Kegiatan Yosua yang sedang menyetrika pakaian seragam sekolah itu dipotret Putri dan dikirim ke Reza disertai komentar yang menunjukkan keakraban Putri dengan Yosua dan Reza.
"Lihat ini abang kau ni, rajin kali, kau datanglah ke sini bantuin abangmu. Dia multitalenta, sampai bingung mau kasih gaji berapa, karena banyak yang dikerjakan. Bukan hanya sebagai ajudan, tapi sampai menyetrika baju anak."Â
"Kakaknya rajin bangettttt.. Luar biasa sampai nyetrika luwes bangetttt".
Keakraban Putri dengan Yosua itu juga merupakan faktor yang membuat pengakuan Putri ia telah dilecehkan secara seksual oleh Yosua janggal. Kalau benar seperti itu, tentu tak ada lagi keakraban di antara mereka. Apalagi mereka juga masih seatap sampai dengan saat kembali ke Jakarta, sebelum terjadi pembunuhan itu.
Selain itu, viral pula foto Putri Candrawathi bersama dengan tiga ajudannya. Salah satunya Brigadir Yosua yang memegang ponsel dengan tangan kirinya untuk memotret mereka. Putri berdiri mepet di belakang Yosua, tangannya memegang tangan kanan Yosua. Terkesan mesra.
Seandainya saja, dugaan Bibi Yosua tersebut di atas ada benarnya. Bahwa Putri yang menginginkan (menggoda) keponakannya itu, tetapi ditolak, lalu Putri berbalik memfitnahnya. Maka nasib Yosua yang merupakan ajudan merangkap "ART" kesayangan keluarga Ferdy Sambo itu memang dapat dibandingkan dengan sebagian kisah Yusuf dengan istri Potifar.
Hanya akhir kisah mereka berbeda bagai bumi-langit. Kisah Yusuf happy ending. Istri Potifar melaporkan Yusuf ke suaminya, Â Potifar, ia hendak diperkosa Yusuf. Potifar murka, dan "hanya" memenjarakan Yusuf. Tapi kemudian berkat ketepatannya menafsirkan mimpi Firaun hingga menyelamatkan Mesir dari musibah kelaparan hebat, berkat kejujuran, kecakapan, kecerdasannya, dan kerajinannya, akhirnya Yusuf menjadi tangan kanan langsung Firaun.
Sebaliknya dengan nasib Yosua, Â berakhir sangat tragis. Setelah ia dilaporkan Putri ke suaminya, Ferdy Sambo, ia hendak diperkosa Yosua. Suaminya itu murka, dan langsung mengeksekusi mati Yosua.
Tetapi, rupanya tangan Tuhan masih menjamah dalam kasus luar biasa ini. Sehingga rekayasa kasus Ferdy Sambo cs itu (Yosua tewas akibat dari tembak-menembak dengan Bharada E), pun berhasil dibongkar Tim Khusus bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Yosua bukan tewas karena tembak-menembak, tetapi ditembak alias dibunuh secara terencana.
Awalnya Tim  Khusus Polri tersebut menemui jalan buntu. Meskipun berdasarkan penyelidikan mereka, mereka yakin kisah terbunuhnya Yosua itu janggal, tidak sesuai dengan faktanya, tetapi mereka tidak bisa berbuat banyak karena tidak ada bukti yang bisa mematahkan skenario Ferdy Sambo cs itu. Semua rekaman CCTV tidak ada. "Hilang atau rusak".