Mohon tunggu...
Calista Ramadhani Ersani
Calista Ramadhani Ersani Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswi

hai

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Wajib Tahu! Resep Hubungan Harmonis dengan Empati

7 Januari 2025   22:08 Diperbarui: 7 Januari 2025   22:17 32
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Tidak banyak yang mengetahui tentang pentingnya memiliki sikap empati pada setiap individu untuk membangun sebuah hubungan yang harmonis, Tentunya dengan perkembangan zaman membuat individu bersikap individualis,yaitu lebih mementingkan kepentingan sendiri tanpa memperdulikan orang lain. Sikap individualisme yang berlebihan membuat orang tidak memiliki empati dan cenderung bersikap egois, Kita sebagai mahluk sosial tentunya membutuhkan bantuan orang lain. Yang artinya kita di haruskan untuk berinteraksi dengan orang lain, Dengan memiliki empati yang tinggi akan membantu kita dalam membangun hubungan yang harmonis.

Lalu,apa si empati itu? 

Empati berasal dari kata Empatheia yang memiliki arti 'ikut merasakan'. Empati adalah sebuah keadaan mental, dimana seseorang merasakan pikiran, perasaan, atau keadaan yang sama dengan orang lain.Rasa empati tersebut dapat timbul sebagai kemampuan untuk menyadarkan diri ketika berhadapan dengan perasaan sesama, Kemudian bertindak untuk menolongnya. Diri sendiri akan memahami mereka, dari sudut pandang mereka. Perasaan ini sangat penting dalam membangun hubungan atau menjalin relasi dengan orang lain.

Menurut Davis (1980), empati meliputi kapasitas afektif untuk merasakan perasaan dengan orang lain dan kapasitas kognitif untuk memahami sudut pandang orang lain. 

Sama dengan pendapat yang di kemukakan Greenspan et al. (Cartledge&Milburn,1995) menyatakan bahwa empati adalah kemampuan untuk mengidentifikasikan dan memahami perasaan orang lain,mengambil sudut pandang orang lain, dan terbangkitnya segi emosional terhadap situasi yang dihadapi orang lain.Lalu menurut Goleman (2005) empati adalah kemampuan membaca emosi dari sudut pandang orang lain dan peka terhadap perasaan orang lain,jadi empati adalah kemampuan untuk merasakan perasaan seseorang dari sudut pandang tertentu.

Dari pengertian empati dapat di ketahui,Mengapa Empati Penting dalam suatu  Hubungan?

Yang pertama adalah menjadikan  komunikasi yang lebih baik,dengan empati membantu kita mendengarkan dengan lebih aktif dan memahami pesan yang ingin disampaikan oleh orang lain.

Lalu yang kedua adalah sebagai pemecahan masalah yang efektif,dengan memahami akar masalah, kita dapat mencari solusi yang saling menguntungkan.

Yang ketiga adalah dapat mencegah konflik,empati dapat membantu kita melihat situasi dari sudut pandang orang lain, sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahpahaman.

Lalu yang terakhir adalah membangun perikatan yang baik,ketika seseorang merasa dipahami dan dihargai, mereka akan merasa lebih nyaman dengan kita,dapat di simpulkan bahwa dengan empati kita dapat merasakan perasaan seseorang dan mencegah konflik terjadi.

Bagaimana jadinya jika seseorang tidak memiliki sikap empati? di atas sudah kita singgung dikit nih tentang beberapa sikap yang di timbulkan bila seseorang gapunya sikap empati,untuk mengetahui sikap apa saja yang bisa di timbulkan bila kita tidak memiliki sikap empati,mari kita bahas lagi.

Yang pertama adalah bersikap terlalu kritis dan menghakimi, bersikap kritis tentunya sangat penting bagi kita.karena dapat memecahkan suatu masalah dan dapat menyampaikan argumen dengan jelas,tentunya hal ini perlu di dasari dengan sikap empati karena agar masalah tersebut di selesaikan dengan kesepakatan bersama,seseorang yang kehilangan rasa empati akan mengeluarkan kritik secara berlebihan dan menyalahkan orang lain atas peristiwa yang terjadi,mereka secara mudah mengecap seseorang tanpa tahu terlebih dahulu yang sebenarnya terjadi.

Yang kedua adalah beranggapan orang lain terlalu sensitif atau bahasa gaulnya mudah baperan,hayo siapa di sini yang selalu di ceritain temen tentang masalahnya malah ngejudge,misal nih temen lagi cerita kalau dia sedih karena kucingnya habis meninggal.tapi respon kamu malah gini "kucing doang,kamu nanggisinnya udah kayak di tinggal meninggal keluarga.tinggal mungut di jalan lagi kan bisa" waduh kalau respon temen tanpa empati kayak gini malah bikin bete dan auto di hempas dari pertemanan.

Dan yang ketiga ada menjadi seseorang yang egois,egois merupakan sikap yang cenderung mementingkan diri sendiri tanpa mengetahui peresaan orang lain.

Dan terakhir adalah menjadi seseorang yang bersifat individualis,hampir sama dengan egois sikap ini cenderung mementingkan kepentingan sendiri tanpa mengetahui perasaan orang lain.

Seseorang memiliki alasan mengapa ia tidak memiliki sikap empati pada dirinya, seperti ia memiliki pengalaman yang membuatnya trauma atau keterlukaan emosional di masa lalu. hal itu bisa memicu seseorang untuk membatasi interaksinya,jika seseorang tidak bersosialisasi dan berinteraksi dengan orang lain membuatnya tidak dapat memahami perasaan orang lain,selain itu didikan orang tua atau lingkungan sekitar yang tidak mendukung juga bisa menjadi pemicu seseorang tidak memiliki sikap empati.lingkungannya di kelilingi oleh seseorang yang bersikap individualis dan orang tuanya tidak mengajarkan atau mengenalkan empati sejak kecil, membuatnya tumbuh tanpa memiliki sikap empati karena tidak di ajarkan sedari kecil. 

Dengan adanya pendidikan empati yang merupakan bagian inti dari penanaman karakter.Goleman (2005) menjelaskan bahwa seorang anak sejak dilahirkan telah memiliki potensi untuk memiiki sikap empati. Hal tersebut terbukti ketika kita menemui dua orang bayi, apabila salah satu bayi menangis maka bayi lainnya cenderung untuk ikut menangis juga, seolah-olah dia memahami mengapa teman bayi tersebut menangis. Sifat dasar empati yang dimiliki anak sejak lahir akan mulai lenyap ketika anak berusia dua hingga tiga tahun. Maka keluarga dan lembaga pendidikan perlu untuk memberikan stimulasi untuk mempertahankan dan mengembangkan sifat dasar anak tersebut melalui pemberian pendidikan karakter,Pendidikan karakter empati dapat ditumbuhkan dimana saja, dimulai dari lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat serta lembaga pendidikan.

Selain dari lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat dan lembaga pendidikan. Hal tersebut harus kita laksanakan atas dasar kesadaran pada diri kita. Jika kita belum sadar akan pentingnya empati dalam membangun hubungan, Dengan berlatih mindfulness untuk membangun kesadaran pada diri kita. mindfulness adalah teknik meditasi yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran seseorang terhadap situasi saat ini, termasuk pikiran, perasaan, dan hal di sekitarnya. Kesadaran diri tersebut bisa di praktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti mendengarkan teman bercerita, mencoba menempatkan dirimu pada posisi orang lain, Dapat membantumu  memperdalam pemahaman ttentang orang lain. Coba tanyakan pada dirimu sendiri emosi apa yang akan kamu rasakan bila berada di posisi mereka dan jenis dukungan seperti apa yang ingin kamu terima. Lalu dengan meminta umpan balik saat komunikasi berlangsung, Saat komunikasi berlangsung cobalah memberikan umpan balik seperti memberikan respon-respon tertentu. Seperti sebuah pertanyaan dari yang dia ceritakan, Hal itu merupakan salah satu cara efektif untuk mengembangkan empati kamu.

Empati merupakan sebuah kunci agar hubungan menjadi harmonis, Empati menjadikan komunikasi lebih baik. Kita dapat menyelesaikan konflik dengan mengetahui sudut pandang orang lain tanpa menyimpulkannya sendiri, Karena manusia merupakan mahluk sosial yang butuh bersosialisasi. Tanpa memiliki sikap empati kita menjadi seseorang yang egois dimana ia  mementingkan kebutuhan sendiri daripada  memperdulikan perasaan orang lain, Dengan memulai untuk  mencoba menempatkan dirimu pada orang lain membuat kita paham perasaan atau umpan balik apa yang ingin kita dapatkan,Di harapkan semakin berkembangnya zaman empati tersebut tidak hilang pada diri kita dan menjadi suatu kebiasaan yang sulit di hilangkan.

Kalau menurut kamu, Apakah empati sangat penting dalam membangun sebuah hubungan? 

Yuk tulis pendapatmu di komentar!

Baca konten-konten artikel menarik lainnya di sini :

https://bk.fip.unesa.ac.id/


 



Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun