Hujan tak sedikitpun menaruh kerinduanmu padaku
Lalu, apa lagi yang arus aku peluk?
Jika ketiadaanmu menjelma menjadi kerinduan yang aku benci
Saat aku menemui banyak luka berharap hadirmu
Aku lelah dengan harapan
Ingin ku bakar setumpuk puisi yang kau buat
Karena faktanya kau hanya mampu melukai
Seolah lupa aku pun pantas kau cintai
Jangan lagi kau tunukkan bahagiamu
Jika kebahagiaan untukku saja tidak sanggup kau berikan
Pintaku tak banyak,aku hanya ingin berada di sisimu dan menamparmu dengan tangis yang tak berkesudahan
Memuntahkan segala kecewa karena terlalu mabuk oleh penantian
Berarap kebahagiaan darimu seolah alan menuu neraka
Tanpa terasa aku sudah melewatinya dengan derai tangis dan kebencian yang nyata
Syurga kebahagiaan mana lagi yang harus ku harapkan
Sedangkan kau tak memiliki kerinduan sedikitpun terhadapku
Ternyata kehadiranku hanya kau adikan pelampiasan, tanpa sedikitpun kau perduli betapa sedihnya bila aku tanpamu
Jakarta, 23 Februari 2024
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI