Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif analitis dengan sumber data utamanya adalah cerita rakyat "Malin Kundang", dan teknik pengumpulan yang dila dilakukan melalui studi dokumen dengan mencari dan mengumpulkan sumber yang relevan serta studi pustaka untuk memperluas teori yang mendukung analisis yang dilakukan oleh penelitian ini.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Kisah rakyat Malin Kundang sangat disukai anak-anak karena memberi mereka kepercayaan tersirat. Dengan memanfaatkan media cerita rakyat Malin Kundang, diharapkan dapat mengajarkan dan membentuk karakter siswa sekolah dasar.. Salah satu cerita rakyat Indonesia yang paling terkenal adalah Malin Kundang. Cerita ini populer di seluruh Indonesia dan berasal dari Sumatera Barat.Â
Analisis cerita rakyat "Malin Kundang" sangat penting karena cerita itu tidak hanya dapat dibaca oleh anak-anak, tetapi juga dapat digunakan sebagai bahan ajar karena mengandung nilai-nilai karakter yang akan membantu anak-anak belajar di sekolah. (Permatahati et al., 2022). Pengaruh nilai positif dari buku cerita yang dapat mempengaruhi nilai karakter tergantung pada lingkungan siswa, terlepas dari seberapa banyak nilai yang terkandung dalam buku cerita rakyat.
 Jika siswa memiliki kualitas akademik yang buruk, manfaat yang mereka peroleh tidak akan signifikan sebaliknya, jika lingkungan tempat tinggal siswa baik, manfaat tersebut akan signifikan. (Ardianto et al., 2024). Studi ini menemukan bahwa nilai moral dalam cerita Malin Kundang terdiri dari tiga jenis nilai moral (Permatahati et al., 2022), sebagai berikut :
1) Nilai Moral dalam Hubungan Manusia dengan Dirinya sendiri
Moralitas hubungan manusia dengan diri mereka sendiri berkaitan erat dengan perasaan dan keadaan mental mereka tentang diri mereka. Penelitian ini menunjukkan bahwa Malin memiliki nilai-nilai moral seperti keramahan, ketekunan, kerja keras, kecerdasan, dan rasa cinta yang mendalam terhadap kampung halamannya.Â
Awalnya, Malin bekerja sebagai petugas kebersihan di geladak kapal, namun berkat sikap rajin dan kemampuannya yang cepat belajar, ia berhasil dipromosikan menjadi anggota awak kapal dagang.
 Ketika usianya semakin tua, Malin diminta untuk mengambil alih posisi sebagai nahkoda. Ia kemudian menikahi seorang gadis cantik dari keluarga kaya, tetapi ia melupakan ibunya yang tinggal seorang diri di kampung halaman.
2) Moralitas dalam Interaksi Sosial dan Alam
Interaksi antar tokoh, seperti tolong-menolong dan perilaku terhadap orang tua, dapat menunjukkan moralitas dalam hubungan manusia satu sama lain dalam lingkungan alam dan sosial. Malin menjadi seorang saudagar yang sangat kaya, tetapi ia enggan mengakui ibu kandungnya karena merasa malu terhadap ibunya yang sudah tua, hidup dalam kemiskinan, dan penampilannya yang tidak terawat. Ini adalah kutipan yang berkaitan dengan Malin, yang tidak pernah mengingat ibu kandungnya di kampung halamannya.