Mohon tunggu...
Chaerul Sabara
Chaerul Sabara Mohon Tunggu... Insinyur - Pegawai Negeri Sipil

Suka nulis suka-suka____

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi: Ibu

23 Juni 2020   06:11 Diperbarui: 23 Juni 2020   06:19 89
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Ibu adalah payung tempat berteduh di siang yang terik membakar 

Ibu yang rela terbakar demi cintanya yang tak berbatas padamu 

Ibu adalah hulu sungai cinta kasih yang tak pernah kering bagimu

Ibu adalah muara sungai keluh kesah yang tak pernah jenuh mendengarmu

Sayangi Ibumu karena di telapak kakinya telah diletakkan surga untukmu

Namun tetes airmata kepedihannya adalah minyak bagi api di neraka jahanam  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun