Tim NBA mana pun mungkin ingin menjadi seperti New York Knicks. Pernyataan barusan mungkin sedikit berlebihan, tapi melihat pernyataan Forbes, rasanya pernyataan barusan ada benarnya.
Siapa yang tidak mau seperti New York Knicks, tim yang hanya lolos playoff empat kali dalam 17 musim terakhir (termasuk di antaranya tidak lolos babak playoff lima musim terakhir berturut-turut), tapi jadi tim dengan revenue paling besar. Lebih besar dari Los Angeles Lakers dan tiga kali juara NBA pada empat musim terakhir Golden State Warriors. Pendapatan Knicks musim lalu sekitar empat miliar dolar.

Bulan ini saja, terhitung mulai tanggal 1 mei hingga akhir bulan tercatat ada 30 konser dan/atau tur diadakan di sana. Salah satunya konser salah satu fans setia New Tork Knicks, Billy Joel tanggal 9 besok.

Walaupun terus dikritik fans New York Knicks karena membawa tim ini ke arah yang "kurang sesuai harapan", rasanya dengan pendapatan sebesar ini, komentar-komentar tersebut bisa dianggap sebagai angin lalu.
Keberuntungan New York Knicks  Â
Beruntung, New York Knicks sepertinya mendapat angin segar musim ini. Musim ini, maksud saya musim depan, New York Knicks mendapat dua keuntungan. Pertama adalah habisnya masa kontrak sebagian besar pemain.





Peluang New York Knicks mendapat draft peringkat pertama musim ini memang menipis seiring kebijakan baru NBA. Bukan hanya peringkat buncit yang punya kesempatan lebih besar mendapat draft nomor satu tapi juga dua tim lain, yaitu tiga tim peringkat terbawah NBA secara keseluruhan, dalam hal ini Cleveland Cavaliers dan Phoenix Suns.
Hanya saja peraturan baru tersebut buat saya tidak berpengaruh besar buat Knicks karena meskipun nantinya dari hasil lotre draft NBA, New York Knicks berhak memilih draft pick nomor tiga sekalipun, pilihan tersebut masih sangat bagus untuk Knicks.
Kelebihan dan kekurangan Zion Williamson (espn.com)
Seperti tren beberapa tahun terakhir, New York Knicks bisa menukar draft pick yang mereka punya dengan draft pick dengan urutan yang lebih rendah seperti yang dilakukan Boston Celtics beberapa tahun lalu karena Celtics sudah menjamin akan memilih Jayson Tatum pada draft urutan nomor tiga.
Dengan menukar draft pick urutan pertamanya, Boston Celtics bukan hanya mendapat draft urutan ketiga dari Sixers tetapi juga draft pick lain yang didapatkan Sixers dari Sacramento Kings atau Lakers. Kalau mau New York Knicks juga bisa melakukan hal yang sama.
Kalaupun mereka tidak memakai draft tersebut untuk mendapatkan rookie, mereka bisa mengirim draft yang mereka punya ke New Orleans Pelicans, misalnya, untuk mendapatkan Anthony Davis.
Channel : The dime drop
Harga "tebus" Anthony Davis memang tidak murah. Karena penampilannya yang bagus dan konsisten, setidaknya harga tebus Davis setara dengan dua (atau lebih) draft pick NBA urutan atas (1-3). Selain punya draft pick yang dibutuhkan Pelicans, kebetulan Knicks juga punya ruang lebih dari cukup untuk menampung Anthony Davis yang "hanya" bergaji maksimal 28 juta dolar musim depan. Â Sekali lagi, gaji tersebut terbilang kecil apabila dibandingkan uang kas yang bisa dipakai Knicks musim depan (72 juta dolar).
Terlebih draft NBA dua musim ke depan dianggap tidak sebagus tiga musim belakangan. Tercatat hanya tiga sampai lima pemain yang diprediksi bisa bertahan lama di NBA yaitu kurang lebih antara lima sampai sepuluh tahun ke depan musim ini. Mereka tidak lain adalah Zion Williamson, Ja Morant, RJ Barett dan Rui Hachimura.
Williamson sendiri juga dinilai bukan rookie yang sempurna. Meski digadang-gadang sebagai mini Giannis, Williamson dinilai tidak bisa menembak dan dinilai terlalu pendek untuk ukuran big man kekar. Bahkan Williamson masih sedikit lebih pendek dari Draymond Green.Â
Kalau Knicks memang memilih Williamson, sekarang tinggal bagaimana peran pelatih David Fizdale memanfaatkan kelebihan sekaligus kekurangan Williamson.  Entah kalau New York Knicks  justru memilih Ja Morant atau RJ Barret.
Ketidakberuntungan New York Knicks  Â
New York Knicks memang punya keuntungan ganda musim depan. Mereka bukan cuma draft pick urutan atas tapi juga kas sebesar 72 juta dolar yang bisa mereka gunakan untuk mengontrak lebih dari dua pemain bintang, sebut saja Kyrie Irving dan Kevin Durant seperti yang ramai diperbincangkan belakangan. Hanya saja apakah dua bintang saja cukup untuk mengantarkan Knicks ke babak playoff.Â
Mungkin sebagai penggembira iya, tapi untuk bersaing di semifinal dua sampai tiga musim ke depan rasanya sulit, walaupun konon mereka berada di wilayah yang menurut para analis NBA tidak seketat wilayah barat, di mana lebih dari separuh bintang aktif NBA bermain di sana. Â
Bukan rahasia umum, tim yang bagus adalah tim yang punya pondasi yang bagus. Pondasi yang bagus jugalah yang pagi tadi menurut saya membuat Sixers bisa menang melawan Toronto Raptors.
Sixers, lewat permainan  happy  dari Joel "Jojo" Embiid, berhasil mematikan pergerakan Marc Gasol sekaligus mencetak 33 angka. Bukan cuma Jojo yang bermain bagus, Ben Simmons juga berhasil memastikan Kyle Lowry dan Pascal Siakam tidak bermain maksimal pagi tadi.
Channel: Freedawkins
Jojo dan Simmons kelihatan bermain sepenuh hati bagi tim yang yakin pada kemampuan mereka sejak dari awal karier mereka Di NBA.
Karena mereka berdualah juga Jimmy Butler dan Tobias Harris mau bergabung ke Sixers dan bermain bagus di kandang sendiri hari ini.
Kemenangan Sixers tidak menunjukkan bahwa tim tamu tidak memiliki pondasi yang bagus. Hanya saja motor mereka, Kyle Lowry, bermain kurang gemilang hari ini. Jump shotnya banyak yang luput meskipun ruang tembaknya cukup lebar. Begitu juga Fred Vanvleet yang biasanya bermain bagus dari bangku cadangan.
Channel: Freedawkins
Pemain yang tampil konsisten pagi tadi justru alumni San Antonio Spurs, Kawhi Leonard dan Danny Green. Keduanya nyaris sulit dihentikan. Leonard bahkan sempat mempertipis ketertinggalan Raptors antara enam sampai empat angka sebelum kembali dijauhkan menjadi 18 poin oleh kombinasi Jojo dan Jimmy Butler. Kebetulan keunggulan Sixers kembali melebar begitu Jojo mulai bermain setelah rehat.
Channel: Freedawkins
Dari sini terlihat pentingnya pondasi yang kuat bagi sebuah tim. Â Pondasi yang bagus tidak harus dibangun dari pemain yang dibina sejak awal karier oleh tim yang sama, Tim yang bagus dibangun oleh pemain-pemain bermental baja yang sudah menganggap timya saat ini sebagai rumah sendiri.
Kita bisa melihat contoh tersebut dari Steph Curry atau Al Horford. Horford, meskipun dibesarkan oleh Atlanta Hawks, selalu bermain sepenuh hati di mana pun Celtics tampil. Karena itulah, Horford dan juga Curry relatif sepi dari nyinyiran fans.
Kyle Lowry dan James Harden juga dihormati fans meskipun tidak dibesarkan oleh tim mereka sekarang.
James Harden, seperti kita tahu, adalah alumni big four Oklahoma City Thunder yang membawa Thunder melaju ke final NBA 2012. Sayang, waktu itu Harden, Serge Ibaka (Toronto Raptors), Kevin Durant (Golden States Warriors), dan Russell Westbrook (masih Oklahoma City Thunder), harus mengakui keunggulan big three Miami Heat waktu itu. Lebron James, Chris Bosh, dan Pemain binaan Miami Heat Dwyane Wade.
Channel:Gearmast3r
Kyle Lowry juga bukan asli pemain Toronto Raptors. Lowry dibesarkan Memphis Grizzlies, mulai tampil konsisten sejak bermain untuk Houston Rockets, dan dicintai fans Raptors karena bermain sepenuh hati untuk Raptors.
Sayangnya,  baik Harden maupun Lowry punya satu kesamaan. Mereka cenderung melempem apabila tampil di babak playoff. Tidak heran karena penampilan melempem itulah, keduanya mendapat julukan playoff Lowry dan playoff Harden. Berbeda dengan Rojon Rondo dan Lebron James, keduanya justru mendapatkan julukan playoff Lebron dan Playoff Rondo karena tampil makin bagus tiap kali bermain di babak playoff.
Kembali lagi ke New York Knicks. Saya kok merasa pondasi New York Knicks belum cukup meyakinkan. Kevin Knox dan Mitchell Robinson memang dinilai punya masa depan yang cerah. Selain masih muda, skill mereka juga bagus. Saya tidak bisa bayangkan betapa bagusnya New York Knicks kalau Zion Williamson, Kevin Durant, dan Kyrie Irving jadi masuk.
Dengan kompetisi di wilayah timur yang tidak begitu ketat, rasanya musim depan, berburu jatah babak playoff bukan sekedar impian.
Sayang, di saat yang sama optimisme saya juga tidak besar. Mental Knox, Robinson, dan mungkin Williamson jelas belum teruji. Di saat mental mereka seharusnya ditempa untuk bermain baik di musim pertama mereka, mereka justru diberi mandat untuk mengalah demi draft pick yang lebih baik musim depan.

Bintang yang akan hadir bisa siapa saja. Kebetulan Durant dan Irving dijagokan datang karena musim depan keduanya adalah free agent.  Selain itu, keduanya dikenal bersahabat baik, dan dinilai oleh pengamat merupakan bintang kelas A.


Yang jelas, bintang lain, kemungkinan besar akan menyusul apabila satu bintang sudah dipastikan hadir di Madison Square Garden. Entah itu bintang kelas A atau kelas B.
Kita bisa berandai-andai dan mengira-ngira siapakah bintang yang akan hadir di Madison Square Garden dengan melihat tabel di bawah ini. Di atas kertas, semuanya masih mungkin selama kombinasi gaji kedua bintang yang kita impikan kurang dari 72 juta dolar.
Channel: Freedawkins (alasan kenapa Middleton jadi "free agent" primadona 2019)
Hanya saja, berkaca dari Philadelphia 76ers dan Toronto Raptors. Kehadiran bintang tidaklah cukup. Setidaknya, sebuah tim bagus perlu diperkuat dua sampai tiga pemain berpengalaman yang sudah teruji keandalannya dan bersedia digaji di bawah standar gaji mereka musim-musim sebelumnya.

West rela dibayar dengan gaji minimal demi mendapatkan cincin juara NBA. West akhirnya pensiun setelah memastikan diri mendapat cincin NBA bersama Golden State Warriors. Pemain yang mengambil langkah serupa dengan West musim ini antara lain Rojon Rondo (Lakers) dan JJ Redick (Sixers).
Pemain-pemain seperti mereka akan hadir selama pelatih dan General Manager mampu menjamin suasana bermain yang nyaman bagi para pemain senior ini.
Kondusif mungkin tidak jadi soal bagi New York Knicks. Terlebih David Fizdale dikenal sebagai pelatih bagus yang disegani para pemainnya. Fizdale hanya agak kurang beruntung di timnya terdahulu karena harus berseteru dengan pemain senior Memphis Grizzlies Marc Gasol.
Suasana di New York Knicks kemungkinan jauh lebih kondusif mengingat ekspektasi fans terhadap tim ini musim depan tidak terlalu besar. Kalaupun tidak meraih hasil maksimal, para fans cenderung memaklumi melihat pencapaian Knicks beberapa tahun terakhir.

Meskipun di atas kertas telihat cerah, masa depan Knicks Ada di tangan mereka sendiri, di tangan manajemen Knicks, dan bukan sekedar di tangan pemain baru yang akan datang. Â
Manajemen dan tim pelatihlah yang menentukan arah sebuah tim. Akan dibuat seperti apa sebuah tim nantinya. Apakah ingin dibuat seperti Warriors yang mengandalkan pemain muda dan deretan penembak tiga angka, atau Spurs yang sebagian besar pemainnya mampu menembak tapi tidak terlalu mengandalkan itu semua, atau bertumpu pada para pemain yang sudah matang.Â
Para bintang akan datang apabila mereka yakin dengan tim yang akan dibelanya.
Logikanya jelas. Pemain, siapa pun itu, selama yang mereka cari adalah prestasi, mereka akan memilih tim dengan pondasi yang lebih kokoh. Saya sendiri tidak heran kalau Durant atau Irving memilih bertahan di tim mereka sekarang.Â
Saya juga tidak akan heran melihat keduanya berlabuh ke tim lain di luar perkiraan, mengingat kemungkinan lain masih sangat terbuka.Â
Terus terang itulah indahnya NBA. Meski peluang-peluangnya bisa diterka, hasilnya bisa sangat berbeda. Bahkan seringkali di luar perkiraan kita. Kejutan itulah yang saya suka Dari NBA.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI