Mohon tunggu...
chantigi mutiara
chantigi mutiara Mohon Tunggu... ara

Kamu tidak akan bahagia jika terus membandingkan dirimu dengan orang lain.

Selanjutnya

Tutup

Bahasa

Penggunaan Gaya Bahasa Dalam Drama Musikal Rahwana Karya Teater Komunal

2 Juli 2023   14:10 Diperbarui: 2 Juli 2023   14:27 1255
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bahasa. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Jcstudio

Bahasa merupakan alat untuk berkomunikasi atau menyampaikan maksud dan tujuan dari satu individu ke individu lainnya. Menurut Finocchiarno, bahasa adalah suatu sistem simbol vokal yang arbitrer, memungkinkan semua orang dalam satu kebudayaan tertentu atau orang lain yang telah mempelajari sistem kebudayaan tersebut untuk berkomunikasi atau berinteraksi. Sapir dalam (Abdul) berpendapat bahwa bahasa sebagai suatu metode naluriah yang dimiliki manusia untuk mengkomunikasikan ide-ide, emosi, dan keinginan, menggunakan berbagai simbol yang dibuat dengan tujuan tertentu. Sejalan dengan pengertian bahasa menurut para ahli tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa bahasa merupakan suatu simbol bunyi yang bersifat arbitrer dan digunakan oleh manusia sebagai alat berkomunikasi secara verbal dan nonverbal.

Dalam sebuah karya sastra terdapat gaya bahasa yang digunakan didalamnya. Mulai dari cerpen, novel, puisi, bahkan drama menggunakan gaya Bahasa untuk membuat sebuah karya sastra tersebut menjadi lebih hidup. Gaya bahasa juga digunakan dalam pementasan drama, seperti pada pementasan drama musikal yang berjudul Rahwana karya Teater Komunal. Rahwana merupakan sesosok raksasa dari epos Ramayana yang mencari cinta. Rahwana diceritakan dengan mengambil sudut pandang lain dari kisah Ramayana. Karya ini berusaha mengisahkan sosok yang memiliki rasa cinta yang sangat besar melebihi siapapun. Drama ini telah dipentaskan oleh siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 3 Jombang pada bulan November tahun 2022.

Artikel ini akan membahas mengenai gaya bahasa yang terdapat dalam drama musikal yang berjudul Rahwana karya Teater Komunal.

1. Hiperbola 

Hiperbola merupakan majas yang menjelaskan suatu peristiwa atau kejadian sesungguhnya dengan kalimat yang terkesan dilebih-lebihkan. Berikut beberapa bukti dialog majas hiperbola dalam drama musikal Rahwana karya Teater Komunal:

"Oh dewi, sang raksasa ini terbelai, jatuh kedalam nikmat cinta"

Bukti kutipan diatas menunjukkan bahwa kalimat tersebut mengandung majas hiperbola. Ditandai dengan kalimat "raksasa ini terbelai, jatuh kedalam nikmat cinta". Kalimat tersebut diucapkan oleh Rahwana untuk menarik dan mendapatkan cinta dewi Shinta. Kalimat yang menunjukkan majas hiperbola yaitu pada kata "terbelai" dan "jatuh kedalam nikmat cinta" menandakan bahwa kalimat tersebut terkesan berlebihan dalam menggambarkan kecintaannya Rahwana terhadap dewi Shinta.

2. Ironi

Ironi merupakan majas yang berupa sindiran dengan menyembunyikan fakta yang sebenarnya dan mengatakan kebalikan dari fakta tersebut, atau dapat disimpulkan bahwa ironi merupakan majas yang mengungkapkan sindiran secara halus. Berikut beberapa kutipan dari majas ironi yang terdapat dalam drama musikal Rahwana karya Teater Komunal :

"Wahai pasangan wanaraseta, siapakah kalian? yang beraninya masuk dan mengacau di Alengka tanpa seizin Rahwana"

Bukti kutipan diatas menunjukkan bahwa kalimat tersebut mengandung majas ironi. Kalimat diatas mengandung unsur sindiran yang halus, diucapkan oleh Shinta kepada para bawahan dari Rama yang dating ke istana tanpa adanya izin dari Rahwana. Hal tersebut ditandai dengan kalimat "beraninya masuk dan mengacau di Alengka tanpa seizin Rahwana. Kalimat tersebut menunjukkan bahwa adanya bentuk ketidaksopanan yang dilakukan oleh para bawahan Sri Rama yang datang menemui Shinta tanpa adanya izin dari Rahwana.

"Jika rama memang ingin aku kembali, dia tak perlu mengutus kalian untuk menjemputku. Sebaiknya kalian pergilah, sebelum Rahwana menemui kalian"

Bukti kutipan diatas menunjukkan bahwa kalimat tersebut mengandung majas ironi. Ditandai dengan kalimat "jika Rama memang ingin aku Kembali, dia tak perlu mengutus kalian untuk menjemputku". Kalimat tersebut mengandung sindiran halus yang diucapkan oleh Shinta dan ditujukan kepada Rama, karena telah mengutus bawahannya untuk datang menemui Shinta dan tidak menemuinya sendiri.

3. Sinisme

Sinisme merupakan majas sindiran yang digunakan untuk menyindir seseorang secara terang-terangan. Berikut beberapa bukti kutipan dari majas sinisme yang terdapat dalam drama musikal Rahwana karya Teater Komunal :

"Kami tidak ada urusan denganmu Rahwana!"

Bukti kutipan diatas menunjukkan bahwa kelimat tersebut mengandung majas sinisme. Kalimat tersebut diucapkan oleh orang yang diutus oleh Rama untuk menemui Shinta dan meminta Shinta agar menemui Rama. Mereka kesal lantaran tidak berhasil membawa dan membujuk Shinta agar ikut Bersama mereka, lalu muncullah Rahwana yang menanyakan ada urusan apa mereka ke istana miliknya. Mereka yang sudah kesal dibuat Shinta akhirnya melontarkan kalimat tersebut.

"Tunggu saja pembalasan kami!"

Bukti kutipan diatas menunjukkan bahwa kalimat terebut mengandung majas sinisme. Kalimat tersebut diucapkan oleh orang suruhan Rama yang kesal lantaran tidak berhasil mengajak Shinta Bersama mereka, selain itu mereka juga diusir dari istana tersebut karena sudah datang tanpa seizin Rahwana. Akhirnya mereka kesal dan mengancam Shinta yang sudah mengusir mereka.

"Seenak jidat kamu bilang begitu"

Bukti kutipan diatas menunjukkan bahwa kalimat tersebut mengandung majas sinisme. Kalimat tersebut diucapkan oleh Rahwana karena kesal mendengar ucapan Rama yang berkata bahwa ia datang untuk membawa Shinta kembali. Ia kesal lantaran sudah susah payah membawa Shinta ke istananya namun Rama ingin Kembali merebut Shinta.

"Kenapa kalian selalu ribut? Apa kalian tahu, ini sangat membuang waktu"

Bukti kutipan diatas menunjukkan kalimat tersebut mengandung majas sinisme. Ditandai dengan kalimat "ini sangat membuang waktu". Kalimat tersebut dilontarkan oleh Shinta kepada Rama dan Rahwana yang sedang beradu mulu dalam memperebutkan Shinta. Shinta yang sudah tidak tahan melihat Rama dan Rahwana selalu rebut karena memperebutkan dirinya akhirnya melontarkan kalimat sindiran tersebut.

4. Sarkasme

Sarkasme merupakan majas sindiran yang terkesan lebih kasar dibandingkan dengan majas ironi dan majas sinisme. Berikut beberapa contoh bukti kutipan yang mengandung majas sarkasme yang terdapat dalam drama Rahwana karya Teater Komunal :

"Berani-beraninya kalian mengacau di istanaku! Kalian nyari mati?!"

Bukti kutipan diatas menunjukkan bahwa kalimat tersebut mengandung majas sarkasme. Ditandai dengan kalimat "kalian nyari mati?!" yang diucapkan oleh Rahwana kepada Rama dan dua orang bawahannya. Lantaran Rama dan bawahannya datang ke istana milik Rahwana dan membuat kegaduhan. Kegaduhan tersebut terjadi akibat tertolaknya ajakan Rama kepada Shinta untuk Kembali bersamanya.

"Apa tidak ada kapok kapoknya dia kalah dariku?!"

Bukti kutipan diatas menunjukkan bahwa kalimat tersebut mengandung majas sarkasme. Kalimat tersebut diucapkan oleh Rahwana kepada Rama karena dengan lantangnya Rama datang dan membuat kegaduhan di istana miliknya. Kalimat sindiran tersebut diucapkan oleh Rahwana karena Rama selalu kalah melawan Rahwana dalam segala hal, sehingga Rahwana dengan angkuhnya mengucapkan kalimat tersebut.

"Tidak tahu malu sekali"

Bukti kutipan diatas menunjukkan bahwa kalimat tersebut mengandung majas sarkasme. Kalimat tersebut diucapkan oleh Rahwana kepada Rama karena tidak memiliki rasa malu sama sekali telah datang dan menginjakkan kaki di istana milik Rahwana. 

"Sialan, kenapa Shinta bisa tinggal dengan raksasa jelek itu"

Bukti kutipan diatas menunjukkan bahwa kalimat tersebut mengandung majas sarkasme. Ditandai dengan kalimat "raksasa jelek itu". Kalimat tersebut diucapkan oleh Rama dengan tujuan menyindir Rahwana yang memiliki tubuh besar seperti raksasa, Rama menyindir Rahwana karena tidak terima bahwa Shinta tinggal Bersama Rahwana di istana milik Rahwana. Sehingga kalimat tersebut ia lontarkan lantaran kesal dan cemburu.

"Mau apa kalian datang kesini? Kalian mau kalah lagi?"

Bukti kutipan diatas menunjukkan bahwa kalimat tersebut mengandung majas sarkasme. Kalimat sindiran tersebut diucapkan oleh Rahwana kepada Rama dan dua orang bawahannya lantaran dibuat kesal karena sudah datang ke istana miliknya.

Jadi dalam drama musical Rahwana karya Teater Komunal memiliki empat jenis majas yang digunakan didalam dialog para tokohnya. Keempat majas tersebut yaitu majas hiperbola, majas ironi, majas sinisme, dan majas sarkasme. Gaya Bahasa sindiran kerap kali digunakan dalam pementasan drama tersebut dikarenakan Sebagian besar isi ceritanya yaitu mengenai perebutan antara Rahwana dan Rama dalam mengambil hati dewi Shinta, sehingga banyaknya kalimat sindiran yang dilontarkan diantara keduanya.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana. Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bahasa Selengkapnya
Lihat Bahasa Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun