Mohon tunggu...
Christie Damayanti
Christie Damayanti Mohon Tunggu... Arsitek - Just a survivor

Just a stroke survivor : stroke dan cancer survivor, architect, 'urban and city planner', author, traveller, motivator, philatelist, also as Jesus's belonging. http://christiesuharto.com http://www.youtube.com/christievalentino http://charity.christiesuharto.com

Selanjutnya

Tutup

Hobby Pilihan

"Filateli Kreatif" Itu Harus Sebebas Burung di Udara atau Paus yang Berimigrsi ke Seluruh Samudra

18 November 2019   10:35 Diperbarui: 18 November 2019   10:42 75
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Dokumentasi pribai Warna shocking pink muda, dengagn bunga SAKURA yang sangat cantik, masih mau mengatakan Filateli Kreatif bukan sebuah karya filateli? Terserah saja

By Christie Damayanti

Awalnya, ketika aku baru bergabung ke komunita Filateli, aku bingung, bagaiana aku bisa memamerkan koleksi2ku yang sudah ribuan jumlahya, sejak aku masih SD. Melihat2 di beberapa grup filateli di Facebook, atau datang ke undangan Pameran Filateli di Jakarta, sampai akhirnya aku menemukan ide untuk ikut serta memamerkan koleksi2ku.

Awalnya juga, aku belum berpikir untuk pameran pribadi. Lah, mau ikut pamean bersama saja, aku tidak bisa, setelah aku banyak bertanya kepada senior2 filateli di KFJ (Kantor Filateli Jakarta), waktu itu. Diputar2 sedemikian, sampai akhirnya aku benar2 sadar, memang tidak gampang untuk berpameran, bahkan berpameran bersama .....

Awalnya lagi, aku belum menerti tentang filateli. Aku baru banyak membaca tentang ini, sampai akhirnya akuberada di sebuah titik, bahwa Filateli Indonesia "hanya" diounyai oleh filatelis2 senior dengan dana yang lumayan besar, untuk bisa berpameran.

Itupun, kita harus pnuysk skill khusus untuk bisa "masuk" di komunitas ini. Secara, untuk berpameran pun ada aturan2 yang ketat serta dana yang besar karena kita harus "berburu" prangko2 atau benda2 filateli lainnya, untuk bisa melengkapi dalam 1 tema.

Sebuah pameran filateli secara nasioal atau internasional dan itu semua dilombakan. Padahal, aku hanya ingin berpameran saja, bukan untuk dilombakan .....

Sehingga, pada titik itu aku pasrah, bahwa mungkin aku tidak bisa ikut berpameran ......

Pda suau hari di tahun 2012, tiap Sabtu aku pasti ke KFJ untuk diskusi atau kongkow dengan teman2 filatelis lainnya, sampai Kepalan KFJ, Bp Rizal almarhum, berminat untuk mengadakan pameran tunggal untukku, setelah beliau kagum dan tertarik dengan koleksi dan desain2 ku untuk dipamerkan.

Itulah Pameran Tunggal Pertama, bertema DISNEY di TMII, dan setelah itu berturut2 pameran2 ku bersama atau pribadi sampai sekarang, dan tahun 2019 ini adalah Pameran Filateli Kreatif ku yang ke-18. Dengan rekor, reward dan award dari berbagai intansi serta semua media .....

Tahun 2011, adalah pertama aku keuar dari kepompongku dan menghasilkan Pameran Filateli Kreatif, tetapi yang mendesain adalah PT Pos Indonesia, juga di TMII.

***

Aku juga baru sadar bahwa, Filateli Indonesia masih sangat konvensional ketia kita dituntut untuk lebih kreatif. Sekarang, filateli hanya sekedar hobi untuk "orang tua" saja, karena yang berhobi filateli seakan adalah yang dulunya memang suka sekali berkirim2 surat dengan prangko.

Tetapi, ternyata di seliuruh dunia mereka berlomba dengan kreatifitas sedemikian untuk mengajak anak2 muda mereka mempunyai alternative hobi yang tidak kalah menariknya dengan hobi2 modern lainnya.

Mereka berkreati untuk memulai cara membawa anak2 muda mereka lebih sadar tentang sebuah "karya" lewat menulis surat. Salah satunya adalah Postcrossing. Bersurat2an sambil tukar menukar kartupos kepada teman2 di seluruh dunia!

Dengan koleksi2ku yang hampir memenuhi 1 lantai di lantai ke-2 rumahku, aku harus memutar otak untuk memamerkan tema2 tertentu, dengan keterbaasan2ku yang hanya memakai 1 tangan (kiri) saja.

Akhirnya, timbul ide yang banyak filatelis berkata bahwa "koleksiku bukan filateli", karena bercampur dengan berbagai barang koleksi di 1 tema. Tidak ada aturan sama sekali bagaimana aku mau memamerkan, dan tidak perlu pendapat untuk memamerkan.

Karena untukku, kreatifitas itu tidak bisa dilarang dan di cegah. Kreatifitas itu bebas merdeka tanpa aturan. Yang diatur hanya tentang "tidak mengganggu orang lain", saja ......

Akhirnya, dengan keterbatasanku dan dengan niat dan hariku yang terdalam, aku berjuang untuk mengedukasi msyarakat lewat FILATELI KREATIF ku, walau tidak ada yang membantu dan bayak rintangan2 yang harus aku lalui .....

Sakarang,

Bagaimana aku mendesain materinya?

Dengan 1 tangan (kiti) ku, tidak mudah untuk membungkus prangko2 yang cukup kecil, dengan plastik2 OHP yang harus di solder. Solusinya bagaimana?

Ya, dengan membungkus prangko itu, dan ditempel dengan selotip2 di belakangnya! Semakin kecil prangko, semakin rumit pula aku harus membungkusnya!

Memang gampang? TIDAK!

Dari prangko2 yang sudah dibungkin p;astik, aku temple di kertas A4, sesuai dengan desain. Dengagn tambahan benda2 filateli lainnya, atau gambar2 dari guntingan2 brosur2 sesuai dengan tema, satu persatu A4 aku susun, membentuk sebuah "cerita" di tiap2 bagian ......

dokpri
dokpri
Dokumentasi pribadi Dalam 1 frames seperti ini, ada 4 x 4 lembar A4, dengan warna warni, menampilan koleksi fauda jepang dan binatang peliharahaan Jepang. Hijau dan biru, biasanya aku pakai untuk menampilkan fauna atau flora, sesuai dengan lingkungannya, NATURAL
Dokumentasi pribadi Dalam 1 frames seperti ini, ada 4 x 4 lembar A4, dengan warna warni, menampilan koleksi fauda jepang dan binatang peliharahaan Jepang. Hijau dan biru, biasanya aku pakai untuk menampilkan fauna atau flora, sesuai dengan lingkungannya, NATURAL
Begitu seterusnya, sampai semua terdesain. Untuk sebuah A4, Aku bisa menempelkan 1 buah prangko saja atau semua berupa prangko, sesuai dengan desain yang ada. Kertas A4 pun berwarna warni, tanpa adanya aturan, terserah aku saja.

Niatnya adalah mendari "point of interest", dengan warna warni sedemikian. Mencolok mata, sehingga orang2 akan berpaling untuk melihatnya.

Berbagai jenis tema sudah aku pamerkan. Dan yang terakhir ini adalah tema bertajuk Jepang. Karena prangko Jepang memang mahal di Jakarta, atau jika aku membelinya di jepang pun, aku harus membayar cash, walau tidak mahal.

dokpri
dokpri
Dokumentasi pribadi Koleksi Kereta jepangku, dengan latar A4 berwarna merah menyala, menaik untuk dilihat, apalagi ereja Shinkansen (kereta peluru Jepang). meang sangat luar biasa!
Dokumentasi pribadi Koleksi Kereta jepangku, dengan latar A4 berwarna merah menyala, menaik untuk dilihat, apalagi ereja Shinkansen (kereta peluru Jepang). meang sangat luar biasa!
Artinya, jika aku benar2 "berburu" dengan intensitas yang luar biasa, alamat aku bisa bangkrut, hihihi ...

Berarti, aku harus memutar otakku untuk bisa "survive" dengan ide2 temaku. Dan ..... voilaaaaa ..... semua tema2ku mampu aku wujudkan lewat Pameran Filateli Kreatif ku, yang sudah ke-18 tahun 2019 ini. Ternyata, aku tetap mampu, walau Cuma dengan tangang kiriku saja ......

Perjuanganku tidak gampang, memang. Untuk mendesain konsep awal aku berpameran, aku membutuhkan lebih dari 1 tahun, termasuk berdiskusi dengan Kementerian Komonfo RI dan PT Pos Indonesia beberapa kali. Belum lagi, tentang materi2nya.

dokpri
dokpri
Dokumentasi pribadi Latar A4 berwarna biru ini, melambangkan "damai", sedamai konsep 47 Perfecture (provinsi) Jepang dan latar A4 berwarna merah, salah satunya adalah untuk menampilkan "semangat" anak2 muda dalam manga dan anime.
Dokumentasi pribadi Latar A4 berwarna biru ini, melambangkan "damai", sedamai konsep 47 Perfecture (provinsi) Jepang dan latar A4 berwarna merah, salah satunya adalah untuk menampilkan "semangat" anak2 muda dalam manga dan anime.
Untuk menyiapkan materi2 pameran sampai lebih dari 100 frames (50 panel), aku benar2 membutuhkan waktu sekitar 6 bulan sampi 1 tahun, tergantung apa konsep yang aku mau usung.

Untuk konsep Pameran Filateli Kreatif "Everyday is a Journey in Japan" tahun 2019 ini, aku mempersiapkannya sekitar 2 tahuan, setelah anakku Michelle tinggal dan kuliah serta bekerja disana.

Mulai drngan mencari benda2 filateli yang harus cash (berarati aku harus sabar untuk terus membelinya disetiap aku kesana, 3 atau 4 kali dalam 1 tahun), lalu memikirkan untuk benda2 collectible tentang Jepang, bahkan bru terpkir tentang prangko2 Kereta Jepang, yang akhirnya aku mendesain Diorama Kereta Jepang ......

Pameranku tahun 2019 bertajuk jepang ini, akhirnya meneluarkan koleksi2 benda2 filateliku sekitar 100 frames  dengan Diorama Kereta Jeepang serta benda2 collectible jepang ku.

Lalu, bergandengan dengan Bp Sudjono, beliau memamerkan koleksi "Pramuka jepang" ya, sekitar 10 frames atau 5 panel, dan akhirnya mengahsilakn 110 frmaes atau 55 panel ......

Dokumentasi pribai Warna shocking pink muda, dengagn bunga SAKURA yang sangat cantik, masih mau mengatakan Filateli Kreatif bukan sebuah karya filateli? Terserah saja
Dokumentasi pribai Warna shocking pink muda, dengagn bunga SAKURA yang sangat cantik, masih mau mengatakan Filateli Kreatif bukan sebuah karya filateli? Terserah saja
Perjuangan yang tidak terlalu mulus, dengan berbagai rintangagn, teatpi membuahkan hasil yang luar biasa! Sebuah Pameran Filateli Kreatif, yang sungguh punya arti di kalangan luas, yaitu masyarakat yang sadar tentang sebuah kreatifitas .......

Bahwa, 

Kreatifitas itu harus terbang bebas, seperti burung di udara, atau seperti kupu2 yang mencari bunga2 di seluruh dunia, atau juga seperti lumba2 atau paus yang berimigrasi ke seluruh samudra ..... 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobby Selengkapnya
Lihat Hobby Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun