Pada akhir sesi beberapa guru diminta untuk mempresentasikan hasil dari visualisasi peta yang telah dibuat sebagai bukti bahwa apa yang telah diberikan dan diajarkan pada kegiatan pelatihan ini dapat tersampaikan dengan baik. Terlihat beberapa guru yang menjadi peserta pelatihan peningakatan literasi dan numerasi ini sangat antusias untuk mempresentasikan hasil kerja mereka berupa peta 3D yang dihasilkan Microsoft Excel. Salah satunya adalah Ibu Eka Puspitasari, S.Pd yang memaparkan hasil 3D Map nya yang menunjukkan tingginya kasus covid di beberapa daerah berdasarkan usia, jenis kelamin dan tempat tinggalnya. Terlihat bahwa daerah di Jawa Timur yang paling banyak terkena kasus covid di dominasi oleh Kota Surabaya.
Program ini juga mendukung inisiatif pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan kapasitas guru. Diharapkan dengan adanya kolaborasi antara Universitas Negeri Malang dan MGMP Geografi Kabupaten Lumajang, akan tercipta model pembelajaran yang inovatif dan berkelanjutan yang dapat diadopsi oleh daerah lain. Keberhasilan program ini akan menjadi langkah penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan berorientasi pada masa depan, dimana teknologi dan data menjadi bagian integral dari proses pendidikan. Dengan demikian, kolaborasi yang terjalin ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga menjadi pondasi bagi pembangunan pendidikan yang lebih baik di masa depan. Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, Departemen Geografi Universitas Negeri Malang dan MGMP Geografi Lumajang optimis bahwa dengan adanya inovasi dan integrasi teknologi dalam pembelajaran, diharapkan dapat menciptakan generasi muda yang lebih kompeten dan siap menghadapi tantangan di masa depan.
Penulis : Corrie TeresiaÂ
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H