Mohon tunggu...
Chairul H
Chairul H Mohon Tunggu... Administrasi - Karyawan

Menikmati Rahmat dan Berkah dari Allah SWT...

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup

Kebersamaan Tim Dalam Sebuah Perjalanan

25 Mei 2016   19:18 Diperbarui: 26 Mei 2016   18:59 252
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kebersamaan adalah permulaan. Menjaga bersama adalah kemajuan. Bekerja bersama adalah keberhasilan.
 Henry Ford

Kerjasama tim adalah sesuatu yang sangat di butuhkan dalam organisasi, baik itu dalam bentuk organisasi sosial kemasyarakatan atau dalam lingkungan kerja.  Saat ini banyak seminar, training ataupun outbond yang intinya untuk meningkatkan kerjasama tim, perusahaan yang maju tentulah mempunyai man power yang bagus dan yang lebih penting lagi kerjasama tim yang bagus pula.

Mengacu dari konsep tersebut secara dadakan tim di kantor penulis mengajak untuk merubah suasana, yang tadinya bertemu dan meeting dalam suatu ruangan berubah menjadi ngobrol dan diskusi bebas di luar ruangan, dan disepakatilah tempat nya mana lagi kalau bukan .....Bali

Dan persiapan pun di lakukan, secara detail disusun jadwal dan aktivitas yang akan dilakukan, tidak ada EO, tidak ada konsultan, murni kami lakukan secara tim agar kami bisa benar-benar bersama dalam 1 tujuan as a Team.

Tibalah hari keberangkatan, tim yang terdiri dari : bu Ivone, pak Ngakan Agung, pak Dony, Agus, Catur, Wawa, Shandy, Beqi & Suami, Riza, Boyke, Cyndi, Penulis dan istri, berangkat dari Jakarta ke Bali, dan tiba di Bali Alhamdulillah dengan selamat sehat wal afiat.

Di Bali kami semua tinggal di rumah pak Ngakan Agung yang asri, bersih dan masih kental dengan nuansa tradisional nya. Sungguh suatu pengalaman yang tak terlupakan tinggal di tempat tersebut. Kami yang terdiri dari berbagai suku dan agama semua nya melebur menjadi satu bagian tim. Yang muslim melakukan ibadah sholat di rumah tersebut, yang Hindu juga melakukan ibadah sesuai dengan ajaran nya, bagitu juga dengan beragama Kristen melakukan ibadah sesuai ajaran nya. Kami melakukan nya dengan tetap saling menghormati ajaran dan kepercayaan masing-masing. Sebuah bentuk toleransi yang indah yang saat ini malah makin luntur dengan segala issue dan berita yang tidak karuan. Terimakasih banyak pak Ngakan Agung yang sudah mau bersusah payah menjamu kami di tempat tinggal keluarganya, mengajak kami makan di tempat halal dan menyediakan segaa keperluan yang di butuhkan.

dokpri
dokpri
Keindahan Bali tidak usah di ceritakan lagi, para pembaca yang pernah ke Bali sudah tahu indahnya wisata disana, bahkan yang belum ke sana pun bisa tau dari medsos atau informasi lainnya.

dokpri
dokpri
Yang ingin penulis tekankan di sini, kembali ke pokok bahasan awal, bahwa objek-objek wisata itu merupakan jembatan bagi kami sebagai suatu tim untuk membangun karakter dari setiap individu yang ada dalam rangka mencapai tujuan yang sama.

Oleh karena itu, rangkaian perjalanan ke Tampak Siring, Kintamani, Ubud, Jimbaran, Ulu Watu dan lain-lain nya adalah sebuah rangkaian diskusi secara team yang di balut dengan canda tawa dan di hiasi dengan cantiknya alam di Bali menghasilkan suatu kebersamaan di dalam tim untuk lebih bersemangat dalam menyelesaikan tugas-tugas yang sudah menunggu kami untuk di selesaikan.

Duduk bersama di rumah tradisional Bali sambil bercerita tentang apa pun sambil di suguhi pisang goreng dan kopi membuat suasana keakraban sesama anggota tim menjadi semakin kental, jauh dari suasana formal dan birokrasi yang ribet.

Nilai-nilai budaya yang dipatuhi dengan integritas dan tanggung jawab, akan menjadi penunjuk arah kerja terbaik. Membuat anggota tim tidak ragu, mampu mengelola kebersamaan, dan secara bersama-sama mampu mengambil tindakan yang tegas dan terarah menuju tujuan. Hal ini lah yang membuat dasar kebersamaan tim menjadi suatu hal yang sangat penting dalam suatu organisasi

dokpri
dokpri
Kepemimpinan bu Ivone yang selalu mengganggap kami sebagai bagian dari keluarga nya sendiri merupakan suatu hal yang sangat kami apresiasi dan berkah tersendiri bagi kami yang ada di dalam tim nya, sungguh tidak mudah mendapatkan pemimpin yang menganggap orang-orang di tim nya merupakan asset dan bukan lah tools, sehingga semangat untuk membangun tim agar bisa lebih sukses lagi seolah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari semangat masing-masing individu. Terimakasih kami untuk nasehat dan bimbingan dari bu Ivone.

Capek dan lelah itu sudah pasti kami rasakan tapi kebersamaan beberapa hari dengan canda dan tawa serta hal-hal yang menggembirakan di tambah dengan oleh-oleh pembentukan karakter tadi sungguh merupakan sebuah refresh bagi kami kami seperti di reset lagi untuk membangun tim yang lebih baik ke depan nya.

Terimakasih pada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melindungi perjalanan kami, rekan-rekan satu tim, pak Ngakan Agung yang sudah ngurusin tim nya yang “bandel” ini dan bu Ivone yang selalu memberi kami semangat dan wejangan akan penting nya sebuah kekompakan tim.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gaya Hidup Selengkapnya
Lihat Gaya Hidup Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun