Mohon tunggu...
Cahyo Darmantyo
Cahyo Darmantyo Mohon Tunggu... Editor - Freelancer
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Menjadi lebih bermanfaat

Selanjutnya

Tutup

Halo Lokal

Meningkatkan Produksi, Titan Infra Energy Resmikan Penambahan Jembatan dan Upggrade Fasilitas

16 Agustus 2023   13:43 Diperbarui: 16 Agustus 2023   14:03 153
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Meningkatkan Produksi, Titan Infra Energy Resmikan Penambahan Jembatan dan Upggrade Fasilitas

PT Titan Infra Energy terus berusaha untuk meningkatkan produksi dalam operasi penambangan batubara. Pada hari ini, Selasa, 8 Agustus 2023, perusahaan ini akan meresmikan penambahan jembatan yang terletak di hauling road, yaitu di KM 36 B.

Menyongsong Produktivitas Lebih Tinggi dengan Penambahan Jembatan

Tidak tanggung-tanggung, PT Titan Infra Energy telah merencanakan pembangunan sebanyak 4 jembatan di beberapa titik, yakni KM 36 B, KM 92 B, KM 110 B, dan KM 25. Langkah ini diambil dengan tujuan utama untuk meningkatkan produktivitas kinerja perusahaan secara keseluruhan. PT Titan Infra Energy menempatkan prioritas pada penyediaan infrastruktur dan logistik tambang demi memaksimalkan produksi penambangan batubara, mengingat terus bertumbuhnya pasar batubara.

Darwan Siregar, Direktur Utama PT Titan Infra Energy, menjelaskan, "Penambahan jembatan ini diharapkan dapat membantu dalam efisiensi pengangkutan batubara serta meningkatkan kelancaran proses operasional." Dia juga menambahkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus berinovasi dalam menghadirkan solusi terbaik bagi industri penambangan batubara.

Perkembangan Fasilitas dengan ID Upgrade Phase 2

Selain penambahan jembatan, PT Titan Infra Energy juga akan meresmikan fase kedua dari ID Upgrade. "Setelah menyelesaikan fase pertama ID Upgrade di Pelabuhan PT Swarnadwipa Dermaga Jaya pada bulan Februari lalu," tambah Darwan Siregar.

Proyek ID Upgrade melibatkan peningkatan sistem Belt Loading Conveyor (BLC) yang digabungkan dengan perbaikan fasilitas pelabuhan. Tujuannya adalah meningkatkan produktivitas pelabuhan PT Swarnadipa Dermaga Jaya agar lebih fleksibel dalam proses pemuatan batubara sesuai dengan permintaan pelanggan, dengan cara yang lebih cepat, efisien, dan produktif.

"Ikatan kedua dari proyek ID Upgrade ini akan melibatkan penambahan konveyor dengan panjang sekitar 900 meter. Dengan tambahan ini, total panjang konveyor dalam proyek ID Upgrade mencapai 1.100 meter. Pelabuhan PT Swarnadipa Dermaga Jaya akan memiliki total panjang konveyor mencapai 2.150 meter, dengan ketinggian elevasi antara 1 hingga 9 meter dari permukaan tanah," lanjutnya.

Selain ID Upgrade, PT Titan Infra Energy juga berencana membuka area penyimpanan sementara batubara (stockpile) di berbagai lokasi di dalam pelabuhan PT Swarnadipa Dermaga Jaya. "Langkah ini akan memberikan fleksibilitas bagi PT Swarnadipa Dermaga Jaya untuk menyimpan batubara sementara sebelum dimuat ke dalam tongkang yang akan berlabuh di pelabuhan," jelasnya.

Perpanjangan Jalan Pengangkutan Batubara untuk Maksimalkan Potensi

Selain meresmikan berbagai fasilitas perbaikan, PT Titan Infra Energy juga tengah berfokus pada proyek perpanjangan jalan khusus pengangkutan batubara (hauling road) yang menghubungkan tambang-tambang di sekitar Lahat dan Muara Enim. Sejak tahun 2015, perusahaan ini telah mengoperasikan jalur angkut sepanjang 113 kilometer yang melintasi tiga kabupaten, yaitu Lahat, Muara Enim, dan Panukal Abab Lematang Ilir (PALI).

"Jalur angkut ini dikelola oleh anak perusahaan kami, PT Servo Lintas Raya. Terdapat 15 perusahaan tambang yang menggunakan fasilitas infrastruktur di jalur sepanjang 113 kilometer ini," ungkap Darwan Siregar.

Meskipun cadangan batubara melimpah, tantangan utama yang dihadapi adalah infrastruktur yang belum memadai untuk mengangkut hasil produksi. Darwan Siregar menjelaskan, "Ketersediaan batubara yang melimpah tidak akan berarti jika tidak ada sarana untuk mengangkutnya. Oleh karena itu, proyek perpanjangan jalan angkut ini kami fokuskan untuk memaksimalkan potensi penambangan dan pengangkutan batubara di wilayah Sumatera Selatan."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Halo Lokal Selengkapnya
Lihat Halo Lokal Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun