By Christie Damayanti
www.sosc.co.uk
"Lihatlah, burung2 di udara. Burung2 itupun Aku beri makan. Mengapa kamu takut?"
Ingatanku kuat terpatri pada ayat Alkitab itu. Yesus berkata demikian. Sejak kecil, bahkan. Di Sekolah Minggu, lagu itu selalu dikumandangkan,
"Burung pipit yang kecil
Di kasihi Tuhan
Terlebih diriku,
Dikasihi Tuhan"
Lagu anak, sederhana tetapi terus berada di hatiku. Dan jika aku melihat burung2 di udara, apalagi yang bergerombol, aku selalu tersenyum, mengenang betapa Tuhan selalu mengasihiku, mengasihi kita semua .....
*** Selama aku menunggu anak2ku membeli 'Fish & Chips' untuk makan siangku, aku sibuk memberi remah2 biskuit yang aku selalu bawa di tasku, untuk mengganjal perut jika memang masih susah mencari makan.
Aku pun terus mengamati burung2 liar itu. Burung2 hitam, entah namanya. Beberapa burung2 camar putih, walaau tdak sesabar burung2 hitam itu menunggu remah2an biskuitku. Mulanya mereka terbang rendah mendekatiku. Lalu mereka mendarat di permukaan bumi. Diam sejenak. Dan menyambut remahan2 biskuitku. Bahkan ada yang pintar, tidak mengambil remahan di permukaan bumi, tetapi menyambutnya di udara!
Kereeennnn .....
Ketika aku terus menebarkan remah2 biskuit ku, semakin banyak burung2 itu mendekatiku, tetapi mereka sangat sopan, tidak menggangguku dan 'mencuri' remahan si tanganku, tetapi diam menunggu tebaran lewat tanganku.
Seekor burung, seperti tidak suka bahwa temannya mendapat remaham lebih besar, sehingga burung tersebut mulai mengganggu temannya dengan remahan besar. Tetapi temannya itu tidak sudi berbagi, sehingga mereka berebut remah itu!
Si burung yang mendapat remahan lebih besar itu, membawa remahannya, terbang, meninggalkan temannya yang 'sirik', tetapi temannya mengejarnya! Sampai si pemilik remah besar, hinggap di atap resto 'Fish & Chips'. Dan aku tidak tahu, apa yang terjadi. Apakah mereka tetap saling berebut? Atau tetap si pemilik yang berjaya? Hihihi .....
Sepasang buruh hitam yang berebut remahan biscuit yang cukup bedar dariku, yang meninggalkan kami, terbang melayang. Dan ternyata mereka hinggap di atap resto 'Fish & Chips' .....
Sementara teman2nya yang lain, tidak peduli dengan 'pertengkaran' 2 ekor burung itu. Mereka memilih untuk tetap diam, menunggu tebaranku, memakan yang ada di sekitarnya, dan diam lagi sebelum mendapatkan tebaran lagi, begitu seterusnya.
Aku benar2 terpengarah! Kisah burung itu identik dengan kita manusia. Ada yang berjaya, bekerja keras, dan mendapat bagian yang lebh besar. Ada yang sirik. Mencoba mengambil apa yang bukan menjadi haknya. Ada pula yang tidak peduli dengan apapun disekitarnya. Berusaha 'hidup' sesuai dengan 'aturan', keburuhan serta kemampuannya .....
Biskuit yang aku bawa dari hotelku pun, sudah habis, sesaat sebelum anak2ku membawa makan siang kami. Kukatakan pada burung2 itu, sambil membentangkan tanganku ke arah mereka,
"Sayang, sudah habis nih biskuitnya. Ga ada lagi. Maaf ya, ga ada biskuit lagi yang aku bagikan untuk kalian".
Seakan mereka mengerti, tetapi mereka tetap diam dan menunggu. Mereka tetap mengerumuniku dan aku terus tersenyum. Betapa damainya kita, jika hidup berdampiangan sesama makhluk Tuhan, sesuai dengan keinginan NYA .....
Burung2 hitam yang tetap menunggu remahan2 atau cuilan2 ikan di depan kami. Tetap sabar, tetap tidak mau mencuri dan tetap mengharu-birukan hatiku .....
Note :
Sayang, aku tidak sempat memotret cerita burung2 hitam itu, karena aku sibuk member remah2an biscuit itu kepada mereka ......
Sebelumnya :
'Fish & Chips' : Makanan Khas Kota PenghasilIkan
'Fotograaf de Boer' : Kenangan Terindah dari Volendam
Keju, Keju, Keju dan Keju di 'Cheese Factory' Volendam
Ke 'Cheese Factory' di Gerimis Volendam
Catatan Sejarah Desa Volendam dalam Sebuah Museum
Sisi Lain 'Volendam', Selain Sebagai Desa Nelayan
[Edisi Kecewa] Hujan Cukup Deras Terus Mengikuti Kami .....
'Molen De Gooyer' : Musim Panas yang Hangat di Café Brouwerij .....
Keliling Amsterdam dengan Bus Wisata 'Hop-On dan Hop-Off'
Beberapa Paket Tour ( Termasuk Untuk Disabled ) yang Pastinya Sangat Menyenangkan!
Menu Makan Pagi Favorite di Molly Malones - Oudejizdskolk Straat
The FEBO 'De Lekkerste' : Kedai Burger Otomatis di Holland
'Perburuan' itu Dimulai : Dunia Filateli Amsterdam .....
[Bidikan Amatir] Burung-Burung di Amsterdam itu Terbang Rendah .....
Mahasiswa 'Cool' Menjemput Masa Depan di Universiteit van Amsterdam
Piala Dunia ... Ooo ... Piala Dunia : Jejak Sampah di Amsterdam
Rumah-Rumah Amsterdam yang Cantik dan Spesifik
Museum Amsterdam : Mungil tetapi Tetap Bersahaja .....
'The Begijnhof' : Perempuan2 itu Hanya Ingin Berkarya Dalam Diam .....
'The Parrot' : Gereja yang Tersembunyi di Kalverstraat
'Kalverstraat' : Shopping Area dengan Pedestrian yang nyaman
'Canal Cruise' : Menikah di Kanal Amsterdam? Siapa Takut!
'Canal Cruise' : Secercah Harapan dari Kanal Amsterdam
Makan Siang Pertama di Amsterdam : Masakan China dan Suriname
Dunia Prostitusi 'De Wallen' Amsterdam, yang Sebenarnya .....
Ketika Kekecewaan Berganti dengan Semangat dan 'Excited!'
'Coffee Morning' : Ketika Kebahagiaan Mengawali Semuanya
'Basiliek van der H. Nikolaas' : Gereja Katolik Tertua di Amsterdam Abad - 18
Oudejizdskolk Straat, Basiliek van de H.Nikolaas, Café Molly Malones di Amsterdam
Menuju Amsterdam ... Aku dalam Keterbatasan? Sudah Lupa, Tuh!
Perjalanan ke Negeri yang Jauh Sudah Mulai dan Mimpiku Semakin Nyata .....
Horeeeeeee ..... Libur Besar Telah Tiba!
Ketika Aku Membawa Anak-Anakku Keliling Eropa, dengan Separuh Tubuh Lumpuh
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H