Menghadapi potensi kerugian karena ikan cepat membusuk, sejumlah pedagang ikan nakal pun menyiasati pengawetan ikan dengan memberikan formalin.
Pemberian bahan formalin membuat daging ikan tidak lekas membusuk dan bisa bertahan lama. Namun menkonsumsi ikan berformalin sangat berbahaya bagi kesehatan.
Oleh karena itu kita perlu mewaspadai dan bisa mendeteksi ikan yang sudah berformalin dengan memperhatikan beberapa ciri fisik ikan. Mengutip kitchen of Indonesia, ciri-ciri ikan berformalin dikatakan seperti berikut:
Tidak ada lalat yang hinggap ditubuh ikan
Lalat identik dengan kotoran dan sampah. Namun lalat yang hinggap pada ikan segar menandakan ikan tersebut tidak mengandung formalin.
Bau ikan tidak alami
Ikan laut maupun ikat budidaya dikolam darat memiliki bau khas. Pada ikan yang sudah terkena formalin bau khas itu hampir tidak ada. Biasanya kalau kita masuk ke pasar ikan, bau ikan-ikan segar begitu terasa. Terlebih pula bila ikan mengalami, baunya lebih menyengat. Tapi berbeda halnya dengan ikan formalin yang tidak ada bau khas sama sekali.
Bola mata ikan tampak pucat
Bola mata ikan segar biasanya terlihat begitu cerah dengan mata hitamnya. Namun tidak demikian halnya dengan mata ikan berformalin yang layu, kusam, dan tidak cerah. Kemudian pupil matanya agak tenggelam dan tampak lendir kuning tebal didalamnya.
Daging tubuh kenyal
Tekstur daging ikan segar jika ditekan dengan jari, posisinya akan cepat balik atau membal. Namun ikan berformalin kulit akan terasa keras dan patah saat ditekan dengan jari dan mengeluarkan bau asam.
Warna daging ikan nila dibelah kelihatan pucat dan tidak menarik. Tampak juga isi perut ikan nya tidak utuh.
Nah bagi anda yang sering berbelanja ikan di pasar atau melalui pedagang ikan keliling agar bisa berhati-hati supaya bisa terhindar dari bahaya mengkonsumsi ikan berformalin. Semoga bermanfaat. (*)
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI