Selain An Se-young dan Liang/Wang, penampilan fenomenal pemain muda menghadirkan kejutan terbesar di tunggal putra. Sungguh sebuah pilihan yang jitu dari panitia pertandingan menempatkan laga ini sebagai penutup turnamen berhadiah total 900 ribu USD itu.
Betapa tidak. Pertarungan antara Viktor Axelsen kontra Kunlavut Vitidsarn justru berlangsung dalam skenario tak terduga.
Sebelum laga, banyak pihak mutlak menjagokan Viggo. Ayah dari putri bernama Vega itu terlalu perkasa untuk ditumbangkan oleh Jonatan Christie. Apalagi oleh pemain muda dengan ranking dan jam terbang lebih sedikit seperti View.
View yang berusia 21 tahun pun  tak pernah menang dalam enam pertemuan sebelumnya. Ia selalu kalah dua gim langsung, seperti pertemuan terakhir di babak pertama Denmark Open 2022 dengan skor mencolok, 16-21 dan 8-21.
Laga ini tak ubahnya pertarungan "Daud" versus "Goliath." Ternyata, rekor "head to head" dan prediksi itu sepenuhnya keliru. Status inferior yang dilekatkan pada pemain muda Thailand itu justru membuatnya tampil lebih lepas.
View membuat sesuatu yang tampak tidak mungkin menjadi mungkin. Dengan ketenangan, kesabaran, dan kerja keras ia bisa menghentikan 13 kemenangan beruntun di final milik jagoan Denmark itu.
View sesungguhnya sudah menunjukkan sisi semangat juang pantang menyerah seperti saat membalikkan keadaan dari Anthony Sinisuka Ginting di babak semifinal.
View tahu ia harus menekan kesalahan ke titik terendah. Bila perlu bersih dari kesalahan dan dengan rapih melancarkan serangan. Dibarengi serangan eksplosif dan pertahanan rapat.
Penampilan View memang patut diacungi jempol. Ia sudah langsung menggebrak sejak gim pertama. Axelsen berusaha bangkit di set kedua. Namun, View tidak mau membiarkan Axelsen terus menggenggam momentum positif.
Si "Daud" yang semula diremehkan itu akhirnya sanggup menumbangkan sang "monster," bahkan tidak sedikit yang menempatkan Axelsen di level berbeda. Dianggap sebagai pemain dari dunia berbeda, semacam "alien" bagi manusia.