Mohon tunggu...
daryanto
daryanto Mohon Tunggu... Lainnya - penyuluh kehutanan

hobi makan ikan laut

Selanjutnya

Tutup

Trip Pilihan

Harmoni Alam Tanjung Puting

30 Oktober 2022   01:05 Diperbarui: 30 Oktober 2022   01:03 601
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tanjung Putting memiliki daya tarik sebagai objek wisata yang saat ini telah berkembang menjadi daerah tujuan wisata sebagai primadona pariwisata Kotawaringin Barat. Kawasan ini merupakan kediaman Orang Utan, bahkan saat ini menjadi pusat rehabilitasi Orang Utan terbesar di dunia.

Pengelolaan TNTP sebagai kawasan wisata alam dengan potensi obyek wisata yang ada untuk dapat dinikmati pengunjung meliputi: feeding Orang Utan, pengamatan satwa, treking, susur sungai, wisata pendidikan/penelitian, area camping ground, atraksi seni dan budaya. Beberapa lokasi wisata yang dapat dikunjungi adalah sebagai berikut:

  • Tanjung Harapan, merupakan bagian dari TNTP yang ditunjuk sebagai zona pemanfaatan dan dikembangkan untuk kegiatan ekoturisme serta dilengkapi dengan pusat informasi, wisma tamu dan menara pengintai.
  • Pondok Tanggui, merupakan bagian dari TNTP yang dijadikan sebagai zona pemanfaatan khusus untuk kegiatan rehabilitasi Orang Utan remaja dan semi liar merupakan habitat rusa, babi hutan dan berbagai jenis burung seperti rangkong, raja udang paruh bangau dan berbagai burung penghisap madu. Pondok Tanggui dihubungkan dengan jalan setapak ke Tanjung Harapan (kurang lebih 20 km), dan cocok bagi wisatawan yang ingin melakukan tracking.
  • Camp Leakey. Bagian dari kawasan TNTP yang ditunjuk sebagai zona pemanfaatan khusus dan sejak tahun 1970 menjadi tempat penelitian Orang Utan. Cocok sebagai tempat kunjungan wisata singkat untuk melihat Orang Utan rehabilitan yang telah liar atau semi liar, owa-owa, Wisatawan bisa melakukan tracking dan menyaksikan pemberian makan Orang Utan.

Infrastruktur sebagai penunjang kegiatan wisata yang ada berupa jenis alat transportasi Klotok, Speed Boat. Untuk akomodasi yaitu Rimba Lodge, Home Stay Sekonyer, Home Stay Masyarakat, Camping Ground dan pemandu wisata

dokpri
dokpri

Hari Pertama 26 Juli 2022

Perjalanan dari Semarang ke Pangkalan ditempuh selama 1 jam 30 menit, selanjutnya menuju penginapan untuk melanjutkan perjalanan esok harinya.

Hari Kedua 27 Juli 2022

Pada hari kedua menuju menuju Visitor Center Tanjung Putting di dermaga Kumai (07.00 WIB), pusat informasi sebagai wadah informasi dan data bagi pengunjung yang ingin melakukan penelitian atau hanya sekedar berwisata. Di tempat ini dijelaskan mengenai informasi wisata, khususnya Orang Utan yang dimana satwa tersebut sebagai obyek utama di wisata ini, seperti bagaimana satwa tersebut hidup mencari makan di alam, bertahan hidup, bereproduksi, hingga beraktifitas dikesehariannya serta informasi  flora fauna lain yang ada di TN Tanjung Putting. Pusat informasi ini juga berfungsi sebagai musium mini yang memiliki koleksi bebrapa fosil yang ditemukan di kawasan seperti Orang Utan, Buaya, Pesut, dan satwa lainnya. fosil-fosil tersebut menjadi salah satu media informasi bagi para pengunjung yang ingin meneliti mengetahui lebih jauh terkait satwa yang dapat dilihat secara langsung.

dokpri
dokpri

Titik keberangkatan menuju kawasan TN Tanjung Putting dimulai dari dermaga pariwisata di Kecamatan Kumai (07.30 WIB). Akses utama menuju kawasan melalui jalur sungai yaitu menggunakan kelotok wisata atau speadboot menyusuri sungai Sekonyer menuju Camp Leaky (13.00 WIB). Kapal Kelotok adalah transportasi yang khas untuk wisataan menuju kawasan. Kapal ini memiliki dua tingkat sehingga wisatawan bisa meinikmati pemandangan. Di Klotok juga telah disiapkan juru masak yang terjamin kualitas dan menunya untuk memenuhi masakan keinginan wisatawan. Mayoritas pemilik alat transportasi tersebut adalah masyarakat di sekitar TN Tanjung Putting. Sepanjang sungai dapat menikmati pemandangan hutan rawa air tawar dengan panorama flora yang unik sambil melakukan pengamatan satwa/fauna di sepanjang alur sungai yang dilalui.

Tiba di Camp Leaky selanjutnya tracking menuju feeding ststion (13.30 WIB), fasilitas jalan menuju feeding berupa setapak alami. Tempat tersebut merupakan lokasi pemberian pakan tambahan bagi Orang Utan, pada lokasi ini setiap pengujung dilarang untuk mendekat, erak, mengambil gambar menggunakan flash dan membuat gerakan tiba-tiba.

Camp Leakey awal mulanya adalah stasiun penelitian Orangu utan. Atraksi feeding Orang Utan menjadi atraksi utama karena menyaksikan tingkah laku Orang Utan pada saat makan, minum dan bermain bersama dengan Orang Utan lainnya. Pengunjung hampir dipastikan akan dapat menjumpai Orang Utan di Camp Leakey, sekalipun pada saat musim buah. Hal inilah yang menjadi keunggulan atraksi dengan beberapa taman nasional lainnya yang menawarkan atraksi yang sama.

Selanjutnya tracking Kembali ke klotok untuk mencari  tempat bermalam menuju Rimba Orang Utan ecolonge (18.00 WIB). Akomodasi lain penginapan di sepanjang perjalanan bagi wisatawan yaitu Hotel Alam Sekonyer dan Penginapan Terapung (Kelotok Wisata).

dokpri
dokpri

Hari Ketiga 28 Juli 2022

Pondok Tanggui adalah lokasi penelitian Orang Utan lainnya selain Camp Leakey. Atraksi utama yang ditawarkan di Pondok Tanggui sama dengan Camp Leakey, yaitu pemberian makanan kepada Orang Utan. Selain Orang Utan, atraksi lainnya yang ditawarkan pariwisata TNTP adalah aktivitas susur Sungai Sekonyer. Selain sebagai akses masuk menuju obyek wisata, Sungai Sekonyer ini juga sekaligus sebagai batas alam Kawasan. Sepanjang perjalanan Tim mendapat banyak pengalaman yang jauh berbeda dari kesehariannya, baik fasilitas, makanan maupun sensasi pemandangan. Sejak masuk muara Sekonyer wisatawan sudah disuguhi atraksi gerombolan primata di tajuk pohon, seperti Bekantan, Kera Ekor Panjang, Beruk, Lutung, bahkan tidak jarang Orang Utan liar juga sering kelihatan di sepanjang sungai.

Potensi keunikan lingkungan yang ada di TN Tanjung Puting dikemas menjadi atraksi wisata. Sekonyer menjadi desa penyangga TN Tanjung Putting dan ikut berperan aktif menjaga konservasi hutan dan flora fauna di dalamnya, melalui program persemaian dan penanaman oleh kelompok masyarakat. Desa Sekonyer memiliki homestay untuk menerima tamu local dan mancanegara. Masyarakat juga menjual souvenir, topi dari anyaman rotan, kain tenun, senjata tradisional, ornament perahu, patung Orang Utan dan kesenian. Jenis souvenir ornament sangat diminati wisatawan karena bahannya terbuat dari getah pohon nyatoh yang merupakan tumbuhan lokal, serta bentuk dan desain cukup unik dan menarik bagi wisatawan

Tiba di Pondok Tanggui (09.00 WIB) untuk menyaksikan atraksi feeding Orang Utan. Perjalanan menuju ke lokasi feeding kurang lebih setengah jam, di tempat ini Tim menyaksikan pemberian makan Orang Utan serta pengenalan gambaran hutan tropis di Kalimantan pada umumnya.

dokpri
dokpri

dokpri
dokpri

Setelah menikmati atraksi Orang Utan di Pondok Tanggui selanjutnaya kembali ke klotok untuk melanjutkan menuju Pesalat, Tanjung Harapan. Tanjung Harapan terdapat lokasi pembibitan/tempat pembuatan bibit-bibit pohon yang akan di tanam dikawasan Taman Nasional Tanjung Putting. Jenis tanaman yang dikembangkan seperti Ramin (Gonystylus bancanus), Rengas (Gluta rengas), Jelutung (Dyera constulata), Meranti (Shorea sp), Ulin (Eusideroxylon zwageri), Nyatoh (Palaquium sp), Keruing (Dipterocarpus sp), dan Tengkawang (Dracomentalis sp). Terdapat juga koleksi kebun tanaman obat dan anggrek. Di tempat ini Tim melakukan penanaman pohon sebagai kenang=kenangan dan partisipasi mendukung penghijuan di dalam kawasan.

Hari Keempat

   Pada hari ketiga tim melakukan kunjungan ke Kantor Balai TN Tanjung Putting untuk selanjutya ke esokan harinya melanjutkan perjalanan balik ke bandara Pangkalan Bun.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun