan dan Perawatan Infrastruktur: Jalan, jembatan, dan fasilitas pendukung perlu dibangun atau diperbaiki agar akses ke pantai lebih mudah dan nyaman.
  • *  Penataan Ruang Publik: Area pantai harus ditata dengan baik, dengan memperhatikan estetika, ruang hijau, serta area publik yang bersih dan nyaman.
  • *  Sistem Transportasi Terpadu: Meningkatkan aksesibilitas dengan menyediakan transportasi umum yang terhubung ke kawasan pantai, sehingga memudahkan pengunjung mencapai Pantai Kenjeran.

Dengan penerapan solusi ini secara terpadu, Pantai Kenjeran diharapkan dapat mengalami perbaikan signifikan dalam hal kebersihan, daya tarik wisata, dan kesejahteraan masyarakat sekitarnya, sehingga menjadi destinasi wisata yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Implementasi solusi di atas memerlukan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, swasta, dan akademisi. Pemerintah perlu membuat kebijakan yang mendukung pelestarian lingkungan dan pengembangan pariwisata berkelanjutan. Masyarakat perlu dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan dan pelaksanaan program. Swasta dapat berperan sebagai mitra dalam investasi dan pengembangan infrastruktur wisata. Akademisi dapat memberikan dukungan dalam bentuk penelitian dan pengembangan teknologi.

Penyelesaian permasalahan Pantai Kenjeran memerlukan upaya yang terpadu dan berkelanjutan dari berbagai pihak. Dengan melibatkan masyarakat, pemerintah, swasta, dan akademisi, diharapkan Pantai Kenjeran dapat menjadi destinasi wisata yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Pantai Kenjeran memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata yang menarik. Namun, permasalahan yang ada harus segera diatasi agar pantai ini tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang. Melalui program edukasi, peningkatan fasilitas, penegakan hukum yang tegas, serta kerjasama dengan masyarakat dan sektor swasta, diharapkan Pantai Kenjeran dapat menjadi contoh pengelolaan wisata yang berkelanjutan.

Keberhasilan dalam menyelesaikan permasalahan ini tidak hanya akan memberikan manfaat bagi pengunjung, tetapi juga bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Dengan upaya yang konsisten dan kolaboratif, Pantai Kenjeran dapat menjadi oasis yang tidak hanya indah, tetapi juga lestari bagi generasi mendatang.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun