Ada cerita menarik dan paradoksial, tentang kopi dan kopi-kopian. 'Kopi' yang saya maksud adalah kopi asli, dan 'kopi-kopian' adalah kopi sachetan produk industrialis-kapitalis.Â
Bermula saat saya hendak membuat kopi asli tipe robusta dari Lombok, yang saya dapat dari pemberian seoarang kawan.
Ketika itu, temanku melihatku yang sedang menghaluskan biji kopi dengan grinder manual Edelmann, berkata:
"Eh, mau buat kopi apaan tuuh? Gaya amat, ribet amat mau ngopi aja... pakai alat-alat begitu segala, mbok ya ngopi yang sachetan itu hlo simpel gak ribet"
Lalu, aku tersenyum dan membalas,
"Yaa, ngopi ini, back to manual, demi kesehatan kok, dah terlanjur suka ngopi soalnya, hehe, ngopi dari biji asli, kalau kopi sachet tu justru yang perlu ditanyakan laah, beneran kopi atau bukaan. Orang dulu kalau ngopi ya begini, dari biji, dan bijinya dihalusin dulu... ini juga bisa untuk mensejahterakan petani kopii..."
Terus, mereka membalas,
"Kopinya pahit tu kan ga pake gula, enak yang sachet tu glo lebih nikmat..."
Saya,
"haha, ah terserah lu dah..."
Pelajaran.