Mohon tunggu...
mohammad mustain
mohammad mustain Mohon Tunggu... penulis bebas -

Memotret dan menulis itu panggilan hati. Kalau tak ada panggilan, ya melihat dan membaca saja.

Selanjutnya

Tutup

Hukum Pilihan

Hebohnya Berita Kerabat Prabowo Bobol ATM BCA

17 Maret 2019   20:16 Diperbarui: 17 Maret 2019   20:45 1184
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Percakapan di grup WA para penulis blog tempat saya ngrumpi tiba-tiba saja heboh gara-gara ada teman yang mengunggah berita soal penangkapan keponakan Prabowo Subianto yang membobol anjungan tunai mandiri (ATM) BCA. Seorang teman lain mengingatkan agar tidak mengunggah berita yang belum tentu kebenarannya.

Dengan legowo teman grup itu lantas menghapus postingannya. Eh tak lama kemudian seorang teman lain mengunggah sebuah link berita tentang topik yang sama. Dia berpesan agar tidak membuka dan menyebarkan link berita itu, karena dinilai bisa jadi jebakan. Saya ikuti saran dia untuk tidak membuka link itu. Ini terjadi pukul 12.23.

Sampai pukul 15.00, berita soal keponakan Prabowo Subianto ditangkap polisi karena membobol ATM itu reda. Eh pukul 15.08, teman yang pertama kali mengunggah berita itu di grup kembali menggunggah sebuah link berita tempo.co yang membenarkan berita itu. Benar bahwa keponakan jauh Prabowo Subianto ditangkap polisi karena membobol ATM BCA.

Kejadian di grup WA itu menggambarkan bagaimana kehati-hatian dalam menyikapi sebuah berita yang menyangkut tokoh tertentu. Ini sekaligus menggambarkan bagaimana sikap ekstra karena khawatir terjebak berita palsu dan menyebarkannya yang berdampak secara hukum. 

Terus terang, perasaan was-was itu selalu ada sebagai penulis blog, termasuk juga ketika menyerap sebuah informasi.

Saya jadi teringat ketika kasus Setya Novanto dulu. Saat itu sempat ada ketakutan di kalangan pegiat medsos karena begitu mudahnya pembuat meme bahkan karikatur dilaporkan sebagai pelanggaran hukum. Menulis artikel opini saat itu juga serasa berdiri di atas jebakan takut jatuh dan menginjak duri tajam.

Kini di tengah banjir berita hoax masih ada ketakutan serupa. 

Beberapa waktu lalu, lupa pastinya, pernah juga ada kabar simpang siur tentang tokoh politik berinisial FZ yang terlibat masalah dengan seorang wanita. Kabar itu terlalu vulgar dan menyangkut harkat seorang anak pula. Beberapa teman penulis mengingatkan agar tidak mempercayai dan menyebarkan berita itu karena bisa saja itu jebakan yang berdampak secara hukum.

Kembali ke berita penangkapan kerabat Prabowo Subianto tadi. Sikap anggota grup WA para penulis masih sama. Ada kehati-hatian, ada kekhawatiran tentang berita jebakan yang berimplikasi secara hukum. Itu semua memaksa kami untuk hanya mempercayai berita yang dibenarkan media arus utama. Sikap hati-hati yang wajar.

Alangkah baiknya jika sikap hati-hati semacam ini tidak hanya diterapkannya dalam menyikapi berita yang menyangkut tokoh besar dan keluarganya. Sikap seperti itu terkesan terpaksa karena takut terhadap tokoh ini itu yang punya kekuatan. Sementara terhadap berita yang tidak melibatkan tokoh seperti itu kita bisa saja tidak bersikap sama.

Meskipun begitu, sikap hati-hati dalam menyikapi berita penangkapan kerabat Prabowo Subianto itu ada hasilnya juga. Setidaknya, kita jadi tahu klarifikasi dari Wakil Ketua Umum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad bahwa benar Ramyadjie Priambodo kerabat Prabowo Subianto yang menjabat bendahara Tuna Indonesia Raya (Tidar) organisasi sayap Partai Gerindra, ditangkap polisi.

Dasco juga membantah berita yang beredar bahwa uang hasil membobol ATM BCA itu mengalir ke Tidar dan Hashim Djojohadikusumo adik Prabowo. 

Dia menyatakan akan melaporkan ke polisi jika ada yang menyebarkan berita seperti, yang dinilainya mendiskreditkan Hashim Djojohadikusumo dan Gerindra.

Kita tinggalkan Dasco dengan segala pembelaannya atas Hashim Djojohadikusumo dan Gerindra. Kita bahas dulu berita penangkapan kerabat Prabowo Subianto itu versi polisi. Ternyata penangkapan kerabat Prabowo Subianto itu sudah cukup lama, yaitu 26 Februari 2019 lalu atau sudah hampir tiga minggu. Dan, hebohnya baru sekarang.

Keponakan jauh Prabowo Subianto yang bernama Ramyadjie Priambodo itu kata polisi ditangkap di Jl Jenderal Sudirman, Jakarta. Dia merupakan warga Menteng Jakarta Pusat dan bekerja wiraswasta. 

Kerugian akibat kasus ini Rp 300 juta. Polisi juga menyita masker yang dikenakan tersangka saat mengakses ATM, kartu ATM, dan dua kartu ATM putih yang sudah ada duplikasi data, laptop, ponsel dan peralatan skimming.

Jadi sudah benar adanya berita keponakan Prabowo Subianto ditangkap polisi karena membobol ATM BCA itu. Yang berbeda dengan informasi yang sebelumnya beredar adalah hubungannya antara pelaku pembobolan ATM itu dengan Prabowo Subianto. Benar dia terhitung keponakan namun dia adalah keponakan jauh kata Sufmi Dasco Ahmad.

Benar bahwa pelaku adalah bendahara Tunas Indonesia Raya (Tidar) saya organisasi Gerindra namun uang hasil pembobolan ATM itu dibantah Sufmi Dasco Ahmad mengalir ke Tidar dan Hashim Djojohadikusumo.

Yang menarik dari kasus ini, selain sensasi hebohnya beritanya, adalah selang waktu penangkapan dan terungkapnya kasus ini ke publik. Sebagai kasus kejahatan yang menyangkut orang yang terkait organisasi politik dan punya hubungan kekerabatan dengan Capres Prabowo Subianto, meski hanya keponakan jauh, kasus ini relatif lama terungkapnya.

Biasanya, kasus seperti itu dengan cepat menyebar. Entah karena wartawan yang bertugas di Polda Metro Jaya terlalu sibuk dengan berita lainnya, atau ada hal lainnya, belum ada informasi soal itu. 

Pastinya, informasi tentang keponakan jauh Prabowo Subianto yang membobol ATM memang lambat terungkap ke publik.

Begitulah, hebohnya berita keponakan jauh Prabowo Subianto yang ditangkap polisi karena membobol ATM BCA. Heboh yang terlambat hampir tiga minggu.

Salam damai

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hukum Selengkapnya
Lihat Hukum Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun