Mohon tunggu...
Danan Wahyu Sumirat
Danan Wahyu Sumirat Mohon Tunggu... Buruh - Travel Blogger, Content Creator and Youtuber

blogger gemoy

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

Konten Kreator Bengong Saat Famtrip

7 September 2022   19:00 Diperbarui: 7 September 2022   19:05 193
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Seharusnya dengan rundown yang diberikan oleh panitia, konten kreator sudah paham konten apa yang akan dibuat. Jika mau lebih kristis melakukan riset, agar tidak terlalu "kosong" saat famtrip. Bisa mencari informasi dan mengobrol dengan narasumber di lokasi wisata. Jadwal famtrip memanglah ketat, perlu trik khusus untuk mendapatkan konten dalam waktu singkat. Jika kita tak pandai memanajamen waktu maka tak akan mendapatkan apa-apa. Saat famtrip usai kebingungan tak punya stok konten.

Lalu apa kabar dengan konten kreator yang terbisa mengandalkan tim (videografer / fotografer pribadi). Sebagai catatan di luar negeri tak banyak pihak yang mengundang konten kreator dengan tim besar. Masalah utama dibujet. Jika  bisa mengundang beberapa influencer atau konten kreator, untuk apa mengundang satu influencer  dengan pasukan.  Influencer yang terbiasa diundang ke iven famtrip biasanya lebih mandiri, tak hanya pandai bergaya di depan kamera tapi memiliki skill mumpuni di belakang kamera. Sudah menjadi hal lumrah bahu saling membahu dengan influencer lain untuk mengambil konten. Tapi jelas si otak mereka sudah memiliki  konsep yang kuat.

Saya pernah mengikuti sebuah famtrip di luar negeri yang pesertanya influencer dan konten kreator papan atas. Untuk memfoto sebuah jamuan, kami bersama-sama melakukan plating dan menyusun makanan sekitar setengah jam. Setelah itu masing-masing mengambil konten foto dan video. Saya terkagum melihat dua beauty influncer pukul 6 pagi sudah bersiap melakukan sesi pemotretan. Sambil menggeret koper berisi pakaian dan produk mereka memburu lokasi foto terbaik. Tanpa fotografer profesional mereka saling mengambil foto layaknya profesional.

Lalu bagaimana dengan influencer yang tak paham situasi, mengandalkan orang lain tapi tak bisa diandalkan. Ketika famtrip waktunya lebih banyak untuk mingle dibandingkan mengambil konten. Saat famtrip usai dengan entengnya minta stok foto atau video ke peserta lian  untuk diedit, meyakinkan konten tak akan sama karena akan diedit dengan cara yang berbeda.

Baiklah dari sini kita coba menelaah. Dalam dunia jurnalistik televisi hal ini diharamkan tapi di dunia media sosial praktik ini dianggap lumrah. Dengan mudahnya orang mengunduh video milik orang lain lalu memposting ulang tanpa meminta ijin. Ketika ditegur dengan entengnya membela diri bahwa mereka juga melakukan kerja keras dengan mengunduh dan mengedit ulang.

"Jurnalis saja tak paham etika jurnalis apalagi jurnalis warga dan netizen yang budiman", curhat teman saya yang videonya sering wara-wiri di televisi tapi tak ada permintaan ijin dari televisi apalagi royalti.

"Saya paham etik, jika ada vlogger atau blogger yang begitu hanya oknum", protes  saya merasa tersinggung.

Paham Hak dan Kewajiban
Iming-iming  jalan-jalan gratis kadang membuat orang lupa bahwa di balik glamor famtrip ada kewajiban yang menunggu. Jika jurnalis memiliki job description  tertentu,  pertanyaannya apakah semua freelance konten kreator paham kewajiban dan etika profesinya.

Meski memiliki tim di balik layar minimal seorang influencer paham proses kreatif di balik layar. Jadi tanpa perlu disuruh tahu apa kebutuhan dasar sebuah konten. Kita memang hiatus selama dua tahun,  harusnya  pemain lama paham aturan main famtrip. Mungkin selera pasar berubah tapi tetap dasar sebuah konten adalah ide dan informasi yang dikumpulkan di lapangan. Kemudian saat di lapangan sebanyak-banyaknya mengambil bahan baku konten.

Bagi pemain baru selamat datang di dunia konten kreator profesional. Pandemi mengajarkan bahwa modal tampang saja  tak bisa diandalkan di dunia maya. Selera pasar berubah-ubah apalagi algoritma media sosial. Kreativitas adalah kunci untuk tetap bertahan.  Bagi mereka yang besar karena hanya mengandalkan tim, jangan berkecil hati jika dipanggil jagoan lokal. Karena untuk bisa go internasional konten kreator butuh value lebih. Mampu bekerja mandiri menghasilkan konten. Masih berani ikutan famtrip?

Tenang famtrip tak seseram itu kok, banyak waktu juga untuk bersenang-senang. Tapi saat disuruh membuat konten jangan ngang-ngong, bengong.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun