Mohon tunggu...
Cahaya Indrianti
Cahaya Indrianti Mohon Tunggu... Pelajar Sekolah - Mahasiswa

Suka menulis

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Ekplorasi Dunia Anak: Perspektif Jean Piaget tentang Belajar Melalui Pengalaman

19 November 2024   15:48 Diperbarui: 19 November 2024   16:02 6
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Mataram- Jean Piaget, seorang psikolog perkembangan asal Swiss, dikenal karena teorinya yang revolusioner tentang perkembangan kognitif anak. Salah satu gagasan utamanya adalah bahwa anak-anak bukanlah pembelajar pasif, melainkan individu yang aktif mengeksplorasi dunia mereka. Dalam pandangan Piaget, belajar adalah proses aktif yang terjadi melalui interaksi langsung dengan lingkungan. Artikel ini akan membahas bagaimana eksplorasi dunia anak menjadi dasar pembelajaran menurut perspektif Piaget, dengan fokus pada tahapan perkembangan kognitif, proses belajar melalui pengalaman, dan relevansinya dalam pendidikan modern. 

Pemikiran Dasar Piaget: Konstruktivisme

Piaget memperkenalkan konsep konstruktivisme, yang mengacu pada gagasan bahwa anak-anak secara aktif membangun pengetahuan mereka sendiri melalui eksplorasi dan interaksi dengan dunia. Mereka tidak hanya menerima informasi dari orang dewasa, tetapi juga terus-menerus mencoba memahami, menyusun ulang, dan memperluas pemahaman mereka berdasarkan pengalaman.

Piaget mengidentifikasi dua mekanisme utama dalam pembelajaran:

  1. Asimilasi: Proses di mana anak memasukkan informasi baru ke dalam kerangka pemahaman (skema) yang sudah ada. Misalnya, seorang anak yang sudah mengenal anjing mungkin menganggap kucing sebagai "anjing kecil" pada awalnya.
  2. Akomodasi: Ketika pengalaman baru tidak sesuai dengan kerangka pemahaman yang ada, anak harus mengubah atau memperluas skema mereka untuk mengakomodasi informasi tersebut. Dalam contoh tadi, anak akhirnya belajar bahwa kucing adalah jenis hewan yang berbeda dari anjing.

Proses ini menciptakan keseimbangan kognitif yang disebut ekuilibrasi, di mana anak berusaha memahami dunia dengan cara yang koheren dan terorganisasi.

Belajar Melalui Pengalaman

Menurut Piaget, pengalaman langsung adalah inti dari pembelajaran. Proses ini memungkinkan anak untuk:

  1. Mengembangkan Pengetahuan Secara Mandiri
    Anak-anak membentuk pengetahuan mereka melalui eksplorasi aktif. Ketika seorang anak mencoba menyusun balok hingga menjadi menara, mereka belajar tentang keseimbangan, gravitasi, dan bentuk melalui percobaan dan kesalahan.

  2. Menghubungkan Teori dan Praktik
    Pembelajaran tidak hanya terjadi di kepala, tetapi juga melalui interaksi fisik dan sosial. Misalnya, saat anak mengamati daun yang jatuh dari pohon, mereka mulai mengembangkan konsep tentang angin, gravitasi, atau siklus kehidupan tanaman.

  3. Memanfaatkan Kesalahan untuk Belajar
    Piaget menekankan pentingnya kesalahan dalam pembelajaran. Ketika anak-anak gagal memahami sesuatu, mereka harus menyesuaikan skema pemahaman mereka. Hal ini mendorong mereka untuk berpikir lebih kritis dan fleksibel.

  4. Meningkatkan Kreativitas dan Rasa Ingin Tahu
    Lingkungan yang mendorong eksplorasi membantu anak-anak mengembangkan kreativitas. Mereka diajak untuk mencoba, bereksperimen, dan menemukan solusi dengan cara mereka sendiri.

Relevansi Teori Piaget dalam Pendidikan Modern

Pandangan Piaget tentang belajar melalui pengalaman telah memberikan dampak besar pada metode pengajaran di seluruh dunia. Berikut adalah beberapa implikasi dalam konteks pendidikan:

  1. Pembelajaran Berpusat pada Anak
    Guru bertindak sebagai fasilitator daripada instruktur. Anak-anak didorong untuk menemukan jawaban sendiri melalui kegiatan eksploratif, seperti eksperimen, diskusi kelompok, atau proyek kolaboratif.

  2. Penerapan Pembelajaran Berbasis Proyek
    Pendekatan ini sesuai dengan teori Piaget karena memungkinkan anak belajar melalui pengalaman langsung. Misalnya, proyek menanam tumbuhan tidak hanya mengajarkan biologi tetapi juga keterampilan observasi dan analisis.

  3. Fleksibilitas dalam Metode Pengajaran
    Guru harus menyesuaikan metode pengajaran dengan tahap perkembangan kognitif anak. Misalnya, anak di tahap praoperasional memerlukan alat bantu visual dan aktivitas konkret, sedangkan anak di tahap operasional formal bisa diajak berdiskusi tentang konsep abstrak.

Kritik dan Pengembangan Teori Piaget

Meskipun teori Piaget sangat berpengaruh, beberapa ahli berpendapat bahwa ia kurang memperhatikan faktor sosial dan budaya dalam perkembangan kognitif anak. Lev Vygotsky, misalnya, menekankan peran interaksi sosial dan bahasa sebagai kunci pembelajaran. Namun, pendekatan Piaget tetap relevan, terutama dalam mendorong pembelajaran berbasis pengalaman yang menghargai keunikan setiap anak.

Eksplorasi dunia anak menurut Jean Piaget menunjukkan bahwa pembelajaran adalah proses aktif yang melibatkan interaksi langsung dengan lingkungan. Anak-anak belajar melalui eksperimen, kesalahan, dan refleksi, yang membantu mereka membangun pemahaman yang lebih kompleks. Pendekatan ini tidak hanya relevan dalam teori, tetapi juga memberikan panduan praktis bagi orang tua dan pendidik dalam mendukung perkembangan kognitif anak. Dengan menciptakan lingkungan yang kaya akan pengalaman eksploratif, kita dapat membantu anak-anak mengembangkan potensi mereka secara maksimal.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun