Hasil Asian Games kali jauh lebih buruk dibanding Asian Games 2018 lalu. Saat itu, Indonesia mampu meraih medali perak.Â
Dengan kekalahan ini, tim beregu putera Indonesia kembali puasa gelar medali emas Asian Games. Terakhir meraih medali emas terjadi tahun 2002. Artinya, 21 tahun sudah tim beregu Indonesia puasa medali emas.Â
Berharap di individuÂ
Tentu badminton masih memiliki peluang di nomor perorangan. Anthony Ginting dan Jojo berpeluang besar meraih medali emas di tunggal putera.Â
Apalagi beberapa pemain menjadi unggulan dan mendapatkan keuntungan. Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, Gregoria Mariska Tunjung, Putri Kusuma Wardani, dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto mendapat tiket langsung ke babak kedua.
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin Leong harus berlaga melawan Lok Chong/Vong Kok Weng dari Makau pada babak pertama. Di atas kertas, Leo/Daniel seharusnya bisa meraih kemenangan.Â
Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti akan menghadapi pasangan Hong Kong Lui Lok Lok/Ng Wing Yung. Sedangkan Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi bertemu Rasila Maharjan/Anu Maya Rai asal Nepal.
Di sektor ganda campuran, lawan cenderung lebih berat. Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari akan menghadapi pasangan peringkat enam dunia Kim Won Ho/Jeong Na Eun.
Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati bertemu pasangan peringkat 15 dunia Ye Hong Wei/Lee Chia Hsin.
Bagi Ginting, Jonatan, Gregoria, Putri KW, dan Fajar/Rian, laga di babak kedua akan langsung menantang karena mereka akan bertemu sederet pemain yang kerap hilir mudik di kejuaraan-kejuaraan BWF Super Series.
Ginting kemungkinan besar akan bertemu Wang Tzu Wei. Sang juara bertahan, Jojo kemungkinan akan bertemu Chou Tien Chen yang akan tampil di babak pertama melawan Pang Fong Pui.Â
Chou Tien Chen bukan nama baru, ia adalah lawan Jojo di final Asian Games 2018 lalu. Meski sudah tidak muda lagi, tapi Chou masih cukup konsisten.