By Christie Damayanti
                            Sebuah pintu besi tua peninggalan Soviet di sebuahjalan kecil perkotaan Tashkent .....
Â
Aku tidak atau belum menemukan sama sekali tentang denah rumah2 tua penduduk di Tashkent, yang mungkin juga di seluruh Uzbekistan.
Awalnya, aku hanya beroikir jika rumah2 landed tua yang tersebar di beberapa area di seluruh Uzbekistan, terutama di ibukota Tashkent adalah rumah2-landed biasanya. Tetapi, aku mulai ingin tahu lebih jauh lagi, apa yang terdapat di balik pintu2 kayu tua itu. Karena, dari luar tidak terlihat ada bangunan di balik pintu2 tua itu dan sebagian pintu2 tua itu bukan hanya 1 daun saja, tetapi sampai 4 daun.
Aku sudah pernah melihat sekilas ketika ada seseorang yang membuka pintu tua tersebut, dan ternyata di balik pintu tua tersebut adalah ruang luar yang luas dan terdapat beberapa bangunan di dalamnya.
Jadi, aku tahu dan yakin bahwa di belik pintu2 tua tersebut adalah ruang luar luas yang terdiri dari beberapa bangunan yang mungkin bangunan2 itu adalah rumah2 kecil yang dipakai oleh sebuah keluarga besar dalam satu area "rumah tua".
                   Benar2 pintu2 tua 1 daun yang di dalamnya terdapat area luar dan beberapa bangunan di sekitarnya .....
Â
Atau, mungkin bangunan2 tersebut merupakan fungsi sebuah rumah masing2, seperti fungsi ruang tamu, fungsi ruang keluarga, fungsi kamar tidur. Yang banyak terdapat di kompleks sebuah rumah tradisional di Bali atau di negara2 Amerika latin.
Beruntungnya aku adalah, aku bisa masuk ke 2 jenis rumah tua dalam 1 area "rumah tua" tersebut. Yang mempunyai banyak bangunan dan masing2 punya fungsi sendiri2 dan yang mempunyai banyak bangunan dengan bangunan2 itu adalah beberapa rumah dari 1 keluarga besar mereka.
Dan, ada lagi sebuah rumah tua tetapi mereka renovasi menjadi sebuah hotel unik dan cantik. Masing2 bangunan dalam aera tersebut menjadi kamar2 hotel yang mereka sewakan kepada tamu2 dari luar negeri .....
***
Kebutuhanku untuk melalang buana dengan kursi roda adalah salah satunya untuk melihat, mengamati, merasakan bahkan membuktikan berbagai macam hal tentang arsitektural di semua negara. Termasuk mengamati dan merasakan bagaimana warga local survive serta merasa nyaman denagn kehidupan mereka.
Walaupun rumah2 tua era sebelum Soviet dan peninggalan Soviet merupakan rumah2 tua yang bikin aku sedikit "merinding, tetapi memang rumah2 tua tersebut sangat nyaman dengan pepohonan besar yang selalu ada disana.
Untuk rumah2 tua yang mempunyai banyak rumah tua di balik pintu2 tua, aku sudah masuk di Bukhara. Dimana rumah tua itu difungsikan sebagai pabrik keramik tradisional yang sudah berumur 6 generasi. Silahkan baca di tulisanku,
Sebuah Rumah Tua untuk Pabrik Keramik Tradisional dengan Berbagai Desain Piring Keramik Klasik
Cerita tentang rumah tua yang ternyata setelah kami masuk di dalam dan belakang pintu kayu tua itu, dengan berbekal Zoyir yang melobi seseorang yang sedang memetic buah apricot dari pohon2 di dalam rumahnya, merupakan sebuah rumah hanya di tinggali oleh sebuah keluarga saja.
Dan, bangunan2 yang ada di dalam nya adalah bangunan dengan fungsi2 rumah masing2. Ada ruang tamu yang bergabung denagn ruang keluarga. Ada beberapa ruang untuk kamar2 pribadi. Ada ruang makan, ada kamar mandi dan sisanya merupakan ruang terbuka untuk taman dan banyak pepohonan besar yang membuat ruamh itu sangat rindang.
Yang aku agak bingung dengan fungsi rumah tua tersebut adalah, bahwa jika malam hari mereka ingin makan atau ke kamar mandi, mereka aka nagak jauh dari ruang keluarga atau dari kamar2 tidur mereka. Apalagi jika gelap dan hujan ....
Bermula Zoyir bertanya kepada seorang yang sedang memetic buah apricot di ujung sana, dan meminta tolong untuk bisa masuk ke rumahnya .....
Â
Semua ruang disana, ada undak2annya, sehingga aku pun tidak bisa naik turun sendirian harus dibantu Zoyir. Kursi rodaku pun tidak bisa masuk ke dalam pintu 1 daun dari kayu uta. Sehingga, jika ada salah satu anggota kekuarga mereka dalam keterbatasan, aku tidak tahu bagaimana mereka bisa survive .....
Pertanyaannya lagi adalah,
Apakah mereka tidak ingin mengubah cara hidup mereka dengan lebih nyaman?
Jika ada orang tua atau yang terbatas (tongkat atau kursi roda), bagaimana mereka menjalankan hidup mereka?
Apakah karena memng mereka dalam taraf terbatas tentagn dana sehingga dibiarkan saja rumah tua tersebut, hanya diperbaiki sekedarnya saja?
Atau, karena mereka sudah merasa nyama denagn  pola hidup yang trebentuk sejak lama seperti itu, sejak jaman (mungkin) sebelum era Soviet?
***
Dari rumah tia ini, kami berjalan lagi dan menemukan rumah dengan pintu 2 daun dengan kayu tua tetapi sudah di pernis ulang dan tertulis "hotel". Kami pun masuk, dan terlihat sebuah hotel dengan bangunan tua yang di renovasi dan bangunan2 di dalamnya diubah menjadi kamar2 hotel! Sebuah kreatifitas dan inovasi yang menyenangkan!
Sebuah rumah tua yang diubah menjadi hotel kelas Melati yang cantik dan unik! Pintu kayu tua yang dipernis ulang, adalah pintu masuk ke area hotel ini dan kamar2 nya ada 8 buah dari ruang2 tua yang diubah menjadi kamar hotel .....
***
Prinsipnya, semua bisa diubah dengan kreatifitas masing2. Dari rumah2 tua yang bisa menjelma menjadi modern serta bisa menjadikan pemasukan bagi mereka.
Yang aku tahu selama disana, aku baru menemukan hotel dari sebuah rumah tua di Tashkent. Aku lupa menayakannya kepada Zoyir, apakah banyak hotel2 kelas Melati ini dari rumah2 tua? Nanti aku akan tanyakan.
Tetapi, memang ini menjadi alternatif bari penduduk local untuk membantu Tashkent enjadi kota modern denagn membawa wisatawan2 dunia untuk datang dan tinggal beberapa hari disana .....
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI