Pembelajaran berdiferensiasi menuntut guru agar cermat memanfaatkan aneka model pembelajaran yang dapat mendorong proses pembelajaran bermakna. Model pembelajaran yang diterapkan selain dijadikan rujukan untuk mendorong peserta didik berpartisipasi dalam pembelajaran, juga dijadikan sarana mengembangkan berpikir kreatif, kritis dan inovatif peserta didik.
Problem Based Learning (PBL) menjadi salah satu opsi yang dapat digunakan sebagai upaya guru mengasah nalar kritis peserta didik. PBL merupakan salah satu model yang dirancang dapat mengaktifkan dan melatih peserta didik dalam mengembangkan proses berpikir tentang materi pelajaran yang dibahas. Karakteristik PBL adalah adanya masalah yang dijadikan sebagai basis pembelajaran. Masalah tersebut selanjutnya ditugaskan guru untuk dibahas oleh peserta didik.
PBL merupakan model pembelajaran yang bersifat opereratif yaitu melatih peserta didik berpikir memecahkan masalah. Sehingga PBL bukan bersifat figuratif yaitu proses pembelajaran yang lebih menekankan pada figure guru, sehingga peserta didik hanya menerima penjelasan guru.Â
Oleh sebab itu PBL dapat memberikan proses pembelajaran yang dapat melatih peserta didik mengembangkan nalar kritis dan kreatifnya. Maka PBL merupakan model pembelajaran dapat melatih peserta didik berpikir metakognitif. Â
Tujuan PBL
PBL mempunyai tujuan mengembangkan keterampilan peserta didik untuk belajar mengembangkan keterampilan meneliti dan kemmpuan memecahkan masalah baik bersifat personal maupun kolektif. PBL juga bertujuan untuk membentuk perilaku dan keterampilan social (Agus Suprijono,2016).
Menurut Trianto (2016) terdapat tiga ciri penting yang menandai pembelajaran berbasis masalah. Pertama, merupakan aktivitas pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik. Proses pembelajaran ditandai dengan aktivitas berpikir, berkomunikasi, mencari solusi masalah dan berusaha menyimpulkan. Kedua, pembelajaran yang berorieantasi pada pemecahan masalah. Ketiga, pemecahan masalah dilakukan dengan menggunakan pola berpikir ilmiah.
Bagaimana guru menerapkan Problem Based Learning dalam pembelajaran berdiferensiasi?Â
Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan guru dalam menerapkan PBL pada pembelajaran berdiferensiasi.
1) Menetapkan tujuan pembelajaran
2) Menjabarkan gaya belajar peserta didik. Sekedar mengingatkan bahwa gaya belajar ada tiga yaitu auditori, visual dan kinestetik. Ciri ketiganya dapat dilihat pada tabel berikut:
3) Mejabarkan konten, proses dan produk berdasar tujuan pembelajaran. Setelah guru melakukan identifikasi gaya belajar peserta didik, selanjutnya dirancang proses pembelajarang berdiferensiasi melalui tiga aspek yaitu konten, proses dan produk pembelajaran.
Desain Pembelajaran Bediferensiasi dengan Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning
Mapel  : IPS (Sosiologi) Â
Materi : Kelahiran dan Kajian Sosiologi
Kelas   : X
Tujuan Pembelajaran:
- Peserta didik dapat menjelaskan peristiwa di Eropa abad XIX yang melatarbelakangi lahirnya ilmu Sosiologi
- Peserta didik dapat menganalisis masalah berupa fakta-fakta yang terjadi pada peristiwa Revolusi Perancis dan dan Revlusi Industri
- Peserta didik dapat menemukan gagasan tentang kelahiran ilmu sosiologi berdasar hasil analisis peristiwa revolusi Perancis dan revolusi Insdustri
- Melakukan refleksi. Refleksi dilakukan untuk memperoleh umpan balik maupun evaluasi  keterlaksanaan penerapan PBL dalam pembelajaran berdiferesnsiasi. Refleksi juga bisa digunakan sebagai bahan masukan guru untuk bisa menerapakan PBL yang didasarkan pada aspek diferensiasi yang lain seperti tingkat kemampuan, multi kecerdasan peserta didik, tipologi otak (kanan/kiri),dll.
Pada akhirnya pembelajaran berdiferensiasi juga menuntut kita sebagai guru, untuk terus mengembangkan literasi yang terkait aneka model, pendekatan pembelajaran dalam mendampingi segenap keunikan potensi dan kepribadian peserta didik. Oleh sebab belajar sepanjang hayat bagi guru adalah misi profesi yang harus tetap dijunjung tinggi.
Referensi:
- Agus Suprijono.2016.Model-model Pembelajaran Emansipatoris.Pustaka Pelajar. Yogjakarta.
- Trianto Ibnu Badar.2017.Mendesain Model Pembelajaran Inovatif, Progresif dan Kontekstual.Kencana.Jakarta.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI