Teknologi AI tidak akan menggantikan inti pekerjaan guru dalam menciptakan pengalaman belajar yang positif. Memberi inspirasi dan memotivasi murid sembari membantu mereka menemukan bakat serta minat mereka. Guru harus memastikan bahwa setiap individu murid adalah berharga dan aman secara fisik serta emosional.
Dunia terus berubah, dan begitu pula dengan teknologi AI. Guru perlu terus belajar dan berkembang untuk mengikuti perkembangan terbaru dan memastikan bahwa mereka siap menghadapi tantangan dan peluang di era digital ini. Dengan meningkatkan pemahaman tentang AI dan cara memanfatknnya, guru dapat menjadi pemimpin dalam pendidikan.
Perlu kita garis bawahi, salah satu tantangan yang sering dihadapi AI adalah dalam memberikan umpan balik kepada murid. Guru harus dapat memberikan feedback yang berkualitas, memahami subjek secara mendalam, dan menilai elemen yang subjektif hingga mengenali kreativitas dan orisinalitas siswa.
Guru sering memiliki kesadaran terhadap kondisi yang dihadapi murid-muridnya. Mereka dapat mengetahui murid-murid yang sedang kelaparan, mengalami kesulitan, atau sedang menghadapi hari yang buruk. Untuk memiliki kesadaran ini, guru memerlukan pengalaman bertahun-tahun selama mengajar di kelas dan memberikan pendekatan holistik kepada muridnya.
Untuk semua kita, para guru, orang awam, dan pemerhati AI, mulai hari ini mari kita mulai mempersiapkan diri untuk menggunakan AI sebagai tool mengajar. Ingatlah bahwa AI bukanlah musuh, melainkan teman yang dapat membantu kita meningkatkan efisiensi dan kualitas pengajaran.
Apakah kita akan digantikan oleh AI? Jawabannya adalah tidak. Karena ada satu hal yang membuat kita unggul, yaitu kemampuan kita untuk bersosialisasi, memotivasi, dan membantu siswa secara holistik. Mari kita kombinasikan teknologi modern dengan human touch yang autentik untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih baik.
Jadi, tanyakanlah apakah kita siap untuk era baru pendidikan yang dipenuhi oleh teknologi canggih? Siapa lagi yang lebih baik daripada kombinasi antara kecerdasan buatan dan kecerdasan manusia?
Mari kita mulai hari ini dengan mempersiapkan diri untuk menggunakan AI sebagai tool mengajar yang tepat, bukan sebagai pengganti kita. Kita semua harus siap untuk transformasi ini demi masa depan yang lebih cerah dan inklusif dalam bidang pendidikan.
Dengan demikian, guru tidak hanya dapat memanfaatkan AI sebagai alat bantu yang berguna tapi juga tetap memastikan bahwa peran mereka sebagai motivator, inspirator, dan pembimbing tetap relevan dan tak tergantikan.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H