Mohon tunggu...
Catarina Tenny Setiastri
Catarina Tenny Setiastri Mohon Tunggu... Guru - Ibu, guru, dan pejalan.

ig: catarinatenny22 Saya Ibu dan guru, yang memiliki minat melakukan perjalanan ke tempat-tempat baru, yang cenderung senyap. Mengalami dan meresapi dengan berinteraksi dengan orang lokal, dengan penggiat alam atau pejalan lainnya. Destinasi bukan satu-satunya tujuan dalam perjalanannya; ia puaskan dirinya dengan pengalaman baru bersama keluarga, mencari letupan-letupan keajaiban di tiap pengalaman yang singgah. Keajaiban yang ia percaya selalu ada dariNya, yang membuat ia bertumbuh menjadi lebih baik dan lebih berguna, pun tumbuh dalam imannya yang ga seberapa.

Selanjutnya

Tutup

Diary

Family Trip Sulawesi Tengah (2): Bonus Banyak Teman Baru

28 April 2022   23:08 Diperbarui: 28 April 2022   23:35 629
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Dermaga Donggala: biotanya buanyakkk (dokpri)

Family Trip Sulawesi Tengah (1): Antara Budgeting, Deg-degan... https://www.kompasiana.com/catarina74688/6268c97a3794d10a67635b14/family-trip-sulawesi-tengah-1-antara-budgeting-deg-degkan-dan-letupan-kejutan

10 menit setelahnya, telepon berbunyi. "Bu, ditunggu teman-temannya di lobi". Teman? Wahhh, kami baru 20 menit check in di hotel ini, serasa sudah sebulan check in di kampung halaman. Saat kami ke lobby, hahhhhh mangap.. sekitar 12 - 15 orang duduk disana, mengembangkan senyum indah, seakan bertemu saudara yang lama tak bersuara. Tangan kami terulur, merasakan satu per satu tangan hangat mereka. Tangan dan sapaan yang begitu hangat. Selain teman-teman Backpacker Palu, ada juga Fikry, kenalan di fb yang datang bersama temannya. Saya bawakan majalah-majalah Bobo untuk menambah bahan bacaan di Taman Buku yang ia asuh.

Air terjun Wera, Sigi: jalannya asik (dokpri)
Air terjun Wera, Sigi: jalannya asik (dokpri)
Saya berikan kertas sakti saya; list itinenary kami ke temen-temen Backpacker Palu. Kami memang sudah nyusun dan revisi berulang, bahkan simulasikan rute wisata sebelum berangkat, tapi tetap Geiss... keagungan pengetahuan temen-temen lokal akan daerahnya adalah yang terbaik. Saya minta mereka liat, mungkin urutan itinerarynya ada yang perlu diubah atau jalurnya ga searah. Dan segera, kertas sakti berbalik arah, menjadi bahan diskusi mereka di malam itu. "Mba, camp di Matantimali dijadikan besok saja, karena besok kan hari libur. Jadi temen-temen sekalian bisa bareng ngecamp. Lalu diving di Donggala ini, dijadikan di hari ketiga aja, karena kami pada kerja dan sekolah. Yang kosong pun ga bisa diving. Mmm, lalu setelah Mba dan Mas dari Donggala, baru kita ketemu lagi di Palu untuk pergi bareng ngecamp di Pantai Barat. Gimana?" 

Matantimali: wkwk, anakku seneng bangettt (dokpri)
Matantimali: wkwk, anakku seneng bangettt (dokpri)
Wkwk, ini mah ga usah ditanya. Kami langsung iya, karena ide timing mereka memang bagus. Jadilah itinerary kami dengan schedule yang diperbaharui:

16 - 17 Des : ngecamp bareng di Matantimali

17 Des: ke air terjun Wera di Sigi

18 - 19 Des: Kuliner Kaledo, Uta Kelo, dan es manisan buah pedas. Diving 3 spot di Tanjung Karang, Donggala

19 - 20 Des: camping di Pantai Barat

20 Des: cari duren di pinggir jalan Pantai Barat

21 - 22 Des: stay di Palu, city tour, ketemu dengan temen-temen. Kuliner Uta Dada, Suraba, Palumara, dan Lalampa. 

Matantimali: suasana malam yang ciamik (dokpri)
Matantimali: suasana malam yang ciamik (dokpri)
Dan jeng, jeng, jeng... jadilah kami ngecamp di Matantimali bareng temen-temen yang buanyakkk. Wkwk, seru banget. Gatau asalnya darimana, tapi ada aja bahan buat ngobrol dan ketawa. Kok bisa ya? wkwk. Kebetulan juga, banyak temen Backpacker Palu yang hobi fotografi, wah berubtungnya, jadi ciamik hasil jepretan malamnya. Bener-bener.. baru kenal langsung ngecamp bareng di Matantimali dengan hadiah pemandangan yang luar biasa. Sore, malam, dan pagi, semua sama indahnya. Malam hari, kami dihamparkan kelap-kelip cahaya lampu yang indah dalam diamnya, sedangkan sore dan pagi, kami ditakjubkan pemandangan perbukitan hijau yang pantang buat dilewatkan. Benar-benar superrrr. 

Pantai Barat: paskan schedule kesana pas bulan purnama, indah banget (dokpri)
Pantai Barat: paskan schedule kesana pas bulan purnama, indah banget (dokpri)
Siang hari, sepulang dari Matantimali, setelah makan milu dan es kelapa muda, kami berpisah dengan rombongan, untuk menuju ke air terjun Wera di Sigi bersama salah satu dari mereka: Ziabiru yang lagi off hari itu. Jadi judulnya, mereka ngehost shift-shiftan :) Air terjun Wera tidak begitu besar. Menurut saya, keindahannya justru pada jajaran batu besar, yang terlalu angkuh saat kami lewati. Mereka bener-bener ga mau minggir, Geiss.. 

Pantai Barat: sibuk masak :) (dokpri)
Pantai Barat: sibuk masak :) (dokpri)
Malam itu, kami himpunkan rasa lelah dan happy kami ke kasur empuk di penginapan. Hahaha, karena schedule padat merayap, jadi imun dan badan fit pun harus terjaga. Kami mau diving 3 spot, jadi pompa energi. Ga hanya rehat, kami juga tarik lagi daya strong tubuh dengan hisapan sumsum di tulang kaki sapi atau lembu, kulinernya para bangsawan zaman dulu. Wajib loh hukumnya untuk menikmati kuliner Kaledo jika ke Palu atau Donggala. Cara nikmatinya juga unik banget, banyak perkakas yang ada di atas meja: garpu, pisau, sumpit, dan sedotan. Padanannya singkong atau ibu rebus, tapi yang ga biasa tetap disediakan nasi dan buras. Kaledo berasal dari bahasa Kaili, bahasa penduduk Palu. Ka berarti keras dan Ledo berarti tidak. Jadi, kaledo artinya tidak keras. Memang lembut banget sih, lembut dan yummy, asal jangan gigit tulangnya ya.

Untuk spot dive, Donggala mah memang super wow. Ada 1 spot yang baru: dekat dermaga. di beton-beton itu, astaga Geiss... banyak banget biota cantiknya... saya lanjutkan di artikel berikutnya ya. Saya rehat dulu.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun