V2 = Pulut Uri
V3 = Gumarang
V4 = Sukmaraga
Faktor Kompos Kulit Biji Kopi (K) terdiri dari 3 Taraf :
K0 = 0 t/ha (0 g/ polybag)
K1 = 15 t/ha (75 g/polybag)
K2 = 20 t/ha (100 g/polybag) H\
HASIL DAN PEMBAHASAN
Tinggi tanaman
   Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara perlakuan varietas dan kompos kulit biji kopi terhadap tinggi tanaman. Jagung bersari bebas yang berbeda tidak memiliki kondisi keseragaman yang sama dengan yang lain, seperti penyesuaian diri pada lingkungan yang mampu dalam keseragaman pilihan. varietas jagung bersari bebas tidak memiliki keseragaman penampilan di lapangan seperti hibrida.
        Ketidakseregaman ini dapat diminimalisasi suatu varietas bersari bebas mengalami penyeleksian atau penyesuaian diri pada kondisi lingkungan tersebut, sehingga mampu memberikan fenotipe. Pertumbuhan tanaman semua varietas sangat cepat hingga umur 42 HST, dan menurun hingga konstan hingga umur 63 HST. Tinggi tanaman membuat lingkungan adaptasi jagung, tetapi tidak membuat korelasi dengan pertumbuhan. Perlakuan kompos kulit biji kopi 100 g/polybag berpengaruh sangat nyata dalam peningkatan pertumbuhan tinggi tanaman yang memberikan nilai tertinggi yaitu 210,70 cm. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa kompos kulit biji kopi dapat memperbaiki sifat tanah, sehingga mengurangi pertumbuhan tinggi tanaman. Kompos kulit kopi sebagai organik dapat meningkatkan sifat fisik, biologi, dan kimia tanah sehingga bermanfaat untuk pertumbuhan vegetatif. mengemukakan bahwa penambahan pupuk organik, sifat fisik, biologi, dan kimia tanah menjadi lebih baik dengan penambahan pupuk organik, sifat fisik, biologi, dan kimia. kulit kopi akan berdampak pada tanah yang remah dan gembur.