LEBARAN tinggal menunggu hari. Kegiatan makin semarak. Selain demi menyongsong Idul Fitri, persiapan digiatkan untuk para tamu yang akan bersilaturahmi pada Hari Kemenangan.
Umumnya keluarga bekerja untuk mempercantik rumah dan menyiapkan hidangan, sehingga tamu merasa nyaman dan terjamin perutnya.
Berbagai hidangan khas lebaran tersedia. Ragam dan kuantitasnya tergantung jumlah tamu yang akan berkunjung. Tentu, berkaitan dengan kekuatan uang dimiliki.
Rasanya, satu hidangan yang tidak pernah ketinggalan adalah: beras dalam anyaman janur yang diolah dalam waktu lama, kecuali dimasak memakai rice cooker.
Ketupat. Ketupat identik dengan lebaran. Hari pertama Idul Fitri makanan yang dicari adalah ketupat. Barulah teman-temannya mengikuti, seperti opor dan sebagainya, tergantung ketersediaan.
Pembungkus atau kulit ketupat bisa dirakit sendiri. Boleh juga membelinya di Mang Sayur atau pedagang pasar.

Waktu tangan masih berfungsi sepenuhnya, saya bertugas membuat kulit ketupat sampai mengisinya dengan beras.
Kecakapan menganyam kulit ketupat diperoleh saat SD. Waktu itu, guru-guru mengajarkan keterampilan dasar, termasuk menganyam kulit ketupat.
Masih adakah pelajaran semacam ini pada zaman sekarang?