Tidak ada kata bosan untuk belajar. Tidak ada kata berhenti untuk belajar. Belajar adalah kegiatan yang terus berlangsung dan dibutuhkan seorang manusia sepanjang hidupnya agar senantiasa mampu menyelaraskan diri dengan kehidupan lingkungannya.
Sebelum menginjak usia dewasa, individu harus menghadapi pendidikan dasar dan menengah untuk kemudian mengantongi ijazah SMA. Ketika baru merasakan kedewasaan, individu masih menghadapi pendidikan jenjang perguruan tinggi untuk mendapatkan gelar Diploma atau Sarjana di bidang yang dikuasainya. Â Masuk ke dunia kerja, individu pun masih harus belajar untuk menambah wawasan dan mempertebal daftar sertifikasi yang diperolehnya demi mempertahankan kompetitivitas dengan rekan-rekannya.Â
Sayang, lembaga pendidikan utama yang sudah ada belum tentu memberikan semua materi dengan lengkap dan jelas sehingga individu membutuhkan pendidikan lanjutan untuk meningkatkan wawasan dan pemahamannya. Hal ini penting agar individu dapat memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan demi mendapatkan ijazah atau sertifikasi yang dikejarnya. Dulu, satu-satunya jalan untuk mendapatkan pendidikan lanjutan ini hanyalah mengikuti kursus. Lebih parahnya lagi, apa yang harus dilakukan jika individu menghadapi hambatan untuk mengikuti kuliah dan sertifikasi? Tanpa pendidikan berkualitas, bangsa kita akan sulit bersaing secara kompetitif dengan bangsa lain.
Masyarakat Ekonomi ASEAN
Penerapan MEA di kawasan Asia Tenggara memungkinkan masyarakat dari negara tetangga bebas bekerja di Indonesia dan berlaku sama bagi masyarakat kita yang mengincar pekerjaan di negara tetangga. Dengan demikian, persaingan semakin sengit dan salah satu faktor yang paling menentukan adalah pendidikan individu.
Penetrasi Internet yang tinggi sangat baik untuk menunjang edukasi online
Berdasarkan data yang diunggah oleh situs www.statista.com, pada tahun 2013, 77 persen pemuda Indonesia berusia 13-24 tahun terus terhubung dengan Internet dengan penggunaan harian di atas lima jam per hari. Pada tahun 2015, hampir 33 persen masyarakat Indonesia aktif mengakses Internet dari ponsel pintar. Dengan fakta seperti ini, seharusnya edukasi online baik untuk diterapkan di Indonesia dan dapat dimanfaatkan secara luas.
Â
Edukasi online sebagai alternatif program kursus
Kursus? Apa yang ada di benak Anda? Mungkin beberapa pernyataan ini menjadi alasan Anda untuk sebisa mungkin menghindari program kursus.
- Saya tidak memiliki waktu luang untuk mengikuti kursus. Saya pulang sekolah/kerja di sore hari dan masih harus berjibaku dengan banyak pekerjaan setelahnya. Jika saya harus mengikuti kursus, saya khawatir waktu istirahat saya tidak mencukupi.
- Saya khawatir kehilangan waktu saya untuk mendapatkan hiburan. Satu mata pelajaran saja membutuhkan waktu paling tidak satu jam dalam seminggu untuk dipelajari di lembaga kursus. Bagaimana jika saya perlu mendalami dua, tiga, atau lebih banyak lagi mata pelajaran?
- Bagi saya, kursus itu mahal dan menambah beban pengeluaran. Dengan merogoh kocek cukup dalam, saya pun belum tentu mendapatkan apa yang saya harapkan.
- Kursus tidak memungkinkan saya untuk memilih materi tertentu saja untuk dipelajari. Saya harus mengikuti program kursus untuk satu periode tertentu secara utuh.
Untuk alasan seperti ini, hadir solusi baru di era modern seperti sekarang yaitu edukasi online. Di Indonesia sendiri, edukasi online digarap oleh beberapa pihak, di mana di antara mereka terdapat perusahaan startup yaitu HarukaEdu.
Pengalaman merasakan sensasi edukasi online
Saya sudah mencoba menggunakan program edukasi online ini. Pelajaran diberikan melalui teks, gambar, audio, dan video. Diskusi antar sesama pelajar dilakukan dengan program live chat dan terdapat evaluasi akhir pelajaran di mana saya dapat mengukur tingkat pemahaman saya terhadap materi yang baru dipelajari. Semua ini memungkinkan para pelajar online memahami materi dengan lebih cepat dan terpadu dari rumah masing-masing secara gratis.
Hanya saja, untuk mendapatkan pengalaman terbaik, saya tidak menyarankan Anda menggunakan mobile internet dengan kuota. Internet broadband dengan kuota tanpa batas, jaringan stabil, dan kecepatan tinggi memberikan pengalaman edukasi online yang benar-benar nyaman.
Edukasi online yang memandirikan
Setelah menyelesaikan pendidikan formal hingga jenjang perkuliahan, bukan berarti kegiatan pendidikan otomatis berakhir dalam kehidupan individu. Individu sudah bisa hidup lebih mandiri secara finansial dengan mendapatkan pendapatan dari kerjanya sendiri, namun bukan berarti individu tidak perlu berkembang. Akan lebih baik jika individu mampu memandirikan dirinya lebih baik lagi dan juga menyediakan lapangan kerja bagi mereka di lingkungan sekitarnya dengan menjadi wirausaha. Di era teknologi modern seperti sekarang, HarukaEdu memahami kebutuhan edukasi untuk membentuk seseorang berjiwa technopreneurship.
Kuliah online
Salah satu indikator kualitas dan daya saing seorang individu adalah pendidikan. Di Indonesia, penting sekali untuk mendapatkan gelar Sarjana dengan alasan : persyaratan pekerjaan, gaji lebih tinggi, dan prospek besar untuk jenjang jabatan. Menjadikan masyarakat Indonesia sebagai individu berkualitas dan berdaya saing kini bukan lagi hal yang berat untuk diwujudkan.Â
Dulu, sebagian orang tidak bisa kuliah karena batasan waktu dan tempat, harus bekerja dari pagi hingga sore hari dan sudah lelah jika harus melanjutkan aktivitas dengan kuliah. Jarak dari kantor ke universitas terdekat pun cukup jauh. Tidak bekerja berarti tidak punya pendapatan dan tidak bisa membiayai hidup. Hanya itu saja? Tidak. Kursi universitas terbatas. Pada tahun 2010, universitas hanya berhasil menyerap 40 persen calon mahasiswa yang mendaftar. Kekurangan pengajar berkualitas yang mampu mengajar banyak mahasiswa di luar Jawa.
Sebelumnya, batasan seperti ini menyebabkan rendahnya kualifikasi pekerja Indonesia. Data BPS pada tahun 2013 menunjukkan hanya 7 persen dari mereka bergelar Sarjana dan 28 persen hanya lulusan SMA. Wah, kita bisa semakin tidak kompetitif dong di era MEA? Tenang, batasan ini tidak perlu lagi untuk dihadapi sejak HarukaEdu bekerja sama dengan pihak perguruan tinggi untuk menyelenggarakan perkuliahan online jenjang Sarjana (S1) dan Master (S2), di mana program ini cocok untuk mereka yang bekerja.Â
Hal ini didukung oleh Permendikbud RI Nomor 24 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh. Universitas perlu bekerja sama dengan perusahaan independen untuk alasan : finansial, SDM, kualitas infrastruktur IT, dan membelah fokus sistem pendidikan. Universitas yang bekerja sama dengan pihak HarukaEdu antara lain :
- LSPR - Online MA in Education
- UWIN - Kuliah Online S1 Manajemen
- STIE Indonesia - Kuliah Online S1 Akuntansi
Selain itu, ketika mereka harus mengikuti program kedinasan di luar kota, mereka tidak perlu berhenti kuliah. Pertanyaannya, apakah mereka mau? Berdasarkan hasil survei internal pihak HarukaEdu terhadap 1.256 dewasa di Jakarta pada tahun 2013, dapat dilihat bahwa.
- 70 persen berniat melanjutkan pendidikan mereka.
- 65 persen berniat tetap melakukannya meskipun dalam kerja penuh waktu.
- 54 persen berniat mengambilnya melalui program kuliah online
Meningkatkan kualitas dan daya saing pendidikan masyarakat Indonesia
Dengan mengurangi batasan-batasan yang ada bagi masyarakat dalam memperoleh pendidikan berkualitas, edukasi online mampu berkontribusi terhadap peningkatan kualitas dan daya saing pendidikan masyarakat Indonesia tanpa batas. Siapa saja dan dari mana saja bisa mengakses layanan edukasi online dan memperoleh manfaatnya.
Bagi pelajar
- Menambah wawasan dan pengetahuan. Khususnya bagi para pelajar di luar daerah, edukasi online memampukan mereka memiliki cakupan materi seluas pelajar di Jakarta dan sekitarnya.
- Memberikan solusi ketika menghadapi kesulitan dalam pelajaran tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar. Solusi juga bisa didapatkan kapan saja, tidak seperti kursus yang membutuhkan waktu khusus.
Bagi mahasiswa
- Program kuliah online memungkinkan mereka mendapatkan layanan kuliah di tempat dan waktu sesuai kemampuannya.
Bagi pekerja
- Program sertifikasi online memudahkan mereka mendapatkan sertifikasi yang dibutuhkan dalam mengejar kemajuan jenjang karir, mempertahankan daya saing, dan peningkatan gaji.
- Edukasi technopreneurship memberi bekal wawasan kepada pekerja agar mampu berwirausaha setelah tak lagi bekerja.
Bagi perusahaan
- Meningkatkan kemampuan pekerja yang berujung pada peningkatan produktivitas.
Jika masyarakat menyambut program edukasi online ini secara positif dan aktif menggunakannya di luar kegiatan pendidikan lain yang diikuti, maka Indonesia akan mengalami peningkatan dalam aspek sumber daya manusia.
- Lebih banyak lagi pelajar Indonesia yang menamatkan pendidikan mereka dengan nilai yang baik dan pengetahuan yang luas.
- Lebih banyak lagi lulusan Sarjana dan Master di negeri ini, khususnya dari luar daerah. Mereka memiliki wawasan yang luas dan kompetitif, serta mampu menciptakan lapangan kerja.
- Biaya untuk mendapatkan pendidikan tambahan di Indonesia mampu ditekan.
- Tercipta kesetaraan kualitas pendidikan yang mengagumkan di seluruh wilayah Indonesia.
- Lebih banyak lagi pekerja Indonesia yang memiliki pengetahuan dan keterampilan tersertifikasi sehingga mampu bersaing dengan pekerja asal luar negeri dalam rangka Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
- Akhirnya, edukasi online mencetak insan-insan yang mampu memajukan negerinya dan mengukir prestasi berskala global.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI