Kebudayaan juga merupakan warisan leluhur dan juga salah satu identitas nasional dari suatu negara. Di dunia ini tidak ada satu-pun negara yang tidak memiliki kebudayaan, meskipun luas dari suatu negara tersebut sangatlah kecil maka tidak mungkin kalau negara tersebut tidak memiliki 1 kebudayaan sama sekali.Â
Kebudayaan tentunya juga menjadi sebagai ciri khas dari suatu negara, dimana negara-negara di dunia ini memiliki berbagai macam kebudayaan yang berbeda dan tidak dimiliki oleh negara lain. Sebagai identitas negara kita sepatutnya harus mempertahankan warisan budaya agar tidak pudar ataupun diklaim oleh negara lain karena tidak kita lestarikan.Â
Negara kita tentunya memiliki beragam budaya, salah satunya adalah reog yang berasal dari kota Ponorogo. Beberapa tahun silam ada sebuah kejadian dimana budaya reog ini di klaim oleh negara lain.Â
Reog adalah suatu kesenian tradisional yang berasal dari kota Ponorogo, Jawa. Menurut cerita rakyat yang beredar reog ponorogo sudah ada sejak pemerintahan kerajaan Kediri pada abad XI. Biasanya satu grub reog terdiri dari seorang warok tua, sejumlah warok muda, pembarong dan penari Bujang Ganong dan Prabu Kelono Suwandono.Â
Jumlahnya berkisar dari 20 sampai 30-an orang, peran sentral terdapat di pemeran warok dan pembarongnya. Tokoh-tokoh pemain reog Ponorogo adalah Warok, Jathil, Barongan (Dadak Merak), Klono Sewandono, dan Bujang Ganing (Ganongan).Â
Warok adalah pasukan yang berlandaskan kebenaran di dalam pertarungan antara yang baik dengan penjahat dalam cerita kesenian reog. Warok tua disini adalah sebagai tokoh pengayom, sedangkan warok muda adalah warok yang masih dalam tahap mencari ilmu, Jathil adalah prajurit berkuda, Barongan (Dadak Merak) adalah peralatan tari yang memiliki ukuran 2,25 meter, lebar sekitar 2,30 meter, dan beratnya nyaris 50 kg,Â
Klono Sewandono adalah raja sakti mandraguna yang memiliki pusaka andalan yakni cemeti yang digunakan untuk melindungi dirinya, Bujang Ganong (Ganongan) adalah salah satu tokoh enerjik dan lawak serta memiliki ilmu bela diri. Kesenian reog Ponorogo selalu diiringi dengan seprangkat musik gamelan.
Lalu mengapa reog Ponorogo bisa diklaim olah negara Malaysia? tentunya banyak dari kita bertanya-tanya mengapa kesenian legendaris asli negara Indonesia bisa sampai diakui oleh negara Malaysia. Hal ini tentunya bukan karena negara Malaysia tidak memilki budaya yang bisa mereka daftarkan ke UNESCO.
Tetapi karena dahulu kala para penduduk Ponorogo pernah migrasi ke Malaysia tentunya semakin tahun makin banyak pula penduduk yang migrasi ke negara Malaysia, yang awalnya hanya puluhan orang bisa menjadi ribuan orang. Perpindahan mereka ke Malaysia tentunya juga membawa kesenian reog ke Malaysia, maka dari itu negara Malaysia bisa saja mengakui reog sebagai warisan budaya mereka.Â
Tetapi sebenarnya masih banyak lagi kebudayaan kita yang akan di klaim oleh negara lain. Kita sebagai generasi muda penerus bangsa seharusnya selalu mengupayakan untuk melestarikan budaya negara kita agar tidak di klaim oleh negara lain lagi.Â
Banyak dari kebudayaan-kebudayaan kita yang patutnya kita lestarikan karena semakin berkembangnya zaman kebudayaan kita semakin tergempur oleh kebudayaan oleh negara lain, seperti kebudayaan dari negara Korea, Amerika, dan negara-negara lainnya. Kita bisa menerima budaya baru dari negara lain, tetapi kita juga harus ingat bahwa kita juga memiliki budaya yang harus dilestarikan.Â
Sebenarnya melestarikan budaya bisa kita lakukan dengan cara yg mudah terlebih dahulu seperti kita mempublikasikan budaya kita ke media sosial, dengan cara itu kita bisa mempromosikan kebudayaan kita dan mengingatkan kepada orang-orang bahwa kita memiliki kebudayaan yang harus selalu dilestarikan.Â
Di zaman sekarang memang agak sulit untuk mempromosikan kebudaayan kita ke sosial media, karena semakin berkembangnya zaman terkadang kesadaran orang-orang terhadap kebudayaan sendiri mulai pudar.Â
Terkadang juga ketika mempublikasikan kebudayaan sendiri kita mendapatkan komentar negatif maupun hujatan di media sosial, namun dengan adanya hal tersebut alangkah baiknya kita tidak mengundurkan diri untuk selalu mendukung perkembangan budaya kita.
Kita seharusnya tidak boleh takut diolok-olok dan dikatakan norak oleh orang lain karena mencintai budaya negara sendiri. Sudah sepatutnya kita supaya selalu bangga akan warisan leluhur kita bukan malah malu, kita sebaiknya juga membantu agar budaya kita supaya diakui oleh dunia dan go internasional agar tidak terjadi lagi budaya kita diklaim oleh negara lain.Â
Memang budaya dari negara lain lebih terlihat modern dan menggiurkan, tetapi jika kita terlalu terlena akan kebudayaan negara lain maka kebudayaan negara kita sendiri lambat laun akan dilupakan. Apa yang akan terjadi jika anak cucu kita tidak mengetahui budaya asli dari negaranya sendiri, karena kita terlalu membanggakan budaya dari negara lain daripada negaranya sendiri?
Tentunya para anak cucu kita akan lebih tau terhadap budaya luar daripada negaranya sendiri, mereka tidak akan mengetahui apa saja manfaat-manfaat dari budaya negaranya sendiri, apa pengaruhnya terhadap kehidupan mereka. Jangan sampai perjuangan orang2 yang lebih tua dari kita untuk mempertahankan budaya asli Indonesia sia-sia karena kita tidak membentengi diri dari kebudayaan luar.
Kita Harus selalu bersemangat untuk mempertahankan budaya asli Indonesia, meskipun kita hanya melakukannya dengan cara yang simpel. Lupakan cemoohan dan olok-olok dari orang lain yang menghambat perjuangan kita untuk melestarikan budaya asli negara kita, jangan ikut-ikutan orang-orang lain untuk menghujat kebudayaan negara sendiri. Kita harus senantiasa bangga terhadap budaya kita, dan ikut andil untuk melestarikannya
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI