Mohon tunggu...
Chinico Cofely
Chinico Cofely Mohon Tunggu... Pelajar Sekolah - busy

mahasiswa

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Pengaruh Budaya Asing di Indonesia

4 November 2021   19:30 Diperbarui: 4 November 2021   19:35 1995
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Salah satu budaya Indonesia.

Indonesia adalah negara pluralistis yang terkenal akan varietas dan keunikannya. Budaya bangsa Indonesia adalah beragam dan budaya yang benar-benar kaya akan keanekaragamannya. Indonesia memang sudah dikenal memiliki berbagai macam etnik, hidup di puluhan ribu pulau. Setiap bangsa memiliki keragaman budaya sendiri. Setiap kebudayaan ini memiliki social value dan artistik yang tinggi.

Dalam lingkungan saat ini, budaya sudah terlupakan saat ini, hingga beberapa orang indonesia merasa malu karena budaya yang seperti identitas suatu bangsa. Perbedaan budaya indonesia terkait dengan berbagai proses pertumbuhan serta campur tangan budaya lain yang tercampur di dalamnya.

Budaya merupakan hal yang bisa mengubah tingkat pemahaman yang terdiri dari sistematika  gagasan atau konsep yang terkandung dalam akal manusia, oleh karena itu, dalam kehidupan sehari-hari, abstrak yaitu budaya. Meskipun gambaran asli budaya yaitu objek diciptakan oleh manusia sebagai makhluk budaya, dalam bentuk perilaku dan objek nyata seperti pola perilaku, bahasa, organisasi sosial, kondisi hidup, agama, dan seni.

Indonesia telah berkumpul dengan banyak budaya yang berbeda dari Indonesia. Posisi strategis Indonesia, di jalur pusat 2 suatu perdagangan internasional yang terjadi di masa lalu, cina dan india, sangat mempengaruhi suatu budaya lokal. Dengan campuran kedua budaya ini kemudian berevolusi menjadi budaya lokal lokal. Di luar pengaruh budaya asing pada masa itu di masa lalu, era pembangunan globalisasi saat ini sedang mendekati proses yang lebih mendesak, terutama pengaruh budaya barat.

Bentuk budaya asing yang masuk ke Indonesia.

Dampak interaksi budaya dari barat terhadap warna kehidupan yang ada di masyarakat indonesia. Peningkatan jumlah penduduk di negara ini, bersama dengan masalah pasokan makanan, bahan industri strategis serta energi menjadi semakin langka, karena jarak jarak yang lebih luas kecakapan teknologi risiko perubahan diferensiasi dan kepedulian terhadap masyarakat. Selain itu, kehadiran kebudayaan barat tampaknya mendominasi dan selalu menjadi pusat tren masyarakat disekitar. Kebiasaan orang dan gaya hidup orang barat tampaknya menjadikan suatu cermin modern. Ini jelas merusak perilaku serta tindakan seseorang.

Pertama, masuknya budaya luar yang masuk ke Indonesia berasal dari kolonisasi warga negara asing ke Indonesia. Bukan hanya sekedar membawa produk dari banyaknya rempah dan koloni secara umum, tetapi para koloni tersebut juga menumbuhkan budaya milik mereka demi berpotongan dengan budaya yang ada di Indonesia. Dibandingkan dengan era kolonial, pintu masuk ditutup hari ini. Budaya asing melalui pengembangan teknologi dan informasi.

Dengan menggunakan Siauddin Sardar panggilan yang sekarang ini revolusi informasi menurut buku "of the Muslim World in the 21st Century" revolusi informasi, gangguan informasi sulit untuk mencegah karena saat ini tidak memiliki batas dari segi ruang hingga waktu. Informasi yang tiba kapan saja bisa masuk ke dalam rumah atau tempat mana pun bahkan lewat media cetak dan media elektronik seperti artikel internet, acara televisi, dan lainnya.

 

Budaya asing telah menyerap di kalangan masyarakat.

Pengaruh dampak negatif kebudayaan barat terhadap warga Indonesia, khususnya di antara para pemuda, telah mencapai tahapan yang mengkhawatirkan. Karena pada remaja cenderung melupakan budaya negaranya. Misalnya, kebudayaan sangat bergantung pada pakaian atau pembicaraan tentang hal itu. Para remaja tidak ingin disebut kuno jika tidak mengikuti pakaian barat, karena dianggap modern, modis dan mengikuti zaman, meskipun mereka telanjang dilarang oleh ajaran agama atau bertentangan dengan kebiasaan masyarakat selama beberapa generasi.

Mengatasi pengaruh budaya asing pada budaya Indonesia, terutama untuk melindungi kaum muda dari perilaku negatif, membutuhkan partisipasi partai, terutama pada negarawan dan tokoh publik. Tokoh masyarakat seperti studi budaya dan keterlibatan orang tua di rumah.

Pemerintah dapat berupayah melakukan suatu kebijakan strategis melalui restrukturisasi sistem dari pendidikan, terutama sehubungan dengan pemasangan kurikulum. Secara umum, setiap sekolah melakukan hal ini. Sistem yang di ajarkan tentang pengetahuan agama untuk remaja yang dipelajari selama dua jam hanya satu minggu. Tentu saja, kali ini tidak cukup untuk mengharapkan perubahan dalam perilaku mahasiswa, sehingga ini akan memerlukan pelajaran atau kreativitas tambahan dari guru dalam arah studi dengan wujud aktivitas keagamaan pada lingkungan sekolah seperti aktivitas membaca serta studi kasus pada representasi agama.

Peranan para agamawan dan ilmuwan budaya dalam program kerja lembaga keagamaan dan studio budaya adalah sangat penting mencegah penetrasi budaya asing ke dalam masyarakat terutama pada generasi yang lebih muda. Melibatkan para pemimpin agama dan kebudayaan melalui program kerja organisasi agama mungkin bertujuan untuk mendorong keberlanjutan budaya di antara kaum muda yang menganut agama. Demikian pula, peranan sebagai pengkultus dan seniman lewat kelompok atau studio seni dapat mengembangkan program kerja menarik kaum remaja sedemikian rupa sehingga mereka tidak berminat akan kebudayaan asing.

Dampak masuknya budaya asing sendiri juga dapat memberikan pengaruh terhadap nilai-nilai pancasila. Budaya di Indonesia pastinya telah sesuai dengan nilai-nilai pancasila yang berlaku, sedangkan budaya asing tentunya tidak menyangkut sama sekali. Terlebih nilai agama yang sangat penting karena sesuai dalam nilai sila pertama tentang warga negara Indonesia yang diberikan kebebasan dalam beragama. Maka, budaya pun harus memiliki nilai agama yang penting demi menjaga moral dan sikap masyarakat. Nilai pancasila dan agama sudah menjadi sangat kuat kaitannya dengan kehidupan masyarakat di Indonesia, sehingga setiap budaya dari beragam daerah tentunya akan memiliki nilai-nilai dari pancasila dan agama.

Alasan pentingnya kedua nilai tersebut karena pancasila yang menjadi identitas warga Indonesia dan agama menjadi pedoman jalan hidup bagi para penganutnya. Keduanya memberikan pengaruh yang menjaga masyarakat tetap pada norma yang berlaku dan menciptakan lingkungan yang harmonis. Sedangkan budaya asing tanpa kedua nilai tersebut akan membuat masyarakat lupa akan jati diri mereka sendiri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun