Mohon tunggu...
Damasus Fandianus Jeragu
Damasus Fandianus Jeragu Mohon Tunggu... Guru - Guru di SMPN SATAP HELUNG

Damasus Fandianus Jeragu

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Jurnal Refleksi ke 8

30 November 2022   20:32 Diperbarui: 30 November 2022   20:37 1224
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

JURNAL REFLEKSI  MINGGU KE- 8

CALON GURU PENGGERAK ANGKATAN 4

KABUPATEN MANGGARAI TIMUR

Baca juga: Budaya Positif

OLEH

DAMASUS FANDIANUS JERAGU, S.Pd

Jurnal refleksi minggu ke-8 saya susun berdasarkan model 5M yang diadaptasi dari model 5R.  Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.

  1. Mendeskripsikan Reporting)  menceritakan ulang peristiwa yang terjadi

  2. Merespon Responding) menjabarkan tanggapan yang diberikan dalam menghadapi peristiwa yang diceritakan, misalnya melalui pemberian opini, pertanyaan, ataupun tindakan yang diambil saat peristiwa berlangsung.

  3. Mengaitkan Relating) menghubungkan kaitan antara peristiwa dengan pengetahuan, keterampilan, keyakinan atau informasi lain yang dimiliki.

  4. Menganalisis Reasoning) menganalisis dengan detail mengapa peristiwa tersebut dapat terjadi, lalu mengambil beberapa perspektif lain, misalnya dari teori atau kejadian lain yang serupa, untuk mendukung analisis tersebut.

  5. Merancang ulang Reconstructing) menuliskan rencana alternatif jika menghadapi kejadian serupa di masa mendatang.

  6. Mendeskripsikan Reporting)  menceritakan ulang peristiwa yang terjadi

 

Pada modul 1.4, diawali dengan 1.4.a.3 mulai dari diri yaitu Budaya positif. Pada bagian ini, CGP diminta untuk Mengaktifkan pengetahuan awal tentang dan apa yang telah dipelajari sebelumnya tentang konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara dihubungkan dengan konsep budaya dan lingkungan positif di sekolah, mulai dari pengantar, pertanyaan 1 sampai 4, refleksi, harapan untuk diri sendiri,harapan pada murid serta ekspetasi. Kemudian dilanjutkan dengan 1.4.a.4 Eksplorasi Konsep Budaya positif. Pada bagian ini, CGP diminta untuk memahami serta menyelesaikan beberapa tugas yang berkaitan dengan Eksplorasi konsep untuk Budaya positif yang terdiri dari beberapa bagian yaitu.

2.1. Perubahan Paradigma -Stimulus Respon lawan  Teori Kontrol. Disini CGP diminta dapat memahami miskonsepsi tentang kontrol dan selanjutnya mengadakan perubahan paradigma stimulus-respon menjadi teori kontrol. CGP juga  melakukan refleksi atas penerapan praktik disiplin yang dijalankan di sekolahnya.

2.2. Arti Disiplin dan 3 Motivasi Perilaku Manusia. Disini CGP diminta dapat memahami konsep disiplin positif dihubungkan dengan teori motivasi perilaku manusia, serta konsep motivasi internal dan eksternal.

2.3. Keyakinan Kelas, Hukuman dan Penghargaan. Disini CGP diminta untuk dapat memahami pentingnya memiliki keyakinan kelas sebagai fondasi dan arah tujuan sebuah sekolah/kelas, yang akan menjadi landasan dalam memecahkan konflik atau permasalahan di dalam sebuah sekolah/kelas, yang pada akhirnya akan menciptakan budaya positif. 

2.4. Lima (5) Kebutuhan Dasar Manusia. CGP diminta untuk memahami bahwa setiap tindakan murid dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka yang berbeda-beda dan agar menjadi individu yang selamat dan bahagia, kebutuhan dasar harus terpenuhi secara positif. CGP memahami bahwa kebutuhan dasar dapat dipenuhi dengan cara positif atau negatif oleh karena itu peran guru adalah memberdayakan anak agar dapat memenuhi kebutuhannya secara positif.

2.5  Lima (5) Posisi Kontrol . CGP dapat melakukan refleksi atas praktik disiplin yang dijalankan selama ini dan dampaknya untuk murid-muridnya. CGP dapat mengetahui dan menerapkan disiplin restitusi di posisi Monitor dan Manajer agar dapat menciptakan lingkungan positif, aman, dan nyaman dan dapat menghasilkan murid-murid yang lebih mandiri, merdeka, dan bertanggung jawab.

2.6 - Segitiga Restitusi. CGP dapat memahami dan menerapkan restitusi melalui tahapan dalam segitiga restitusi sebagai salah satu cara menanamkan disiplin positif pada murid sebagai bagian dari budaya positif di sekolah agar menjadi murid merdeka

Kemudian CGP diminta untuk dapat mendemonstrasikan pemahamannya mengenai konsep-konsep inti dalam modul Budaya Positif dengan membentuk komunitas praktisi dengan CGP lain. Pada tahap ruang kolaborasi ini, CGP akan berkolaborasi dengan CGP lain untuk membuat komunitas praktisi. Ruang kolaborasi ini akan terbagi menjadi dua bagian yaitu kerja kelompok (2JP) dan forum diskusi sinkronus bersama fasilitator(2JP). Pada sesi ini, CGP akan melakukan kerja kelompok dengan ketentuan sebagai berikut. Dalam kelompok masing-masing, pelajari kasus-kasus yang disediakan. Lakukan analisis mendalam terhadap kasus-kasus yang disediakan dan jawablah pertanyaan-pertanyaan di tiap kasus yang disajikan.

  1. Merespon Responding) menjabarkan tanggapan yang diberikan dalam menghadapi peristiwa yang diceritakan, misalnya melalui pemberian opini, pertanyaan, ataupun tindakan yang diambil saat peristiwa berlangsung.

 

Dalam mengikuti pembelajaran, saya merasa tertantang karena materi ini adalah materi baru bagi saya. Dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan, saya selalu membuka kembali modul, bahan ajar, maupun membuka di internet berkaitan dengan kata-kata yang merasa sangat sulit. Saya sangat semangat dalam pembelajaran, terutama dalam ruang kolaborasi karena saya bisa berbagi pengalaman dan menemukan inspirasi dari pengalaman rekan lain. Saya selalu berusaha menyelesaikan setiap tugas dengan baik dan tepat waktu.

 

  1. Mengaitkan Relating) menghubungkan kaitan antara peristiwa dengan pengetahuan, keterampilan, keyakinan atau informasi lain yang dimiliki.

Budaya positif sangat berkaitan erat dengan keseharian menjadi guru maupun orang tua di rumah. Hal-hal yang telah terbiasa dilakukan di sekolah, ternyata sebagian besar adalah bayangan, misalnya guru mengontrol murid, memberikan penguatan positif, dan hak untuk memaksa. Dalam mengambil solusi atas permasalahan, guru hendaknya bertindak sebagai manajer yang menyadarkan murid atas kesalahnya, menguatkan keyakinan murid, dan mengarahkan untuk memperbaiki diri.

 

  1. Menganalisis Reasoning) menganalisis dengan detail mengapa peristiwa tersebut dapat terjadi, lalu mengambil beberapa perspektif lain, misalnya dari teori atau kejadian lain yang serupa, untuk mendukung analisis tersebut.

Penerapan disiplin di sekolah selama ini, banyak yang bertentangan dengan budaya positif. Misalnya disiplin tepat waktu. Siswa yang terlambat akan diberikan sanksi tetapi belum dapat memperbaiki kesalahannya. Ketika menghadapi murid yang bermasalah, terkadang posisi guru adalah sebagai penghukum dan pembuat orang merasa bersalah. Padalah, dampaknya tidak baik bagi psikologis anak dan tidak memperbaiki kesalahan yang diperbuat.

  1. Merancang ulang Reconstructing) menuliskan rencana alternatif jika menghadapi kejadian serupa di masa mendatang.

Untuk menghadapi kegiatan pembelajaran selanjutnya, saya berkeyakinan bahwa saya mampu melakukannya. Pengamanan belajar selama ini telah membekali diri saya dengan kemampuan belajar mandiri, berpikir kritis, kreativitas menemukan solusi permasalahan, mampu berkolaborasi dalam menyelesaikan tugas, dan komunikatif dalam menyampaikan ide/gagasan. Di kelas, saya akan menggali keyakinan kelas untuk dipedomani oleh murid. Apabila memukan murid bermasalah, saya bisa menerapkan segitiga restitusi untuk membantu murid memperbaiki kesalahannya. Dalam melaksanakan tugas sebagai guru, saya akan terus mengamalkan nilai-nilai guru penggerak untuk mencapai visi yang dilandasi dengan budaya positif.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun