Mohon tunggu...
Cut Ayu
Cut Ayu Mohon Tunggu... -

Hasiholan Siregar

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Pilihan

Pecatur Putri Indonesia Peringkat 7 dan 9 Dunia

22 Mei 2014   21:40 Diperbarui: 6 Juni 2016   16:43 4164
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Berita menggembirakan dan mengejutkan datang dari Federasi Catur Internasional (FIDE), yang menempatkan dua pecatur putri Indonesia pada urutan 7 dan 9 ranking dunia pecatur Junior untuk kategori Rapid Chess (Catur Cepat). Duagadismanis ini adalah GMW Medina Warda Aulia dan MI Chelsie Monica Sihite.


Siapapun pasti setuju bahwa mencapai posisi 10 besar dunia dalam olahraga apapun bukanlah hal yang mudah. Sebagai perbandingan, PSSI   cukup bangga Indonesia menduduki peringkat 152 FIFA bulan Mei 2014.

GM Hikaru Nakamura pecatur Amerika Serikat peringkat 1 dunia Rapid Chess, baru-baru ini mengatakan bahwa Catur Cepat adalah masa depan catur. Catur klasik yang berlangsung 3-7 jam terlalu lama dan cenderung membosankan. Dengan mempercepat waktu pertandingan menjadi 30 menit atau satu jam, Catur Cepat  jauh lebih baik untuk penonton atau media televisi yang meliputnya.

Siapakah kedua pecatur putri yang membanggakan ini? Mari  berkenalan dengan mereka.

GMW Medina Warda Aulia

Dara berusia 17 tahun  kelahiran 7 Juli 1997 ini adalah Grandmaster Wanita kedua Indonesia. Dia memecahkan rekor Grandmaster yang dicetak oleh Irene Kharisma Sukandar, Grandmaster Wanita pertama  Indonesia dalam usia 16 tahun 2 bulan. Irene sendiri meraihnya dalam usia 16 tahun 7 bulan.

14007439631195981691
14007439631195981691


Belajar catur dari ayahnya, Nur Muchlisin yang memang gemar bermain catur, Mediana langsung jatuh hati.“Catur seperti permainan perang-perangan,” katanya.Otaknya memang cemerlang. Sejakkecildia selalu menjadi juara satu di kelas.Diajarkan selama tiga bulan dan diikutkan dalam kejuaraan tingkat DKI, Medina meraih juara satu. Setelah tingkat DKI, Medina kembali mengikuti kejuaraan di tingkat nasional (kejurnas). Tidak tanggung-tanggung, dia keluar sebagai juara pertama.

Untuk lebih mengasah kemampuannya, Medina didaftarkan ke Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA) di Bekasi. Terkendala biaya, Mediana hanya didaftarkan sebagai member SCUA. Dia tidak bisa ikut les catur penuh, tetapi boleh mengikuti pertandingan internal.

Bakat Medina langsung bersinar. Hanya bermodalkan latihan dengan ayahnya, Medina tanpa ampun menumbangkan siswa-siswi SCUA. Dia selalu jadi juara satu. Melihat berlian terpendam ini, Direktur SCUAlangsung menawari Medina ikut program SCUA. Kali ini gratis.

Usaha ini tidak sia-sia. Pada tahun 2006 dia langsung menjuarai kelompok umur 10 tahun Kejuaraan Catur DKI.Sejak itu langkahnyasulit dibendung. Satu persatu gelar juara dia sabet.Kemudian pada kejuaraan dunia tingkat pelajar ke-4 yang diadakan di Singapura, Juli 2008, Medina menyabet medali emas untuk Kelompok Umur 11 tahun.

Medina memang beruntung, karena diberi kesempatan untuk mengikuti berbagai turnamen di dalam maupun di luar negeri. Puncaknya adalah saat mengikuti Kejuaraaan Catur  Dunia Junior 2013 diKocaeli, Turki, Medina melengkapi norma Grandmaster ketiganya sekaligus berhak menyandang gelar yang diimpikan setiap pemain catur: Grandmaster!

Apakah Medina puas dengan pencapaian ini? Tentu saja tidak,Saya ingin seperti Judith Polgar,”katanyasaat ditanya cita-citanya enam tahun yang lalu.Judith Polgar adalah Grand Master (tanpa embel-embel “Wanita”) asal Hungaria kelahiran 23 Juli 1976. Dia tercatat sebagai pecatur dunia perempuan terkuat dalam sejarahsampai saat ini.

Chelsie Monica Ignesias Sihite

Chelsie Monica Sihite, lahir diBalikpapan tanggal 2 November 1995. Bungsu dari 3 bersaudara ini belajar catur dari ayahnya  sejak kanak-kanak karena tertarik melihat keasyikan sang ayah bermain catur. Dari situ, dia minta diajari dan ternyata disinilah bakat besar Chelsie terlihat.

Dia mendapatkan gelar WIM (Woman International Master) atau MIW (Master Internasional Wanita) tanpa harus melalui tiga kali norma MIW pada ASEAN+ Age Group Chess Championship 2011 di Tarakan, Kalimantan Timur, 13-19 Juni 2011.  Salah satu prestasi Chelsie yang mengesankan adalah saat menjadi Juara 1 Turnamen Catur Piala Gubernur Chelyabinsk, Rusia, tahun 2011.

14007440721543544255
14007440721543544255


Oh ya, Chelsie ini adalah pecatur pujaan Mbah Mupeang, suhu catur Kompasiana. Chelsie menurut si Mbah adalah pecatur yang selalu bermain tajam dan berani  mengambil resiko. Setelah melihat beberapa partai Chelsie, saya setuju dengan pendapat si Mbah ini.

WGM Antoaneta Stefanovapecatur asal Bulgaria yang pernah melakukan pertandingan catur segitiga dengan  Medina dan Irene di Jakarta mengatakan, Indonesia memiliki banyak talenta-talenta catur terbaik terutama putri.

“Irene dan Medina  memiliki potensi menjadi juara dunia.Keduanya harus banyak diberikan kesempatan mengikuti berbagai turnamen di luar negeri. Mereka butuh pengalaman, terutama dalam menjalankan strategi bermain catur. Pengalaman ini hanya bisa didapat ketika bertanding di luar negeri dengan mengikuti turnamen yang juga diikuti pecatur-pecatur dunia,” kata Stefanovaseperti dikutip dariSportanews.com

Legenda hidup  catur Indonesia  GM Utut Adianto pernah mengatakan bahwa Indonesia banyak memiliki talenta catur. Soalnya tinggal bagaimana menemukan dan memolesnya. Salah satu kendala catur di Indonesia, selain soal biaya, adalah pilihan hidup antara catur dan sekolah. Banyak bakat pecatur muda akhirnya tenggelam karena orang tua lebih mendorong anak mereka untuk fokus di jalur sekolah.

Ini memang persoalan klasik yang menimpa cabang olahraga yang tidak bergelimang uang sepertisepak bola,tennisdanbulu tangkis  misalnya. Pemerintah harus jeli melihat dan mendukung potensi  olahraga yang bisa membawa harum nama Indonesia di tingkat dunia. Seperti  yang dikatakan Stefanova: “ Dengan program yang bagus dan sering mengikuti turnamen level dunia, mereka akan menjadi pecatur yang tangguh.”

Bentuk dukungan tidak harus berbentuk dana, tetapi membantu mencarikan sponsor dari perusahaan swasta besar atau BUMN yang sekarang sedanggandrung dengan apa yang disebut dengan Company Social Responsibility  (Tanggung Jawab Sosial Perusahaan). Bila Pertamina mampu menggelontorkan uang miliaran rupiah untuk mendukung Rio Haryanto untukmenjadi juara dunia balap mobil GP2, catur juga perlu mendapat dukungan karena mereka sekarang sudah berada di pentas dunia.


Foto: indonesiarayanews.com www.tribunnews.com
 Sumber: Potret Catur, Wikipedia, FIDE, sorot.news.viva.co.id


HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Olahraga Selengkapnya
Lihat Olahraga Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun