Saya menghindari lihat berita di media online dan televisi karena dijejali tayangan kesedihan yang bertubi-tubi.Â
Interaksi saya dengan manusia lainnya sangat terbatas sepanjang pandemi. Saya juga trauma melihat langsung kondisi keluarga dekat yang hampir meninggal karena virus Corona.
Mulai Bersemi Kembali di Kompasiana
Sudah sangat panjang sekali artikel curhat ini. Saya masih bersemangat untuk menuntaskan.Â
Karena, nasib orang siapa yang tahu? Mungkin saja umur saya tidak akan sampai hingga tahun ke 12 di Kompasiana.
Saya putar track lagu yang asyik dulu sebelum lanjut. Ada lagu "I Can See Clearly Now (Johnny Nash)", "Pasti Bisa (Citra Scholastika)", "My Way (Frank Sinatra)". Â Ikutan dengar yukk di aplikasi musik masing-masing.
Tahun 2020 diliputi oleh kesedihan karena pandemi. Begitu pula memasuki tahun 2021 yang masih diganggu nestapa.
Beberapa orang yang ku kenal dekat satu-persatu meninggalkan dunia ini. Salah satunya sosok blogger senior pak Dian Kelana yang terbilang aktif dalam berbagai kegiatan Kompasiana.
Hingga akhirnya saya tersadar, bahwa kesedihan itu jangan berlarut-larut di dalam diri. Bisa merusak mental kita sebagai manusia.
Saya mulai mencoba lagi melakukan berbagai kegiatan yang bisa mendatangkan kebahagiaan.Â
Salah satunya adalah kegiatan ngeblog yang pernah membawa saya kepada momen-momen indah.