Ahok yang datang agak terlambat, disambut dan berjabat tangan dengan Megawati, Puan Maharani, Pramono Anung, dan Hasto Kritiyanto, dan Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat. Tempat duduk Ahok juga satu meja dengan Hasto Kritiyanto, Sekjen PDIP, dan petinggi PDIP lainnya Andreas Hugo Pareira. Meja mereka persis bersebelahan dengan meja Megawati dan Puan Maharani.
Megawati mengatakan, dia tahu bahwa selama ini kerap di-bully karena isu terkait Ahok. Dia sendiri heran karena adanya fenomena itu. Sebab, dia yakin tak banyak yang tahu tentang bagaimana seorang Megawati dan PDIP sebenarnya. Namun, kerap memaksakan diri mem-bully dirinya.
"Saya kalau marah, sering bilang, yang jantan, dong. Saya kerap bingung melanjutkan (kata-katanya). Pak Ahok saya bingung, yang jantan dong," kata Megawati sambil tertawa.
Meskipun disampaikan dengan gaya bergurau, pesan dari Megawati kepada publik itu jelas bahwa meskipun Ahok sudah memutuskan ikut jalur independen, hubungan dia dengan Megawati/PDIP tetap baik-baik saja. Jika pun kelak seandainya saja kedua belah pihak harus bertarung sebagai lawan di Pilkada 2017, maka itu akan berlangsung secara sportif.
[caption caption="Megawati sedang berbicara dengan Ahok, di acara peluncuran buku Megawati, Rabu, 23 Maret 2016 (Tempo.co)"]
Saat tiba acara pembagian bukunya kepada 10 orang yang dianggap paling dekat dengannya, Megawati memilih Ahok sebagai orang pertama penerima buku tersebut langsung darinya.
Saat Ahok sedang berjalan naik panggung untuk menerima langsung buku itu dari tangan Megawati, sambutan riuh-rendah dan tepuk tangan membahana pun terdengar dari para kader PDIP mengiringi langkah Ahok. Sampai saat ketika Megawati menyerahkan bukunya itu kepada Ahok, dan keduanya berjabat tangan, sambutan meriah itu terus terdengar. Keduanya tersenyum, memberi kesempatan kepada wartawan mengabadikan momen tersebut.
Momen itu juga mengingatkan publik kembali ke acara HUT Megawati, 23 januari 2016 lalu, di kediaman Mega di Teuku Umar, Menteng, jakarta Pusat. Ketika itu, Ahok juga menjadi orang pertama yang menerima potongan tumpeng dari Megawati.
Apa yang terjadi antara Megawati dengan Ahok di acara peluncuran buku Megawati itu, mengjungkirbalikkan semua analisa Tjipta Lesmana tentang hubungan antara Megawati dengan Ahok, sebagaimana disebutkan di atas.
Di acara ILC, TV One itu, Tjipta juga mengatakan, ia yakin seyakin-yakinnya, Ahok "si anak durhaka” itu akan dikalahkan Yusril Ihza Mahendra secara telak. Ahok akan “klepek-klepek” dikalahkan Yusril secara telak, katanya.
Tetapi, semua itu baru merupakan analisa seorang yang mengaku sebagai seorang pakar komunikasi, yang justru sekarang terbukti bahwa semua analisa dia tentang hubungan Ahok dengan Megawati itu salah total.