Namun ada beberapa hal yang sangat sederhana yang dapat kita lakukan untuk mengurangi populasi dari nyamuk yang menyebabkan penyakit filaria ini, seperti melakukan aksi 3M (Menutup, Menguras dan Mengubur) didalam rumah maupun dihalaman dan memulai hidup bersih dan baik dengan menggunakan kelambu atau obat nyamuk pada malam hari, memasang kawat kasa pada fentilasi-fentilasi rumah agar nyamuk tidak mudah masuk, tidak menumpuk pakaian atau barang-barang bekas yang dapat menjadi sarang buat nyamuk, dan pada malam hari sebelum tidur terutama buat masyarakat yang sedang bermalam dikebun untuk menggunakan lengan dan celana panjang.Â
Dan dapat dengan menanam tanaman yang dipercaya untuk mengusir nyamuk baik dirumah maupun dihalaman rumah seperti lavender, melari, jeruk nipis, sereh dan lain-lainnya. Melalui beberapa contoh pencegahan ini dapat memungkinkan untuk kita bersama-sama dapat mewujudkan lingkungan Sulawesi Tengah yang dapat bebas dari penyakit Filaria yang berbahaya.
                                                 Â
Referensi:
Aeda Ernawati. 2017. Faktor Risiko Penyakit Filariasis (Kaki Gajah). Jurnal Litbang Vol. XIII, Â Â No. 2 Desember 2017: 105-114
Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah. 2018.
Ika K. F., Sumarni dan M. Nasir. 2019. Karakteristik Penderita Filariasis di Wilayah Kerja Puskesmas Kaleke. Palu: Jurnal Medical Profession Vol. 1, No. 1, Februari 2019.
Tribowo A. G. Dkk. 2013. Filariasis dan Beberapa Faktor yang Berhubungan Dengan    Penularan di Desa Pangku-Tolole Kec. Ampibabo, Kab. Parigi-Moutong, Prov. Sulawesi Tengah. Jurnal Vektora Vol. 5, No. 2, Oktober 2013.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H