Jumat, 25 januari 2019, 13.30 WIB
GRESIK, Kegiatan  pelatihan membuat aksesoris dari limbah kain perca mendapat antusias dari ibu -- ibu PKK Desa Sembunganyar, Kecamatan Dukun yang cukup tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya ibu-ibu yang sangat bersemangat dan antusias dalam melakukan praktek perca yang dilakukan di Balai Desa Sembunganyar. Hal ini dikarenakan banyaknya ibu-ibu pkk yang masih belum tau tentang manfaat kain perca tersebut dapat dimanfaatkan.Â
Untuk itu mahasiswa dari Divisi Kewirausahaan Desa Sembunganyar KKN Untag Surabaya KKN Untag Surabaya yang di pimpin oleh Beni Tri Setiawan beserta teman-teman divisi berjalan lancar. Menurut salah satu warga, kegiatan ini bisa menumbuhkan minat dan mampu mengasah  kreativitas ibu-ibu dalam mengembangkan potensi yang ada di Desa Sembunganyar. Acara ini juga dianggap mampu untuk mendukung apabila kain perca ini dimanfaatkan dan di jual dengan harga yang cukup tinggi. Â
Melalui pelatihan ini ibu-ibu yang berwirausaha tekstil seperti pembuat kerudung, mukenah, dan baju tidak dibuang sia-sia. Jika sebelumnya banyak orang yang tidak tahu bahwa kain perca sangat bermanfaat, biasannya setelah sehelai kain selesai dijahit atau dibuat pakaian sisanya akan terbuang sia-sia. Padahal sisa limbah kain itu masih bisa dimanfaatkan menjadi bermacam-macam kerajinan yang fungsional. Â dengan bahan baku utama pembuatan aneka kerajinan ternyata bisa menjadi salah satu peluang bisnis yang sangat menguntungkan awalnya tidak bernilai, bisa dikreasikan menjadi berbagai macam produk kerajinan yang memiliki fungsi dan harga jual cukup tinggi.
Seperti yang telah di praktekkan oleh narasumber mbak Fatmawati yang telah membagikan pengalamannya membuat bross, gantungan kunci yang telah di pasarkan online maupun pasaran. Pada kesempatan ini narasumber dibantu oleh teman-teman KKN Untag Surabaya divisi kewirausahaan untuk mempraktekkan cara pembuatan bross dan gantungan kunci simple tapi bernilai. Kegiatan ini dilakukan untuk  membantu perekonomi ibu-ibu di Desa Sembunganyar disela-sela waktu santai.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H