By Christie Damayanti
[caption id="attachment_359829" align="aligncenter" width="575" caption="Dokumen dari Christoforus Dennis"][/caption]
15 menit berlalu di 'Atomium'. Cepat sekali! Kami hanya bisa berfoto2 ria disana, dan tour-guide kami sudah menggebah2 kami untuk segera naik ke bus untuk melanjutkan ke Brussels, yang hanya tinggal sekitar beberapa kilometer lagi. Tetapi, seperti biasa kami diajak berkeliling dulu sebelum masuk ke kota Brussls, 'city sightseeing' dulu. Karena banyak sekali obyek untuk dilihat kami sebagai wisatawan, salah satunya ke lingkungan elit diplomatik negara2 sahabat, termasuk tempat tinggal perwakilan Indonesia di Belgia.
Keliling2 kota Brussels sekitar 1 jam, sangat menarik hatiku. Apalagi Brussels juga terkenal sebagai kota tua Eropa. Bangunan2 Renaissance dengan tiang2 Doric atau Ionic, menambah mataku terus tertancap pada bangunan2 itu. Lingkungannya yang asri, serta tidak padatnya penduduk disana, bertambah aku lebih mampu untuk mengabadikan lewat foto2ku tanpa banyak kerumunan orang.
Brussels adalah ibukota Belgia, atau Belgium. Sebuah negara kecil, berada antara Belanda dan Perancis, sekitar 3 jam perjalanan dari Amsterdam. Itu yang membuat Amsterdam bisa mengoperasikan wisatanya, sampai ke luar negeri Belanda.
Untukku dan banyak orang berpikir, untuk apa ke Brussels? Karena tidak ada tempat wisata yang terkenal di dunia, kecuali "Mekenekin Pis" ( lihat tulisanku Manekkin Pis : Brand dan Image Kota Brussels ). Jika baru pertama kali ke Eropa, kita akan lebih mencari kota2 dunia dengan wisata dunia, seperti Amsterdam, Paris, Venezia atau Roma. Brussels? Bahkan ketika aku memberikan oleh2 dari Brussels kepada salah satu temanku, dia tanya,
"Ngapain ke Brussels?" Wah .....
Brussels sangat indah, cukup 'sepi' ( kecuali di downtown nya ) serta terlihat terawat dengan sangat baik, seperti di kota2 Eropa yang lainnya. Melihat kanan dan kiri dari jendela bus kami, membuat aku semakin excited! Royal Palace tempat tinggal keluarga kerajaan Belgia, gedung2 pemerintahan yang gagah dan monumental, atau taman2nya yang cantik dan asri. Atau jalan2 nya yang 'smooth' dan rata dengan banyak lintasan2 rel tram listrik, serta penduduknya yang ramah dan bersepedaan, sangat membuat hatiku teduh .....
Brussels modern, dengan gedung2 dan jalan aspal modern
Brussels selain ibukota Belgia, juga merupakan kota terbesar di negara itu. Dan sebagai ibukota de facto Uni Eropa ( UE ). Kota ini sangat berkembang dari sebuah benteng pada abad ke-10, menjadi kota yang besar, dan termasuk kota metropolitan dunia. Berada di dua negara yang lebih besar ( Belanda dan Perancis ), bahasa mayoritas di Belgia termasuk Brussels adalah bahasa Belanda, dan bahasa kedua adalah bahasa Perancis ( bilingual ), termasuk denan tanda2 jalan, nama jalan, nama took disana.
Kota tua Brussels, dengan jalan con-block
Lalu Brussels denan sendirinya menjadi sebuah kota dunia, yang semakin meningkat jumal imigrannya dan ekspatriat dan mereka berbicara dengan bahasa2 mereka sendiri. Sehingga Brussels benar2 membangun kotanya dengan seperangkat dan simbol2 status ke-modern-annya, sampai sekarang .....
Daerah diplomatic. Tempat tinggal Duta Besar Amrika, Inggris dan Swiss, bersisian, tanpa pagar dan 'pengaman khusus'Â ( secara fisik ) langsung dekat dengan jalan umum .....
Dari referensi yang aku baca, ternyata Brussels mempunyai tingkat kepadatan penduduk menengah, apalagi di kota2 sekitar Brussels, separti Laeken, Haren dan Neder-Over-Heembeerg.
Arsitektur di Brussels sendiri memang beragam, berhubungan dengan lingkungannya yang di apik 2 negara yang lebih besar. Grand Palace memang menjadi titik sentral di downtown Brussels. Inilah obyek pertama di kota itu, setelah Manekkin Pis. Grand Palace merupakan situs warisan dunia yang dicanangkan oleh UNESCO sejak tahun 1988, termasuk balai kota ber-arsitektur Gothic, Cathedral St. Michael dan Cathedral Gudula. Bangunan2 tersebut berada di landmark Royal Palace.
Palace of Justice, Brussels
Manekkin Pis, menjadi symbol dan icon kota Brussels, berada tidak jauh dari landmark Royal Palace. Walau landmark2 yang lain di Brussels, seperti taman Cinquanteraire dengan 'Cinquantenaire Triumh'-nya, 'Basilica of the Sacred Heart', Brussels Stock Exchange, Palace of Justice, yang letaknya cukup jauh dari Royal Palace, tetap sangat special untukku, pencinta kota tua, khusus nya Eropa yang klasik.
[caption id="attachment_359842" align="aligncenter" width="480" caption="www.utblick.org"]
Landmark Royal Palace itu sendiri, menjadi downtown dan pusat kota, full pedestrian. Tempat ini berada di sebuah daerah yang nyaman serta memberikan keteduhan sama dengan kota2 Eropa yang lainnya. Seperti ketika kami berada di Amsterdam dengan Dam Squrenya, atau De Markt di Delft. Downtown full pedestrian di kelilingi oleh bangunan2 tua nan klasik serta cafe2 cantik, membuat aku selalu rindu untuk dating lagi ke Eropa .....
2 sisi dan ke-4 sisi landmark Royal Palace, yang membentuk pedestrian dengan bangunan2 tua klasik dan cafe2 cantik .....
Ada beragam museum seni, Brussels Theater dan La Monnaie Theater sera Opera House , sering menampilkan pagelaran music, seni, serta teatrikal2 yang mendunia. Ada juga museum komik Tintin ( dari Herge ) sampai museum Angkatan Darat Belgia.
Pusat kota Brussels sangat terkenal dengan rumah 'Flemish'nya, dengan bangunan2 bergaya Art Nouveau dari sseorang arsitek Belgia, Victor Horta, yang sudah mendunia. Dan di beberapa titik di kota Brussles ini, oleh pemerintah kota dikembangkan sebagai 'masa2 kejayaan Art Nouveau. Seperti suburb Schaerbeek, Etterbeek, Ixelles, dan Saint-Gilles. Atau di Stoclet Palace, oleh arsitek Wina Josef Hoffmann. Dan kesemuanya ini membuat mataku besar2, arena aku sangat tertarik dengan arsitektur Eropa yag klasik ......
***
Kameraku terus menjalankan tugasnya. Niatku memang begitu, jika kami hanya bisa 'city sightseeing' di bus saja, foto2 pun bisa berbicara. Menjepret kesana kemari, sambil mendengarkan cerita tour guide kami dan sampai rumah aku pasti mencari referensi2 yang ada di buku atau googling dan menuliskannya segera.
Dan setelah sekitar 1 jam kami berkeliling kota, bus parkir di downtown Brussels. Parkir berada di puncak bukit, tetapi justru downtownnya berada di lembah kota! Mataku terbelalak cukup lama, ketika aku berpikir,
"Apakah aku sanggup kesana, secara kursi rodaku tidak bisa turun tangga ( beberapa titik mempunai ramp terjal dan beberapa harus turun tangga )?"
Duuuhhh .....
Sebelumnya :
'Atomium' : Molekul Raksasa yang Berpenghuni
Perjalanan Menuju Brussels, Belgia .....
'New Madurodam' di The Hague: Miniatur Park Kebanggaan Belanda
Di The Hague [Den Haag], ada 'Javastraat' dan 'Restaurant Garoeda' .....
'Royal Delft Blue' : Keramik Cantik Khas Belanda
Delft, Kota Pelajar yang menjanjikan Ketenangan dari pada Eforia dan Hura-Hura
Dari Rotterdam ke Delft : Hijau Rerumputan, Mahasiswa dan Kota Pelajar serta City Hall
Rumah Kubus 'Kubuswoningen' : Seni Arsitektur untuk Sebuah Tempat Tinggal
'Euromast Tower', Rotterdam : Apa Saja yang Bisa Dilakukan Disana?
360 Derajat Memandang Kota Rotterdam di 'Euromast Tower'
Rotterdam, Holland : Kota Seribu Wajah
Perjalanan dari Amsterdam ke Rotterdam
Parade Foto : Burung-Burung itu Hinggap di Tangannya .....
Mencoba Sepatu Kayu ala Noni Belanda
'Wooden Shoes Factory' di Marken, tetapi Tidak Seperti Pabrik .....
Selamat Datang di Marken, Selamat Tinggal Volendam
Bahkan Burung-Burung itu Tetap Bisa Makan .....
'Fish & Chips' : Makanan Khas Kota PenghasilIkan
'Fotograaf de Boer' : Kenangan Terindah dari Volendam
Keju, Keju, Keju dan Keju di 'Cheese Factory' Volendam
Ke 'Cheese Factory' di Gerimis Volendam
Catatan Sejarah Desa Volendam dalam Sebuah Museum
Sisi Lain 'Volendam', Selain Sebagai Desa Nelayan
[Edisi Kecewa] Hujan Cukup Deras Terus Mengikuti Kami .....
'Molen De Gooyer' : Musim Panas yang Hangat di Café Brouwerij .....
Keliling Amsterdam dengan Bus Wisata 'Hop-On dan Hop-Off'
Beberapa Paket Tour ( Termasuk Untuk Disabled ) yang Pastinya Sangat Menyenangkan!
Menu Makan Pagi Favorite di Molly Malones - Oudejizdskolk Straat
The FEBO 'De Lekkerste' : Kedai Burger Otomatis di Holland
'Perburuan' itu Dimulai : Dunia Filateli Amsterdam .....
[Bidikan Amatir] Burung-Burung di Amsterdam itu Terbang Rendah .....
Mahasiswa 'Cool' Menjemput Masa Depan di Universiteit van Amsterdam
Piala Dunia ... Ooo ... Piala Dunia : Jejak Sampah di Amsterdam
Rumah-Rumah Amsterdam yang Cantik dan Spesifik
Museum Amsterdam : Mungil tetapi Tetap Bersahaja .....
'The Begijnhof' : Perempuan2 itu Hanya Ingin Berkarya Dalam Diam .....
'The Parrot' : Gereja yang Tersembunyi di Kalverstraat
'Kalverstraat' : Shopping Area dengan Pedestrian yang nyaman
'Canal Cruise' : Menikah di Kanal Amsterdam? Siapa Takut!
'Canal Cruise' : Secercah Harapan dari Kanal Amsterdam
Makan Siang Pertama di Amsterdam : Masakan China dan Suriname
Dunia Prostitusi 'De Wallen' Amsterdam, yang Sebenarnya .....
Ketika Kekecewaan Berganti dengan Semangat dan 'Excited!'
'Coffee Morning' : Ketika Kebahagiaan Mengawali Semuanya
'Basiliek van der H. Nikolaas' : Gereja Katolik Tertua di Amsterdam Abad - 18
Oudejizdskolk Straat, Basiliek van de H.Nikolaas, Café Molly Malones di Amsterdam
Menuju Amsterdam ... Aku dalam Keterbatasan? Sudah Lupa, Tuh!
Perjalanan ke Negeri yang Jauh Sudah Mulai dan Mimpiku Semakin Nyata .....
Horeeeeeee ..... Libur Besar Telah Tiba!
Ketika Aku Membawa Anak-Anakku Keliling Eropa, dengan Separuh Tubuh Lumpuh
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H