By Christie Damayanti
Â
Aku tidak menemukan cerita dan konsep, mengapa permukiman Lucky Height tidak ada di Google. Tetapi, ketika aku berjalan2 di Bedok ini, aku benar2 tertarik untuk masuk ke permukiman ini.
Mengapa?
Ketika aku berjelan di pedestrian, bersebeerangan dengan permukiman Lucky Height ini, ternyat aku melihat bahwa permukiman ini jauh diatas perbukitan Bedok. Dan, aku bisa melihat dengan jelas, bahwa permukiman ini untuk naik ke atas ada ramp dari 2 sisi, kanan dan kiri, dari permukaan jalan tempat aku berpijak sampai ke atas!
Karuan saja aku benar2 ingin mencoba naik, dan aku menyeberang jalan utama Bedok untuk menuku ke permukiman Lucky Height. Bukan hanyha ingin melihat detail permukiman itu, tetapo juga ingin mencoba ramp tinggi dari permukaan jalan utama Bedok sampai masuk ke permukiman Lucky Height.
Â
Â
Memulai jalanku lewat ramp tinggi untuk naik ke perbukitan Bedok Lucky Height, aku mulai menaiki ramp menuju puncak dan sangat excited, karena ramp sangat nyaman dengan lebar 120 cm. Saat itu, sekitar jam 11.00 dan tidak ada seorang pun yang naik atau turun ramp ditempat aku berada.
Lucky Height ini, sepertinya mempunyai lokasi yang sungguh strategis. Jika dengan mobil,mereka maauk ke pe5rmukiman ini lewat jalan belakang dan untuk pejalan kaki dengan ramp atau tangga yang juga ada di sisi ramp.
Pejalan kaki lewat ramp atau tangga ini, karena menuju ke community center Bedok yang lengkap dengan pasar untuk melanja kebutuhanj sehari2. Klo di Jepang, minimart ada di seluruh sudut kota, tidak drmikian dengan Singapore.
Minimart di Singapore tidak banyak, Â bahkan setiap aku keliling di area Singapore, aku jarang melihat minimart2 disana. Kata mas Kardy Chiu, untuk belanja sehari2 mereka memang ke pasar. Karena memang Singapore setara dengan Indonesia, yang masih bergantung kepada pasar tradisional.
Aku bisa melihat dari atas ramp, betapa Bedok area ini sangat nyaman dengan pepohonan hijau dan lingkungannya yang bersih dan rapih. Sangat enak untuk tempat tionggal .....
Begitu sampai diatas, sejauh mata memandang adalah permukiman yang mewah, rumah2 "landed house" yang benar2 "tertutup" dari jalan raya, tetapi mereka bisa memantau jalan raya Bedok. Aku suka sekali dengan konsepnya!
Jika aku tidak melihat ramp tinggi dengan 2 sisi itu, mungkin aku tidak terpikir ada perumahan mewah di atas perbukitan Bedok ini, dandarid jalan raya seolah yang terlihat hanya perbukitan hijau Bedok saja ......
Tiba2 mas Kardy Chiu WA sku karena pekerjaannya sudah selesai dan dia akan menyusulku, setelah aku share-lock posisiku. Aku menunggunya, dan tidak berapa lama kemudian, dia datang dan kami mulai Bersama menyusuri permukiman mewah Lucky Height Estate.
Area itu benar2 terlihat nyaman dan Sejahtera. Tidak terlihat sama sekali orang keluar masuk rumah atau mobi;l2 yang datang atau pergi. Entah, apakah memang demikian di sana, tetapi kami berdua justru nyaman berceloteh berteriak2 disana, hahahaha .....
Â
Mas Kardy Chiu berjalan di depanku dan aku mengikutinya agak jauh, karena aku sibuk dengan menmgamati dan foto serta video lingkungannya. Jika jarak semakin jauh, dia pasti berhenti dan menungguku ......
Dari atas perbukitan Lucky Height Estate ini, kami ternyata menuruni perbukitan, menuju kaki bukit ini, dengan lingkungan yang asri sesuai denagn foto diatas ini, dan suara2 burung berkicau, benar2 kami menikmati lingkungan itu .....
***
Properti tanah sering dipandang sebagai perumahan yang setara dengan mencapai tingkatan teratas dalam tangga sosial masyarakat oleh banyak warga Singapore. Meskipun diskusi tentang mana yang lebih baik antara membeli condominium dan membeli "landed house", mungkin tidak akan pernah berakhir, karena memang tidak ada bandingannya dalam hal ukurannya, tempat tinggal yang luas, dan privasi.
Bukan hanya di Singapore saja, juga di seluiruh dunia tentang membeli rumah dalam condominium atau landed house.
Ketika kita membeli properti, mereka tidak hanya mendapatkan rumahnya saja, namun juga seluruh bagian tanah dimana rumah tersebut dibangun. Kebebasan untuk memiliki sebidang tanah adalah salah satu alasan utama mengapa permintaan akan landed house di Singapore terus meningkat.
Berbeda dengan membeli properti untuk tujuan investasi, membeli landed house, membutuhkan lebih banyak kepemilikan rumah. Namun, yakinlah bahwa manfaat gaya hidup ini sepadan dengan biayanya. Lahan sisa yang ada di rumah landed house, dapat berguna untuk meningkatkan taraf hidup warga karena benar2 "hidup di bumi", dibandingkan dengan tinggal di Gedung bertingkat ......
Landed house bisa dijadikan taman depan yang indah, atau diubah menjadi halaman belakang yang produktif, atau sekadar dijadikan tempat rekreasi anak2 mereka untuk bermain dan bersenang2.
Â
Contoh dengan 2 landed house besar di foto ini, keluarga mampu menciptakan keharmonisan keluarga untuk Sejahtera tanpa haruis keluar rumah untuk bersenang2. Anak2 bisa bermain naik turun rumah bertingkat, dan mungkin inilah yang terjadi ketika aku tidak menemukan seorang pun disana, karena mungkin mereka benar2 menikmati rumah mewah mereka, tanpa harus bermain di luar rumah ......
Yang jelas, walau hanya sepintas dan selintas aku berkeliling sebuah permukiman Lucky Height ini, aku sudah bisa merasakan, betapa nyamannya tinggal disini, dengan keluarga yang Sejahtera. Aku hanya bisa semakin iri dengan Singapotre, karena aku belum bisa beranjak betapa Indonesia seharusnya bisa melakukan seperti ini, asal ada kemauan serta focus dan berkomitmen untuk mensejahterakan warga Indonesia ......
Sampai kaki perbukitan ini, kami[un mulai berjalan lagi, menujun tempat2 yang menarik untuk kujadikan percontohan bagi Jakarta khusus nya .......
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H