“Ahh..mati lampu!”
“ Ada apa sih PLN nih? Sering banget matiin listrik!, mana sinetronnya belum selesai lagi.”
Kalimat-kalimat diatas mungkin sering terlontar ketika emak-emak asyik nonton uttaran dan tiba-tiba listriknya padam. Mereka mengira PLN sengaja mematikan lampu di daerah tempat tinggalnya. Padahal ada banyak kemungkinan yang menyebabkan listrik padam dan bukan selalu karena PLN memadamkan listrik secara sengaja tetapi bisa jadi ada penyebab lain. Berikut saya paparkan penyebab-penyebab dari terputusnya listrik ke rumah anda.
1. Ada gangguan
Gangguan jaringan merupakan salah satu yang paling sering menyebabkan pemadaman. Umumnya gangguan itu disebabkan adanya peralatan listrik dalam keadaan bertegangan seperti trafo, saluran transmisi tegangan tinggi (SUTET) ataupun saluran transmisi tegangan menengah (SUTM) yang tersentuh benda asing dan menyebabkan short circuit. Benda asing itu bisa jadi pohon, layang-layang dsb. Gangguan di jaringan listrik sangat banyak macamnya. Ada gangguan yang seharusnya bisa dikontrol PLN, ada yang tidak bisa dikontrol PLN dan ada yang berada diantara keduanya.
Contoh gangguan yang seharusnya bisa dikontrol PLN adalah trafo meledak atau isolator SUTET pecah. PLN bertanggung jawab penuh 100% jika ada gangguan-gangguan seperti ini.
Gangguan selanjutnya adalah gangguan yang diluar kontrol PLN, contoh yang paling mudah adalah bencana alam. Gempa bumi, longsor dan juga lumpur lapindo adalah contoh bencana alam yang bisa menyebabkan pemadaman. Contoh lain adalah gangguan SUTET di daerah Angke tgl 28 Juli 2016 akibat adanya crane pembangunan tol BECAKU yang menyentuh SUTET Pondok Kelapa-Miniatur dan mengakibatkan padam konsumen sebesar 335 MW. Hal-hal ini diluar kontrol PLN. Meskipun PLN sudah melakukan sistem proteksi jaringan dengan cermat, tetapi gangguan seperti ini pasti menyebabkan padam.
Gangguan yang berada di antara keduanya, ini adalah istilah yang saya buat sendiri. Seharusnys SUTET/SUTM memiliki ruang bebas jaringan (ROW) yang tidak memperbolehkan adanya bangunan/pohon didalam ROW tersebut untuk keandalan penyaluran listrik. Fakta di lapangan menunjukkan masih banyak ROW yang tidak bersih, banyak pohon yang jaraknya sangat dekat dengan SUTET/SUTM. Jika ada hujan/angin besar, pohon itu bisa jadi tumbang lalu menyentuh SUTET/SUTM dan menyebabkan gangguan (padam). PLN bertanggung jawab pada gangguan ini jika tidak melakukan inspeksi ROW atau tidak melakukan sosialisasi mengenai bahaya bermain layangan dekat jaringan listrik (benang kawat layangan yang menyentuh SUTET/SUTM juga bisa menyebabkan gangguan). Tetapi, jika PLN sudah melakukan sosialisasi dan masih ada sebagian masyarakat yang tidak sadar dan bandel, maka hal ini diluar kontrol PLN. Oleh karena itu, saya berharap masyarakat mendukung PLN dengan mengawasi anak-anaknya agar tidak bermain layang-layang di dekat SUTET/SUTM atau kooperatif saat ada pemangkasan pohon dan penertiban bangunan di sekitar ROW SUTET/SUTM untuk meminimalisir kemungkinan padam.
2. Kekurangan pembangkit
Hal ini banyak terjadi di daerah luar Jawa dimana pembangkit tidak cukup untuk memenuhi permintaan konsumen sehingga menyebabkan pemadaman bergilir. PLN, swasta dan pemerintah saat ini sedang mengatasi permasalahan ini dengan menggulirkan proyek 35.000 MW dimana program ini akan fokus untuk membangun pembangkit total sebesar 35.000 MW untuk mengatasi defisit listrik, terutama di pulau luar Jawa. Proyek ini ditargetkan selesai pada akhir 2019.
3. Pemeliharaan jaringan
Untuk mendapatkan jaringan yang handal, pemeliharaan secara periodik (time based maintenance) maupun secara kondisi aktual peralatan (condition based maintenance) harus dilakukan. Untuk pemeliharaan sistem jaringan yang radial, maka harus dilakukan pemadaman peralatan yang mengakibatkan padam konsumen. Biasanya padam yang disebabkan pemeliharaan,waktunya agak lama.
Padam merupakan musuh besar PLN, berbagai cara dan strategi dilakukan untuk memerangi padam. Semua unit PLN dan juga anak perusahaan bekerja tanpa mengenal waktu untuk berkontribusi memberi akses listrik ke masyarakat. Percayalah, berbagai upaya sedang dilakukan untuk menerangi negeri ini.
Jika kita melihat ke perusahaan pembangkitan, kita akan menemui bagaimana kerja keras karyawan maintenance untuk menyelesaikan pemeliharaan unit tepat pada waktunya agar tidak ada defisit pembangkit. Mereka rela bergelut dengan oli dan gemuk (grease) siang malam untuk menghidupkan kembali pembangkit yang sedang mengalami gangguan.
Untuk meminimalisir padam akibat pemeliharaan, PLN membentuk pasukan khusus yang bisa melakukan pekerjaan dalam keadaan bertegangan (PDKB). Dibentuknya tim PDKB ini memungkinkan pemeliharaan peralatan listrik tanpa padam seperti penggantian isolator, pembersihan transmisi dari benang layang-layang, memutus dan menyambung jumper, pengoperasian gardu cantol di tegangan menengah dsb sehingga listrik masih menyala saat pemeliharaan dilakukan.
Mari kita bayangkan, bagaimana pekerjaan para pahlawan berani mati di tim PDKB beraksi, mereka harus berani naik ke tower yang tingginya lebih dari 20 meter, lengkap dengan peralatan safety yang berat ditengah teriknya mentari untuk maintenance SUTET/SUTM dalam keadaan bertegangan. Mereka harus punya kondisi fisik prima, mental baja dan juga tekad yang kuat untuk melakukan pekerjaan ini. Jika mereka menyalahi prosedur sedikit saja, maka nyawa adalah taruhannya.
Kontribusi pegawai non teknik juga sangat besar untuk mencegah padam. Mereka rela menempuh jarak yang jauh dari kota, melakukan sosialisasi terhadap warga sekitar SUTET/SUTM mengenai pentingnya tidak bermain layang-layang dekat jaringan listrik dan sebagainya.