Sekolah dengan segenap komponen mutunya dituntut cerdas memahami tanda-tanda zaman. Hal tersebut dimaksudkan agar dapat memberikan respon atau jawaban terhadap dinamika zaman yang terus berubah. Perubahan yang terus-menerus sebagai konsekwensi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khusussnya dalam bidang informasi dan komunikasi.
Menyikapi derap langkah peradaban tersebut sekolah juga dituntut adaptif dalam memberikan konsep layanan kepada peserta didik, khususnya layanan di luar pembelajaran, lebih khusus dalam kegiatan kegiatan class meeting.
Pertandingan antar kelas biasanya diadakan pada akhir semester setelah peserta didik mengikuti tes akhir semester (penilaian akhir semester). Pada umumnya kegiatan class meeting dilaksanakan melombakan beberapa jenis olah raga seperti bola voly, futsal dan jenis olah raga lain. Selain itu ada juga yang melengkapi dengan kegiatan seni.
Semua kegiatan tersebut tetap penting. Sebab kegiatan tersebut realitanya juga bisa membuat peserta didik dapat melepaskan kepenatan setelah sekitar satu pekan mengikuti kegiatan tes. Namun perlu inovasi terkait dengan kondisi zaman yang sudah jauh berubah. Inovasi tersebut merupakan upaya sekolah dengan segenap komponen mutunya agar dapat beradaptasi dengan kondisi generasi sekarang yang sering disebut dengan generasi Z.
Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa generasi Z adalah generasi handphone yang sudah super canggih. HP tidak saja sebagai alat komunikasi, namun juga sebagai sumber edukasi. Bahkan sudah menjadi pelengkap gaya hidup anak-anak generasi Z.
Generasi ini konon merupakan anak-anak yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Perbedaan mendasar tentu lebih ditandai dengan canggih dan mutakhirnya pengetahuan dan teknologi. Salah satunya adalah jenis-jenis permainan (game online).
Sekitar sepekan ini sekolah tempat bertugas penulis hingar bingar dengan kegiatan class meeting. Kegiatan ini diprakarsai oleh wakil kepala sekolah urusan kesiswaan. Adapun komandan kegiatan ini adalah ketua OSIS yaitu M.Khilman Lubby. Kegiatan tersebut sekaligus sebagai obat rindu pertemuan anak-anak setelah dua tahun pandemi yang melarang ada kegiatan yang mengundang banyak orang (termasuk class meeting).
Seperti biasanya ada gelaran olah raga dengan berbagai jenisnya. Bola volley putra putri menjadi agenda favorit. Ditambah futsal yang juga mengundang banyak masal. Ditambah beberapa kegiatan lain yang sudah ditetapkan oleh para pengurus OSIS. Salah satunya adalah kegiatan lomba antar kelas Mobile Legend. Nama yang masih asing di telinga penulis dan juga baru kali ini ada gelaran jenis perlombaan itu.
Mengenal Mobile Legend
Sebagai guru yang masuk kategori generasi MPT (Menjelang Purna Tugas) sangat asing dengan istilah tersebut. Penulis memperoleh istilah itu ketika menengok kerumunan anak-anak di Gedung Serba Guna sekolah yang biasanya digunakan guru-guru untuk olah raga tenis lapangan. Saat itu gedung  dipadati ratusan anak-anak.  Penulis bertanya kepada salah satu siswa, lalu disebut istilah mobile legend.
Lalu tertariklah untuk menulis hal tersebut di layar kompasiana. Sekedar berbagi jika belum banyak ditulis. Namun jika sudah, biar menambah koleksi saja. Takut salah dalam menuliskan hal-hal pokok masalah tersebut, maka penulis memanggil ketua OSIS (M.Khilman Lubby) untuk menjelaskan hal ikhwal tentang hal tersebut. Selanjutnya minta tolong salah satu pengurus (Salma Masithah) untuk menuliskan singkat tentang mobile legend.Â
Kata mereka mobile legend adalah salah satu jenis game online yang menuntut strategi cerdas untuk bisa mengalahkan lawan. Mengapa demikian? Sebab pada tiap tim terdapat hero-hero yang siap mengalahkan hero-hero tim lawan.
Oleh sebab itu setiap tim agar bisa mengalahkan musuh harus bisa mengatur strategi yang padu dan efektif. Setiap tim terdiri dari 6 siswa yang terdiri dari 5 sebagai pemain, 1 siswa sebagai official atau cadangan. Dalam setiap pertandingan terdapat dua tim yang bertanding. Maka dalam setiap tim harus ada distribusi tugas siapa saja sebagai pemegang senjata dan siapa yang ditunjuk sebagai perisai (pertahanan menghadapi lawan). Selain itu dalam pertandingan terdapat operator yang memantau jalanya pertandingan dan komentator pertandingan.
Penentuan pemenang
Terdapat beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai penentuan tim yang menang:
1) Ada tim yang mengambil pilihan menyerah
Biasanya tim ini dari segi kekompakan (kerjasama) tidak maksimal. Sehingga ketika bertanding ingin segera menang. Ketika lawan masih terus bisa bertahan, mereka kemudian mengambil pilhan menyerah.
2) Salah satu tim dapat mengancurkan basis pertahanan lawan. Sehingga semua hero yang ada pada tim musuh dapat dilumpuhkan.
3) Memang ada skor, namun penentu kemenangan byukan jumlah skor, namun keberhasilan menghancurkan pertahanan lawan.
Sebagai salah satu kegiatan yang ditentukan oleh OSIS, maka kegiatan ini mempunyai beberapa tujuan:
1) Kebersamaan tiap-tiap kelas terjalin. Sebab yang menentukan 6 perwakilan kelas adalah masing-masing kelasnya.
2) Melatih siswa menjunjung tinggi sportivitas.
3) Melatih tim masing-masing kelas berpikir kreatif, kritis agar dapat memenangkan pertandingan.
4) Memaksimalkan partisipasi semua siswa dalam berbagai jenis lomba yang ditentukan.
Mobile legend hanya satu dari sekian banyak kebutuhan generasi Z. Maka ulasan di atas hanya merupakan secuil cerita betapa generasi dengan segenap kategorinya membutuhkan pendampingan sesuai dengan konteks zamannya (termasuk kegiatan class meeting).Â
Oleh sebab itu sekolah dengan segenap kompenen mutunya (secara khusus guru) dituntut tanggap terhadap kebutuhan zaman peserta didiknya.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI