Mohon tunggu...
DANAR STYORINI
DANAR STYORINI Mohon Tunggu... Penulis - inisiator komunitas kemenag klaten menulis

klaten

Selanjutnya

Tutup

Worklife

6 Tips Cerdas Menghadapi Rekan Kerja yang Hobby "Cari Muka"

12 Januari 2023   14:54 Diperbarui: 12 Januari 2023   15:05 764
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Worklife. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

"eh siapa mukanya yang hilang..he he.."

Di dalam dunia kerja hampir kehidupan kita berada di tempat kerja, berangkat pagi pulang sore, sehingga tidak terlepas kita bergaul lebih banyak dengan rekan kerja.

Mungkin juga kita pernah berada dalam situasi yang menyebalkan dan tidak pernah kita harapkan, atau mungkin kita bertemu dengan orang yang berkarakter yang tidak mudah kita terima.

Dalam dunia kerja kemungkinan orang yang "cari muka" itu menginginkan jabatan atau biar terlihat pintar dan profesionalistas, sehingga menjatuhkan orang dengan cara melalui lisan ataupun perbuatan.

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI) mencari muka itu artinya berbuat sesuatu dengan maksud supaya mendapat pujian atau sanjungan (dari atasan atau orang lain).

Perilaku rekan kerja yang suka mencari muka  selalu berusaha lebih unggul dan merugikan orang lain, tidak jarang malah menjatuhkan orang lain, hal seperti itu terasa menyebalkan dan memuakkan.

Berikut 6 tips cerdas menghadapi lingkungan dan rekan kerja yang suka cari muka, diantaranya adalah;

  1.  Abaikan perilakunya

Perilaku rekan kerja yang cari muka biasanya suka bergosip bahkan tidak jarang membicarakan rekan kerja lainnya, maka berhati-hati saja, jangan menangapi berlebihan apa yang di lakukannya.

Tetapkan bekerja sesuai tupoksimu dan secara professional, lebih baik tidak terlibat dalam permainannya dan usahakan jangan menanggapi perilakunya yang kurang baik itu.

  1. Kendalikan Emosi

Pemandangan sehari-hari di tempat kerja, melihat rekan yang suka "cari muka" itu menyebalkan, karena bisa jadi mereka memperalat temannya sendiri untuk mencapai tujuannya, di saat tidak ada atasan  selalu baik pada rekan yang lainnya, namun kekita atasan datang semuanya berubah, maka dilihatkan bahwa dialah yang paling unggul di kalangan  rekan kerjanya.

  1. Jangan di jadikan tempat bercerita

Rekan kerja, bahkan duduk berdekatan, setiap hari bertemu dalam bingkai kerja. Terkadang ada masalah yang ada pada kita, terkadang juga butuh teman curhat agar bisa mengurangi beban masalah.

Sekali-kali jangan menjadikan rekan kerja itu tempat kita bercerita atau curhat, karena orang seperti itu sudah tidak dapat kita percaya, bisa-bisa masalah kita sampai kemana-mana bahkan bisa jadi akan menjadi rahasia umum.

  1. Bekerjalah secara professional

Bekerja pada dasarnya adalah mencari rezeki yaqng halal, dengan Cara halal pula, jika mempunyai rekan kerja yang suka "cari muka". Tetaplah bekerja dengan ikhlas dan kerjakan tupoksi dengan sebaik-baiknya.

Terkadang orang yang "cari muka" itu di hadapan atasan selalu saja menunjukkan keloyalan dan keberhasilannya dalam bekerja, nanti setelah atasan pergi atau tanpa sepengetahuan atasan bisa jadi teman kerja lainnya di suruh untuk membantu pekerjaan, maka jangan kamu terima atau tolak saja perintahnya.

  1. Tegasi sifatnya, dekati orangnya

Kesabaran ada batasnya, saat rekan kerja selalu saja bersaha meminta bantuan pekerjaannya bahkan menindasnya, maka kita harus bertindak tegas, buktikan bahwa kita bukan orang yang lemah.

Jangan biarkan mereka menindas kita, hanya karena mereka menginginkan pujian bahkan lebih jauh menginginkan naik jabatan.

  1. Contoh yang baik

Tunjukkan bahwa perbuatan seperti itu tidak baik, tegurlah apabila salah dan membuat orang lain sakit hati.

Tunjukkan bahwa orang lain itu perlu di hargai dan dijaga perasaannya. Manusia itu ada kelebihan dan kelemahannya, dan manusia yang baik adlaah baik untuk dirinya sendiri dan bisa menjadi contoh untuk orang lain.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun