Mohon tunggu...
Damanhuri Ahmad
Damanhuri Ahmad Mohon Tunggu... Penulis - Bekerja dan beramal
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Ada sebuah kutipan yang terkenal dari Yus Arianto dalam bukunya yang berjudul Jurnalis Berkisah. “Jurnalis, bila melakukan pekerjaan dengan semestinya, memanglah penjaga gerbang kebenaran, moralitas, dan suara hati dunia,”. Kutipan tersebut benar-benar menggambarkan bagaimana seharusnya idealisme seorang jurnalis dalam mengamati dan mencatat. Lantas masih adakah seorang jurnalis dengan idealisme demikian?

Selanjutnya

Tutup

Kurma Pilihan

Tarawih Perdana, Jemaah Masjid Berkah Membludak

3 April 2022   14:56 Diperbarui: 6 April 2022   13:21 596
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ceramah Ramadhan sesudah Isya jelang Tarawih di salah satu masjid di Kabupaten Agam. (foto dok rudi yudistira)

Jadi, kita ikut awal puasa atas keputusan pemerintah, jangan ragu dan khawatir. Kita termasuk kelompok mayoritas dan terbesar tentunya.

Namun, kita tetap menghargai dan menghormati orang yang telah duluan atau belakangan tanggal satu Ramadhan-nya dari kita.

Yang paling penting itu, adalah mensyukuri atas nikmat Allah SWT yang telah mempertemukan kita dengan bulan yang penuh berkah ini.

Banyak teman, tetangga, kawan, bahkan dunsanak kita yang meninggal duluan dari kita.

Mereka tak bersua dengan Ramadhan tahun ini. Sedangkan kita, Alhamdulillah masih sehat dan berjumpa dengan puasa.

Dalam pengajian singkat setelah Shalat Isya berjemaah, ustad ini menyampaikan pentingnya masyarakat untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas puasanya dari tahun ke tahun.

Nabi Muhammad Saw, kata dia, hanya sembilan kali Ramadhan berpuasa, sejak pertama kali datang perintah puasa hingga dia wafat.

Kita, malah ada lebih dari itu. Bahkan sudah 50 kali Ramadhan bersua ya. Tentu amat patut untuk dievaluasi, sejaumana tingkatan puasa dan ibadah Ramadhan yang kita kerjakan.

Nabi Muhammad Saw menyebutkan dalam hadisnya, betapa banyak hambaku yang puasa, tapi tidak mendapatkan apa-apa selain haus dan lapar.

Artinya, kondisi ini tentu ada pada orang yang beramal tanpa ilmu pengetahuan. Tidak ada tempat sandarannya dalam berpuasa, sehingga tak menghasilkan amal ibadah bernilai pahala besar.

Ramadhan adalah bulan kita umat nabi. Seluruh anak ibadah berlipat ganda pahalanya. Bulan ini adalah bulan keberkahan yang amat luar biasa untuk umat muslim.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kurma Selengkapnya
Lihat Kurma Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun